Gunungkidul Masuki Pancaroba, Angin Kencang Mulai Mengancam
Gunungkidul memasuki masa pancaroba. BPBD mengingatkan potensi angin kencang dan melanjutkan penyaluran bantuan air bersih hingga Desember.
Wahana Jogja Sky di Teras Kaca pada Minggu (2/1/2022)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Gondola untuk ngopi di ketinggian 40 meter sambil menikmati pemandangan Samudra Hindia di Gunungkidul viral dan belakangan dipersoalkan karena belum ada sertifikat keamanan.
CEO Teras Kaca, Nur Nasution, mengatakan siap memenuhi permintaan dari Dinas Pariwisata Gunungkidul untuk mengurus sertifikasi keamanan wahana Jogja Sky di Pantai Nguluran di Kalurahan Girikarto, Panggang. Hal ini sebagai upaya memastikan wahana tidak berbahaya bagi pengunjung.
BACA JUGA: Dinas Pariwisata Gunungkidul Minta Jogja Sky Lengkapi Sertifikasi Keamanan
Menurut dia, sertifikasi ini akan diurus ke lembaga yang mengurusi masalah keselamatan dan kesehatan Kerja (K3). Sebelum mendapatkan izin, wahana ini belum dibuka untuk umum.
“Mudah-mudahan segera terbit dan wahana Jogja Sky bisa dioperasikan, karena kemarin [Minggu 2/1/2022] masih sebatas soft launching,” katanya, Kamis (6/1/2022).
Nur Nasution mengatakan ide membuat wahana ini sudah muncul sejak tiga tahun lalu. Meski belum ada sertifikasi keamanan, ia memastikan teknis keamanan sudah memenuhi standar.
Sebagai contoh, sambung dia, crane sudah menggunakan teknologi terkini. Sedangkan untuk talik penarik gondola dibuat dobel, dengan kekuatan masing-masing menarik beban maksimal empat ton. Ada empat titik untuk menarik gondola sehingga beban maksimal yang ditarik mencapai 32 ton.
“Jadi masih aman. Jika gondola diisi penuh pengunjung, bebannya hanya tiga ton. Ini masih jauh dari beban maksimal yang bisa diangkat,” kata Nur.
Antisipasi keamanan, sambung dia, juga dilakukan pada crane apabila terjadi kemacetan. Pengunjung tidak perlu khawatir dengan mengaktifkan kabel optik sebagai jalur darurat sehingga bisa digunakan untuk turun. “Kami juga menyediakan tabung oksigen untuk berjaga-jaga,” katanya.
BACA JUGA: Satu-satunya di Indonesia, Naik Gondola di Gunungkidul Sambil Ngopi Melihat Samudra Hindia
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Muhammad Arif Aldian memberikan apresiasi kepada pengelola Teras Kaca yang ikut berpartisipasi dalam upaya pengembangan pariwisata di Gunungkidul. Meski demikian, ia meminta pengelola wahana Jogja Sky memiliki sertifikasi keamanan.
“Pada prinsipnya kami mengapresiasi, tapi wahana baru ini harus benar-benar dipastikan keamanannya,” kata Aldian, Rabu (5/1/2022).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul memasuki masa pancaroba. BPBD mengingatkan potensi angin kencang dan melanjutkan penyaluran bantuan air bersih hingga Desember.
Freeport meminta kejelasan prosedur ekspor emas terkait bea keluar 10% yang dinilai bertentangan dengan ketentuan IUPK perusahaan.
GIIAS Makassar 2026 menghadirkan 18 merek otomotif, terdiri dari 14 merek kendaraan penumpang dan empat merek sepeda motor.
PN Yogyakarta menjatuhkan hukuman 2-3 tahun penjara kepada 11 pengasuh Little Aresha, disertai denda Rp60 juta untuk setiap terdakwa.
PANDI mendorong Universal Acceptance agar aksara Bali, Jawa, Pegon, Jawi, dan Arab Melayu bisa digunakan di ekosistem internet global.
Prof Uceng mengajak massa aksi mengacungkan tiga jari dan meneriakkan revolusi di Titik Nol Jogja saat demonstrasi, Rabu (28/10/2026).