Tren Sepatu Pink Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026
Sepatu pink mendominasi Piala Dunia 2026, tren baru hasil visibilitas, fesyen global, dan ekspresi pemain di lapangan.
Foto ilustrasi wisatawan sedang traveling. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Vietnam resmi memberlakukan sistem kartu kedatangan digital bagi pelaku perjalanan internasional sebagai bagian dari modernisasi layanan imigrasi.
Kebijakan ini mulai berlaku efektif sejak 15 April 2026 dan tahap awal diterapkan di Bandara Internasional Tan Son Nhat, yang menjadi pintu masuk tersibuk di negara tersebut.
Mainly Miles menyatakan, langkah ini diambil untuk mempercepat proses pemeriksaan dokumen sekaligus mengurangi antrean panjang di area imigrasi. Sebelumnya, waktu tunggu di bandara tersebut bisa mencapai dua jam dengan antrean ratusan penumpang saat jam sibuk.
Melalui sistem baru ini, penumpang cukup mengisi formulir secara daring sebelum keberangkatan. Setelah itu, mereka akan menerima kode QR yang dapat langsung dipindai oleh petugas imigrasi tanpa perlu input data manual.
The Straits Times mengungkapkan, seluruh warga negara asing (WNA), baik pemegang visa maupun yang memperoleh fasilitas bebas visa, diwajibkan mengisi kartu kedatangan digital ini. Pengisian hanya dapat dilakukan maksimal 72 jam sebelum waktu kedatangan di Vietnam.
Namun, terdapat pengecualian bagi warga negara Vietnam pemegang paspor lokal serta penumpang transit yang tidak melewati pemeriksaan imigrasi.
Bagi pelaku perjalanan yang belum sempat mengisi formulir secara daring, pengisian masih dapat dilakukan saat tiba di bandara. Meski demikian, langkah ini berpotensi memperpanjang waktu antrean.
Proses pengisian kartu kedatangan digital terdiri dari empat tahap utama. Pertama, pengisian informasi pribadi seperti data paspor, nama lengkap, kewarganegaraan, dan kontak. Kedua, detail perjalanan yang mencakup asal keberangkatan, moda transportasi, nomor penerbangan, serta alamat tujuan di Vietnam.
Tahap ketiga adalah verifikasi data menggunakan kode OTP yang dikirim melalui email. Terakhir, sistem akan menerbitkan nomor file dan kode QR yang wajib disimpan untuk ditunjukkan saat pemeriksaan.
Ke depan, pemerintah Vietnam berencana memperluas penerapan sistem ini ke kota lain seperti Hanoi dan Da Nang. Maskapai dan agen perjalanan juga didorong untuk aktif menyosialisasikan kebijakan ini kepada calon penumpang.
Penutup:
Dengan penerapan sistem digital ini, Vietnam berharap proses masuk wisatawan menjadi lebih efisien dan nyaman. Bagi calon pelancong, memastikan pengisian data sebelum keberangkatan menjadi langkah penting untuk menghindari kendala saat tiba.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sepatu pink mendominasi Piala Dunia 2026, tren baru hasil visibilitas, fesyen global, dan ekspresi pemain di lapangan.
Pemkab Sragen menetapkan siaga darurat kekeringan 2026. Sebanyak 34 desa rawan terdampak, BPBD menyiapkan 500 tangki air bersih.
Mendagri Tito Karnavian meminta daerah memperbanyak nobar Piala Dunia 2026 untuk menggerakkan UMKM dan mendorong ekonomi lokal.
Kemenag membuka seleksi terbuka enam jabatan Eselon II. Pendaftaran berlangsung 12-26 Juni 2026 secara online.
Pelemahan rupiah mendekati Rp18.000 per dolar AS membuat biaya produksi dan logistik eksportir Jogja melonjak, margin keuntungan makin tertekan.
Pekan Fotografi Sewon 2026 di ISI Jogja menampilkan 32 karya tentang abrasi, krisis air bersih, dan upaya masyarakat menjaga lingkungan.