17 Taman Budaya se-Indonesia Hadiri Temu Karya XXV di Jogja
Sebanyak 17 Taman Budaya mengikuti Temu Karya XXV di Jogja untuk bertukar pengalaman dan praktik pengelolaan kebudayaan antardaerah.
Pembukaan Festival Museum Jogja yang digelar oleh Barahmus DIY secara daring sebagai peringatan dalam memasuki usia emas atau genap berusia 50 tahun, Sabtu (7/8/2021)./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Musyawarah Musea (Barahmus) DIY menggelar Festival Museum Jogja sebagai penanda usia emas atau 50 tahun. Festival itu akan dilangsungkan mulai 7 Agustus dan akan ditutup bertepatan dengan peringatan Hari Museum Indonesia pada 12 Oktober 2021 mendatang.
Ketua Panitia Festival Museum Jogja, GKR Bendara, menyatakan hampir semua kegiatan Festival Museum Jogja dilangsungkan secara daring karena masih dalam suasana PPKM. Namun, semangat untuk membawa dunia permuseuman ke arah yang lebih baik diharapkan terwujud dengan adanya kegiatan ini.
GKR Bendara mengungkapkan Barahmus telah berbuat banyak dalam perjalanannya selama 50 tahun di kancah permuseuman DIY dan Indonesia. Perjalanan yang panjang dan berliku itu patut dikenang dalam sebuah perayaan, dengan kondisi pandemi yang dialami Indonesia dan negara lain di dunia menjadi tantangan yang harus dihadapi.
Oleh sebab itu, memanfaatkan teknologi dengan menyelenggarakannya secara daring adalah pilihan bijak. Ini membuktikan bahwa museum yang selalu dianggap kuno dan masa lalu, juga bisa melangkah ke depan dan berbaur dengan kemajuan teknologi.
"Pada kesempatan ini kita bersama juga berharap agar museum bisa menjadi salah satu tujuan pariwisata. Sebab museum masih kalah dari destinasi wisata lain. Kami akan berusaha berkolaborasi dengan berbagai pihak agar harapan semua pihak bisa dipertemukan pada acara ini dengan optimal. Masih banyak juga stigma yang melekat bahwa museum terkesan kuno dan jadul. Ini yang akan kami bahas dan ubah perlahan-lahan," kata dia.
Adapun sejumlah acara menarik yang bakal digelar yakni Tapak Tilas, Seminar Internasional yang menghadirkan pembicara ternama dari museum-museum ternama di dunia, Jogja Museum Expo, dan Museum Performance. Rangkaian acara Festival Museum Jogja disiapkan sedemikian rupa untuk mengajak berefleksi tentang pentingnya sejarah untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Paniatia juga melakukan peluncuran Buku 50 tahun Barahmus dan juga website Barahmus yang beralamat di www.jogjamuseums.org. Website ini akan menjadi pintu gerbang bagi pecinta sejarah di berbagai belahan dunia untuk mengenal dan mempelajari museum-museum di Jogja.
Pembukaan ditandai juga dengan webinar bertajuk Peran Museum di Industri Pariwisata dengan menghadirkan Septriana Tangkary, Direktur IKPM Kementerian Kominfo, Singgih Raharjo, Kepala Dinas Pariwisata DIY, Bobby Adyanto, Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Hery Setyawan, Ketua Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (Asita) DIY, dan Ki Bambang Widodo, Ketua Umum Barahmus DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 17 Taman Budaya mengikuti Temu Karya XXV di Jogja untuk bertukar pengalaman dan praktik pengelolaan kebudayaan antardaerah.
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan tujuh muda-mudi yang mengonsumsi ciu sambil bernyanyi di Taman Kampus ISI Solo.
Pemkab Bantul menyiapkan survei berkala untuk mengevaluasi SPPG dan pelaksanaan MBG, termasuk jumlah, distribusi, kemasan, dan waktu konsumsi.
Bulog mengingatkan penerima tidak menjual beras bantuan pemerintah. Bantuan pangan Oktober-Desember 2026 juga direncanakan kembali disalurkan.
Mengenang konser Guruh Gipsy di Synchronize Fest 2025 yang menjadi penampilan pertama dan terakhir Guruh Sukarnoputra bersama personel asli.
Timnas Indonesia menang 2-0 atas Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026. Garuda selanjutnya menghadapi Malaysia dan Bangladesh di Grup A.