Monkey Malaria Mengintai, IDAI Ungkap Gejala Beratnya
IDAI mengingatkan bahaya monkey malaria yang menular lewat nyamuk dari monyet ke manusia dan bisa memicu infeksi berat hingga kematian.
Tjikko Lama/visitdalama
Harianjogja.com, JAKARTA— Selepas hilangnya pohon “Sang Senator” sebagai salah satu organisme tertua di dunia, ternyata masih ada pohon-pohon kuno yang menarik para wisatawan. Berikut 6 pohon tertua di dunia yang masih tersisa dilansir dari Mental Floss:
Pohon tertua di dunia ini tumbuh pada Zaman Es, lebih dari 9.550 tahun yang lalu. Cemara Norwegia setinggi 16 kaki ini berada di Dalarna Swedia yang sistem akarnya dimulai kembali ketika jembatan es masih menghubungkan Kepulauan Inggris ke Eropa. Leif Kullman, ahli geologi yang menemukan pohon itu, menamainya setelah anjingnya yang mati.
Methuselah, pohon pinus bristlecone dari White Mountains California, diperkirakan berusia hampir 5000 tahun dan merupakan pohon non-klonal tertua di dunia. Lokasi yang tepat dari Methuselah ini adalah rahasia Dinas Kehutanan untuk alasan perlindungan. Pada tahun 1964, pohon yang sedikit lebih tua dengan nama Prometheus secara tidak sengaja ditebang oleh seorang ilmuwan yang tidak menyadari bahwa pohon itu sangat tua.
Llangernyw, pohon yew berusia 4000 tahun ditanam di tempat yang sekarang menjadi halaman gereja Wales Utara ketika Piramida Mesir masih dianggap sebagai perkembangan baru.
Zoroaster Sarv, sebuah pohon di Iran tengah, adalah monumen alam nasional. Cemara berusia 4000 tahun ini berakar tepat pada saat orang-orang kuno di Asia Tengah menemukan roda dengan jari-jari.
Diartikan sebagai Pohon Seratus Kuda adalah pohon kastanye besar di dekat gunung berapi Gunung Etna di Sisilia, diperkirakan berusia antara 2000 dan 4000 tahun. Nama yang tak ada bandingannya ini berasal dari legenda lama di mana 100 ksatria yang basah kuyup dan kuda-kuda mereka mencari perlindungan dari badai petir. Pohon yang benar-benar besar ini memegang rekor dunia untuk ketebalan, dengan keliling 190 kaki hampir sepanjang gelanggang hoki.
Pohon ini adalah sejenis pohon cemara yang tinggi dan ramping di Pegunungan Andes. Dikenal secara umum sebagai Alerce, banyak dari pohon cemara yang menjulang tinggi ini telah ditebang dalam 200 tahun terakhir, tetapi para ilmuwan telah melacak dan melindungi satu pohon tertentu, yang diperkirakan berusia lebih dari 3600 tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
IDAI mengingatkan bahaya monkey malaria yang menular lewat nyamuk dari monyet ke manusia dan bisa memicu infeksi berat hingga kematian.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit melantik Kalemdiklat Polri, lima kapolda baru, dan satu pejabat utama Mabes Polri di Jakarta.