Menahan Yen di 160 per Dolar: Akankah Intervensi ASJepang Efektif?
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
Masjid Sheikh Zayed Al Nahyan Solo. - Surakarta.go.id
Harianjogja.com, SOLO—Pergerakan wisatawan di Kota Solo menunjukkan pola baru. Dalam beberapa tahun terakhir, arus kunjungan tidak lagi terpusat pada destinasi berbayar atau situs budaya utama, tetapi mulai menyebar ke kawasan-kawasan publik yang bersifat terbuka.
Fenomena tersebut terlihat mencolok selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Kepala Bidang Destinasi dan Pemasaran Pariwisata Disbudpar Solo, Gembong Hadi Wibowo, menuturkan Pasar Gede, Koridor Gatot Subroto (Gatsu), dan kawasan Ngarsopuro menjadi titik keramaian paling menonjol.
“Area-area itu justru menjadi magnet baru. Meski tanpa tiket masuk, lonjakan pengunjungnya sangat terasa saat Nataru,” ujar Gembong saat dihubungi, Rabu (8/1/2026).
Ia menyampaikan, Disbudpar tetap menyiapkan mekanisme estimasi jumlah pengunjung untuk ruang publik. Pola serupa juga muncul di Taman Sriwedari, Monumen Pers, serta Masjid Raya Sheikh Zayed yang terus menjadi destinasi favorit.
Menurutnya, wisatawan kini lebih gemar mencari tempat yang menawarkan suasana segar, baru dibenahi, atau tengah menjadi perbincangan. Sementara destinasi klasik seperti keraton dan museum masih diminati, namun sudah tidak lagi menduduki posisi puncak kunjungan.
“Sekarang orang datang ke Solo tidak melulu ke destinasi yang itu-itu saja. Banyak yang datang untuk melihat Balekambang pasca revitalisasi, menikmati Solo Safari, atau berkunjung ke Masjid Raya Sheikh Zayed yang sampai hari ini masih sangat populer,” jelasnya.
Kunjungan dan Perilaku Wisatawan
Data Disbudpar menunjukan Masjid Raya Sheikh Zayed tetap menjadi destinasi nomor satu, kemudian Taman Balekambang dan Solo Safari.
Di sisi lain, perubahan perilaku wisatawan turut terlihat dari tingkat okupansi hotel. Sepanjang 2025, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) berada pada rata-rata 48,4%. Angka ini melonjak drastis saat musim puncak seperti Nataru.
Gembong menilai kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa di luar periode libur panjang, sebagian wisatawan hanya singgah untuk kuliner atau berbelanja sebelum kembali pulang tanpa bermalam. “Bisa jadi mereka menginap di rumah kerabat, memilih homestay, atau hanya transit saja,” ujarnya.
Melihat kecenderungan itu, Disbudpar Solo berencana mengatur kembali kalender acara agar lebih selaras dengan momentum long weekend atau cuti bersama.
“Ketika event beririsan dengan libur panjang, dampaknya bisa lebih besar. Tidak hanya jumlah wisatawan yang naik, tetapi okupansi hotel juga berpeluang menembus 80 persen atau bahkan lebih,” kata Gembong.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
Gunungkidul menyiapkan fasilitas RDF berkapasitas 60 ton sampah per hari. Lelang ditargetkan Oktober 2026 dan beroperasi 2029.
Pemkot Magelang mengingatkan pentingnya menguras tangki septik berkala melalui layanan L2T2 demi sanitasi sehat dan berkelanjutan.
Prabowo menghadiri peluncuran MOLINAS di Cikarang, mencakup manufaktur, baterai, charging, pembiayaan hingga pasar.
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.