Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026, Tarif Rp8.000
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Antrean kendaraan di perempatan Imogiri, Bantul, Jumat (7/6/2019).- Harian Jogja/Salsabila Annisa Azmi
Harianjogja.com, JOGJA--Kota Jogja dan DIY pada umumnya menjadi salah satu destinasi wisata. Arus lalu lintas yang macet bukan pemandangan yang aneh terutama saat libur akhir pekan. Dari sejumlah titik kemacetan, ada lima titik yang terjadi hampir setiap hari.
Lima titik kemacetan ini cukup menguras emosi hingga mengakibatkan gelisah dan asam lambung naik bagi orang yang tidak sabar dalam berkendara. Berikut ini adalah titik kemacetan di seputar area Kota Jogja berdasarkan pantauan Harianjogja.com selama beberapa pekan terakhir :
Simpang ini menjadi simpul antrean panjang kemacetan nyaris di empat penjuru arus lalu lintas. Wisatawan perlu menghindari kawasan ini saat berwisata ke Jogja.
Dari arah barat antrean panjang terjadi karena arus dari arah barat yang sudah tidak terkontrol lagi, karena kendaraan arah barat dari simpang empat Jalan Kaliurang bisa langsung melewati terowongan Kenthungan. Akibatnya arus roda empat menumpuk di jalur cepat sisi barat simpang empat Gejayan. Kondisi ini biasanya terjadi dari pukul 09.00 hingga 11.00 WIB dan pukul 15.00 hingga 18.00 WIB terutama saat akhir pekan.
Sedangkan antrean dari arah selatan persimpangan ini lebih sering terjadi pada saat sore hari atau saat waktu masyarakat pulang kerja antara pukul 16.00 hingga 17.30 WIB.
Kawasan macet lainnya yang perlu dihindari saat berwisata ke Jogja adalah simpang empat Gejayan-Lippo Plaza. Antrean panjang sering kali terjadi dari Simpang Empat Bangjo hingga ke timur kawasan Kampus UIN Sunan Kalijaga. Hal ini disebabkan karena kondisi ruas jalan yang relatif sempit, hanya cukup untuk dua kendaraan bermotor.
Selain itu arus dari arah Solo yag akan menuju kawasan Malioboro lebih banyak melewati jalur ini karena menjadi pintu masuk yang paling mudah diakses. Kemacetan biasanya terjadi dari pukul 09.00 WIB hingga larut malam.
“Enggan lewat Jalan Godean, itulah kalimat yang kerap disampaikan para pelaju dari barat Jogja yang bekerja di Kota Jogja. Kondisi jalan sangat sempit, sementara arus lalu lintas yang terus bertambah sehingga tak sebanding. Akibatnya jalan ini kerap terjadi antrean panjang terutama dari arah Ringroad menuju ke barat.
BACA JUGA: Pasangan Selingkuh, Ini Tanda Awalnya
Selain menjadi salah satu jalur wisata Menoreh, Jalan Godean juga kerap menjadi alternatif bagi masyarakat di utara Jogja yang akan menuju ke Bandara YIA. Akibatnya arus lalu lintas di kawasan ini terus membludak.
Jalan Imogiri Timur senasib dengan Jalan Godean yang sudah bertahun-tahun tidak diperlebar meski arus lalu lintas saat ini terus meningkat. Kawasan jalan ini menjadi alternatif bagi masyarakat terutama usai berwisata dari kawasan Panggang, Gunungkidul atau perbukitan Dlingo, Bantul. Antrean panjang dari arah selatan persimpangan ini biasanya terjadi saat pulang jam kerja atau ketika libur akhir pekan.
Titik antrean ini terutama dari arah barat dari depan eks Hotel Quality hingga Hotel Sheraton. Kemacetan sering terjadi terutama saat libur akhir pekan dan saat sore hari waktu masyarakat pulang jam kerja. Biasanya antrean makin panjang terutama di titip penggal depan Hotel Sheraton karena adanya kendaraan roda empat yang ingin putar balik.
Lima titik kemacetan ini layak untuk menjadi perhatian wisatawan saat berwisata ke Jogja maupun aparat kepolisian dan Dinas Perhubungan dengan melakukan rekayasa durasi pengaturan lampu bangjo yang lebih efektif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Ratusan warga Muhammadiyah dan masyarakat gotong royong membongkar atap MTsM 4 Sambungmacan Sragen yang ambruk.
Persib Bandung wajib meraih kemenangan atas PSM Makassar demi menjaga peluang juara Super League 2025/2026.
Bulog DIY optimistis target serapan gabah 2026 tercapai sebelum Juni di tengah panen raya dan antisipasi dampak El Nino.
Aktivitas Gunung Mayon di Filipina meningkat dengan puluhan gempa vulkanik dan aliran lava, sementara status Siaga 3 tetap berlaku.
Kapolri Listyo Sigit menargetkan pembangunan 1.500 SPPG Polri pada 2026 untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis.