Ilmuwan Jepang Ciptakan Robot yang Bisa Tersenyum dengan Kulit Hidup di Wajahnya
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Pengunjung berfoto di Museum Alam Marmer Merah Indonesia, Ngargoretno./Instagram @danarsibolang_
Harianjogja.com, JOGJA--Tak harus jauh-jauh ke Italia jika hanya ingin melihat keajaiban alam berupa bukit marmer. Ternyata di Desa Ngargoretno, Salaman, Magelang, Jawa Tengah, Anda juga bisa menikmati keajaiban alam bukit marmer yang indah.
Sekitar tujuh kilometer arah barat daya Candi Borobudur, terdapat sebuah perbukitan yang memiliki keindahan alam yang indah. Perbukitan Menoreh namanya. Ia membentang di antara tiga wilayah, yaitu Kabupaten Magelang dan Purworejo, dan Kulonprogo di DIY.
Salah satu desa di sana menyimpan potensi panorama yang unik dan tak bisa ditemukan di tempat lain, yaitu wisata alam marmer merah. Batuan pualam itu membentang di Desa Ngargoretno,. Bukit marmer merah ini disebut-sebut hanya ada dua di dunia, satu di Italia dan satu lagi di Magelang.
Tersembunyi di antara gugusan Perbukitan Menoreh, batuan marmer merah itu merupakan fenomena alam yang terbentuk selama ribuan tahun. Ia muncul dari proses kristalisasi alami antara batu kapur dengan mineral kalsit pada tekanan temperatur suhu tertentu.
Bukan sembarang bukit marmer, batuan di sana memiliki serat kemerahan. Sebab, jika batuannya digosok sedikit dengan air, maka batu-batu itu akan tampak serat kemerah-merahan.
.jpg)
Ukuran batuannya pun beragam, mulai dari besar lonjong, bundar, hingga tinggi memanjang. Oleh warga setempat, kekayaan alam itu dijadikan sebuah destinasi wisata bernama Museum Alam Marmer Merah Indonesia.
Sebagai jalur perlintasan wisata dunia Candi Borobudur, mengunjungi Museum Alam Marmer Merah Indonesia bisa menambah pengalaman yang berbeda. Museum alam itu terletak pada ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Di sana, setidaknya ada tiga lokasi tumpukan batu marmer yang bisa dikunjungi wisatawan.
Wisatawan bisa mendaki tangga batuan marmer yang eksotis itu dan mengambil swafoto. Dari atas batuan marmer itu, wisatawan bisa menikmati panorama alam gugusan Perbukitan Menoreh yang eksotis dan menawan.
Gua Purba
Tak berhenti dengan keelokan gugusan batuan marmernya, destinasi itu rupanya menyimpan rahasia lain dengan keberadaan gua marmer purba. Gua Purba itu berada di antara puncak Perbukitan Menoreh.
Gua Purba ini menjadi salah satu wahana alam pelengkap bagi wisatawan yang berkunjung ke Museum Alam Marmer Merah Indonesia. Karakternya seolah menjadi rongga udara bagi marmer merah di sana.
Dilansir dari Okezone, di dalam gua tersebut terdapat ruangan dengan ketinggian 2,3 meter. Untuk mencapai gua itu, pengunjung harus menaiki sekitar 287 anak tangga mulai dari pintu gerbang masuk wisata Museum Alam Marmer Merah.
Kini, wisatawan bisa menikmati cantiknya gua purba sekaligus bentangan batuan marmer merah itu di Desa Ngargoretno. Jika ditempuh dari Candi Borobudur, destinasi itu bisa dijangkau dengan kendaraan pribadi dengan waktu tempuh sekitar 20 menit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Veda Ega Pratama gagal lolos Q2 Moto3 Catalunya 2026 dan akan memulai balapan dari posisi ke-21 di Barcelona.
Akses parkir bus Abu Bakar Ali II Jogja diatur satu arah. Bus wisata wajib memutar lewat Stadion Kridosono menuju Malioboro.
Presiden Prabowo menyebut sejumlah negara kini meminta membeli beras dari Indonesia di tengah ancaman krisis pangan global.
Pendaki asal Riau patah tulang saat mendaki Gunung Rinjani. Tim TNGR dan EMHC lakukan evakuasi di jalur Pelawangan Sembalun.
DPP Gunungkidul menyiapkan strategi antisipasi gagal panen saat musim kemarau dengan percepatan tanam dan benih padi umur pendek