Messi Digaji Rp462 Miliar di MLS, Son Heung-min Kalah Jauh
Lionel Messi menjadi pemain bergaji tertinggi MLS 2026 dengan pendapatan Rp462 miliar per tahun, jauh meninggalkan Son Heung-min.
Suasana Pantai Parangtritis dipenuhi para wisatawan, Sabtu (25/12/2021). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, JOGJA — Wisata menjadi sebuah kebutuhan. Utamanya untuk menghilangkan penat di tengah padatnya pekerjaan dan rutinitas. Namun, pilihan wisata yang Anda lakukan jangan sampai menimbulkan masalah baru, utamanya keuangan. Oleh karena itu, Anda bisa wisata hemat.
Berikut tips wisata hemat yang bisa Anda terapkan :
Jika Anda ingin berhemat, jangan travelling saat peak season dan musim liburan. Sebab, semua tarif akan naik saat musim liburan, mulai dari tarif tempat penginapan, tiket pesawat, tiket masuk tempat wisata, bahkan tempat makan.
Pilihlah kamar hotel dan mobil sewaan yang menawarkan harga terjangkau. Tidak perlu mewah, bersih dan aman rasanya sudah cukup. Jika memungkinkan manfaatkan pilihan diskon yang diberikan.
Pilih kamar hotel yang menyediakan dapur di dalamnya. Dengan begitu, Anda bisa menyimpan persediaan makanan dan memasak sendiri untuk makan selama berlibur.
Anda dapat memanfaatkan shuttle hotel/bandara yang masih lebih ramah kantong. Atau jika Anda memang memiliki jiwa petualang yang tinggi, pilih saja transportasi umum lokal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lionel Messi menjadi pemain bergaji tertinggi MLS 2026 dengan pendapatan Rp462 miliar per tahun, jauh meninggalkan Son Heung-min.
TPR Baron Gunungkidul resmi menerapkan pembayaran full cashless. Sistem non tunai akan dievaluasi sebelum diterapkan di TPR lain.
KKP mempercepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih untuk memperkuat hilirisasi perikanan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Komdigi meminta seluruh platform digital menyelesaikan self assessment PP Tunas sebelum 6 Juni 2026 untuk perlindungan anak di ruang digital.
Pemkot Yogyakarta kembangkan Program Bule Mengajar di kampung wisata untuk memperkuat pariwisata berbasis masyarakat dan UMKM lokal.
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.