Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 23 Juli 2026
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 23 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Jemparingan di Borobudur Highland sebagai wisata budaya berbasis wellness tourism yang melibatkan masyarakat lokal. /Istimewa.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) meluncurkan atraksi wisata budaya baru bertajuk Land & Legacy Jemparingan di Zona Otorita Borobudur Highland. Produk wisata berbasis wellness tourism ini memadukan olahraga tradisional jemparingan, sejarah Perang Jawa, keindahan Perbukitan Menoreh, serta pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Kehadiran atraksi baru tersebut melanjutkan pengembangan wisata tematik BPOB setelah sebelumnya menghadirkan program Moekti Diri pada 2025. Melalui konsep tersebut, wisatawan tidak hanya menikmati panorama alam, tetapi juga diajak mengenal warisan budaya sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi warga di kawasan penyangga.
Land & Legacy Jemparingan menghadirkan pengalaman memanah tradisional gaya Mataraman di tengah kawasan hutan Borobudur Highland yang berada di lanskap Perbukitan Menoreh.
Selain menjadi atraksi budaya, jemparingan diposisikan sebagai bagian dari wellness tourism karena menggabungkan latihan konsentrasi, ketenangan emosi, olah rasa, dan ketangkasan fisik.
Peluncuran program tersebut digelar pada 20 Juli bertepatan dengan peringatan letusan awal Perang Jawa 1825 sekaligus haul Pangeran Diponegoro. Kawasan Menoreh dipilih karena memiliki nilai historis sebagai salah satu basis pertahanan dan gerilya Pangeran Diponegoro bersama pasukannya selama periode 1825–1830.
Libatkan Komunitas dan Warga Nglinggo
Sebagai bagian dari peluncuran, BPOB mendampingi masyarakat menggelar syukuran berdirinya Paseduluran Jemparing Gagak Roban di Nglinggo, Desa Pagerharjo, Kalibawang, Kulonprogo.
Komunitas tersebut mendapat pendampingan melalui berbagai pelatihan agar keterlibatan masyarakat di kawasan penyangga Borobudur Highland mampu memberikan manfaat ekonomi secara langsung.
Peluncuran atraksi juga diikuti 30 pemanah dari berbagai paguyuban jemparingan yang berasal dari DIY, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.
"Ini momentum penting bagi kami para pelestari tradisi untuk mengenalkan olah jiwa jemparingan kepada masyarakat luas dan wisatawan dalam ekosistem kawasan yang terkelola secara profesional,” ungkap Pengurus Paseduluran Jemparing Langenlastro, Agung, Jumat (23/7/2026).
Kolaborasi Pemerintah dan Komunitas Budaya
Pengembangan Land & Legacy Jemparingan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Pariwisata Kulonprogo, Pemerintah Desa Wisata Nglinggo, perangkat Dusun Nglinggo Timur dan Nglinggo Barat, Sanggar Ndalem Tanu, hingga komunitas jemparingan seperti Langenlastro, Trajumas, dan Teratai Kota.
Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo, Sutarman, menilai kolaborasi lintas sektor menjadi modal penting untuk menghadirkan destinasi yang berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
"Sinergi antara pemerintah, desa wisata, komunitas, dan pelaku budaya diharapkan dapat menciptakan atraksi wisata yang menarik, berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar,” papar Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo, Sutarman.
Target Tingkatkan Lama Tinggal Wisatawan
BPOB berharap kehadiran destinasi tematik tersebut mampu memperkaya pilihan aktivitas wisata di Borobudur Highland. Diversifikasi produk wisata itu juga ditargetkan meningkatkan lama tinggal wisatawan (length of stay) sekaligus mendorong peningkatan belanja wisatawan selama berada di kawasan.
Pengembangan destinasi ini diproyeksikan memberikan multiplier effect bagi ekosistem pariwisata yang menghubungkan Magelang, Kulonprogo, dan Purworejo (Gelar Sejuta).
Selain memperkuat sektor pariwisata, pertumbuhan destinasi berbasis komunitas diharapkan mendorong lahirnya UMKM baru, memperluas usaha akomodasi, serta membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat lokal.
"Kami ingin memastikan Borobudur Highland berkembang sebagai pusat wisata berkualitas tinggi yang menjaga warisan leluhur sekaligus menggerakkan roda perekonomian lokal secara adil,” pungkas Direktur Destinasi Pariwisata BPOB, Neysa Amelia.
Perpaduan nilai sejarah Perang Jawa, panorama Perbukitan Menoreh, serta keterlibatan masyarakat lokal menjadikan Land & Legacy Jemparingan diproyeksikan sebagai salah satu ikon wisata budaya baru di Borobudur Highland yang mengedepankan pelestarian tradisi sekaligus penguatan ekonomi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 23 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Wapres Gibran kembali mendorong pengesahan RUU Perampasan Aset sebagai langkah memperkuat pemberantasan korupsi dan pemulihan aset negara.
SIM keliling Bantul hari ini hadir di Kantor Pemda Bantul . Cek jadwal lengkap dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Harga buyback emas Antam, Galeri 24, dan UBS di Pegadaian kompak turun pada Sabtu 25 Juli 2026. Berikut daftar harga terbarunya.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo Juli 2026 resmi dirilis. Cek lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
Dokter jantung mengingatkan olahraga rutin setelah usia 40 tahun tetap penting untuk menjaga kesehatan jantung, asalkan dilakukan bertahap dan terukur.