Ilmuwan Jepang Ciptakan Robot yang Bisa Tersenyum dengan Kulit Hidup di Wajahnya
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Ilustrasi pesawat terbang/Pixabay
Harianjogja.com, JOGJA—Penerbangan pesawat antara pulau Westray dan Papa Westray di Skotlandia memegang rekor dunia untuk penerbangan komersial terpendek, karena pesawat biasanya mengudara kurang dari 2 menit.
Kebanyakan dari kita bisa langsung naik mobil, bus, atau kereta api untuk perjalanan singkat, namun segalanya berbeda di pulau-pulau di Skotlandia utara. Dilansir dari Oddity Central, beberapa orang yang tinggal di Kepulauan Orkney di Skotlandia hanya memiliki dua pilihan untuk mobilitas mereka, yaitu naik feri melintasi perairan yang deras, atau penerbangan yang sangat singkat dengan pesawat kecil.
Opsi kedua adalah yang paling populer, karena kapal feri sering kali mengalami gangguan karena gelombang laut yang deras, dan yang paling terkenal karena durasi penerbangan yang pendek.
Faktanya, penerbangan antara pulau Westray dan Papa Westray secara resmi diakui sebagai penerbangan komersial terpendek di dunia. Biasanya berlangsung sekitar 90 detik, tetapi jika angin mendukung, hal ini dapat berakhir dalam waktu kurang dari satu menit.
BACA JUGA: Demi Bantu Operator Call Center, Perusahaan Ini Ciptakan AI yang Mampu Ubah Suara Emosi Pelanggan
Rute penerbangan komersial terpendek di dunia pertama kali ini didirikan pada tahun 1967 dan dioperasikan oleh Loganair sejak saat itu. Jarak tempuhnya hanya 1,7 mil atau 2,7 kilometer, yang lebih pendek dibandingkan landasan pacu di sebagian besar bandara besar di dunia.
Penumpang diterbangkan dengan Britten-Norman Islander, sebuah pesawat kecil yang hanya membutuhkan satu pilot dan hanya memiliki delapan kursi. Tidak ada layanan lain yang disediakan dalam penerbangan ini.
Dalam kondisi normal, penerbangan komersial terpendek di dunia ini berlangsung antara 90 dan 120 detik. Namun, seperti yang ditunjukkan oleh seorang pilot, dalam kondisi cuaca yang mendukung, penerbangan tersebut dapat diselesaikan hanya dalam 53 detik. Sebaliknya, jika dalam keadaan kurang baik, pesawat akan berada di udara selama hampir 3 menit.
Di sisi lain, penerbangan antara Westray dan Papa Westray dikritik sebagai tindakan yang sangat buruk bagi lingkungan karena pendeknya jarak yang ditempuh. Namun, bagi penduduk Westray dan Papa Westray, penerbangan ini merupakan penghubung penting ke pulau-pulau lain yang lebih padat penduduknya.
BACA JUGA: Lebih dari 7 Meter, Inilah Sepeda Raksasa yang Pecahkan Rekor Tertinggi di Dunia
Bagi penduduk Kepulauan Orkney, penerbangan disubsidi oleh Pemerintah Skotlandia, sementara wisatawan akan membayar antara £17 hingga £45 atau sekitar Rp350 ribu hingga Rp950 ribu.
Meskipun populasi kedua pulau tersebut kecil, penerbangan terpendek di dunia bisa menjadi sangat sibuk selama bulan-bulan musim panas, karena ada banyak wisatawan yang ingin menjajal pengalaman unik tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Oddity Central
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan