Gunungkidul Masuki Pancaroba, Angin Kencang Mulai Mengancam
Gunungkidul memasuki masa pancaroba. BPBD mengingatkan potensi angin kencang dan melanjutkan penyaluran bantuan air bersih hingga Desember.
Wahana Jogja Sky di Teras Kaca, Gunungkidul./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul Muhammad Arif Aldian mengapresiasi pengelola Teras Kaca yang berpartisipasi dalam upaya pengembangan pariwisata di Gunungkidul. Meski demikian, ia meminta pengelola melengkapi sertifikasi keamanan Jogja Sky sebelum mengoperasikan gondola.
“Pada prinsipnya kami mengapresiasi, tapi wahana baru ini harus benar-benar dipastikan keamanannya,” kata Aldian saat mengunjungi Teras Kaca, Rabu (5/1/2021).
BACA JUGA: Satu-satunya di Indonesia, Naik Gondola di Gunungkidul Sambil Ngopi Melihat Samudra Hindia
Kunjungan tersebut melibatkan organisasi perangkat daerah lain seperti Dinas Perindustrian Koperasi UKM dan Tenaga Kerja serta Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTST).
“Kami sudah berkoordinasi dan meminta agar masalah keselamatan benar-benar diperhatikan. Selain itu, juga ada izin dari DPMPTST terkait dengan pengoperasian,” ujarnya.
Menurut dia, sertifikasi keamanan bisa diurus ke pihak-pihak yang berkompeten terkait dengan penilaian atas tersebut. Asesmen berkaitan dengan keamanan, sambung Aldian, sangat dibutuhkan untuk memastikan keselamatan pengunjung yang akan mencoba wahana ini.
“Keamanan tidak hanya untuk pengunjung, tapi juga pengelola,” katanya.
Aldian mengatakan wahana Jogja Sky belum dibuka. Pengoperasian masih sebatas soft launching. “Memang belum buka dan kami sudah mengklarifikasi ke pemiliki. Kami juga sarankan mereka agar menyelesaikan perizinan dan sertifikasi keamanan sebelum benar-benar buka,” katanya.
BACA JUGA: Mengenal Metaverse, Dunia Virtual yang Memperjualbelikan Alun-Alun Utara Jogja untuk Investasi
CEO Teras Kaca di Pantai Ngluluran, Girikarto, Kapanewon Panggang, Nur Nasution, pada saat launching pada Minggu (2/1/2022) memastikan keselamatan pengunjung merupakan hal yang utama. Peralatan juga terus dirawat. Tali penarik diganti setiap tiga bulan sekali.
“Kami memperhatikan keselamatan para pengunjung untuk bisa menikmati kopi dan keindahan Samudera Hindia dari ketinggian sekitar 40 meter dari permukaan tanah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul memasuki masa pancaroba. BPBD mengingatkan potensi angin kencang dan melanjutkan penyaluran bantuan air bersih hingga Desember.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis, 29 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Anggaran infrastruktur Kulon Progo dalam KUA 2027 mencapai Rp425,2 miliar, dengan fokus pemeliharaan rutin dan rekonstruksi jalan.
Pemprov Jateng berkoordinasi dengan BKN, PPATK, dan OJK untuk menelusuri ASN yang diduga terlibat judi online serta menegakkan aturan disiplin.
Daya beli melemah, UMKM DIY dituntut beradaptasi. Jumlah usaha mencapai 347.744 unit, sementara KUR tersalur Rp3,31 triliun hingga Juli 2026.
DPRD Sleman mendorong program Rumah Ibadah Ramah Anak untuk memperkuat nilai spiritual, sosial, dan pembentukan karakter generasi muda.