Dinas Pariwisata Gunungkidul Minta Jogja Sky Lengkapi Sertifikasi Keamanan

Wahana Jogja Sky di Teras Kaca, Gunungkidul. - Harian Jogja/David Kurniawan
06 Januari 2022 06:17 WIB David Kurniawan Wisata Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul Muhammad Arif Aldian mengapresiasi pengelola Teras Kaca yang berpartisipasi dalam upaya pengembangan pariwisata di Gunungkidul. Meski demikian, ia meminta pengelola melengkapi sertifikasi keamanan Jogja Sky sebelum mengoperasikan gondola.

“Pada prinsipnya kami mengapresiasi, tapi wahana baru ini harus benar-benar dipastikan keamanannya,” kata Aldian saat mengunjungi Teras Kaca, Rabu (5/1/2021).

BACA JUGA: Satu-satunya di Indonesia, Naik Gondola di Gunungkidul Sambil Ngopi Melihat Samudra Hindia

Kunjungan tersebut melibatkan organisasi perangkat daerah lain seperti Dinas Perindustrian Koperasi UKM dan Tenaga Kerja serta Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTST).

“Kami sudah berkoordinasi dan meminta agar masalah keselamatan benar-benar diperhatikan. Selain itu, juga ada izin dari DPMPTST terkait dengan pengoperasian,” ujarnya.

Menurut dia, sertifikasi keamanan bisa diurus ke pihak-pihak yang berkompeten terkait dengan penilaian atas tersebut. Asesmen berkaitan dengan keamanan, sambung Aldian, sangat dibutuhkan untuk memastikan keselamatan pengunjung yang akan mencoba wahana ini.

“Keamanan tidak hanya untuk pengunjung, tapi juga pengelola,” katanya.

Aldian mengatakan wahana Jogja Sky belum dibuka. Pengoperasian masih sebatas soft launching. “Memang belum buka dan kami sudah mengklarifikasi ke pemiliki. Kami juga sarankan mereka agar menyelesaikan perizinan dan sertifikasi keamanan sebelum benar-benar buka,” katanya.

BACA JUGA: Mengenal Metaverse, Dunia Virtual yang Memperjualbelikan Alun-Alun Utara Jogja untuk Investasi

CEO Teras Kaca di Pantai Ngluluran, Girikarto, Kapanewon Panggang, Nur Nasution, pada saat launching pada Minggu (2/1/2022) memastikan keselamatan pengunjung merupakan hal yang utama. Peralatan juga terus dirawat. Tali penarik diganti setiap tiga bulan sekali.

“Kami memperhatikan keselamatan para pengunjung untuk bisa menikmati kopi dan keindahan Samudera Hindia dari ketinggian sekitar 40 meter dari permukaan tanah,” katanya.