Inflasi Agustus Gunungkidul Tertinggi se-DIY, Ini Pemicunya
Inflasi Gunungkidul pada Agustus 2026 mencapai 0,28%, tertinggi di DIY. Harga daging ayam ras menjadi penyumbang terbesar.
Sebuah penunjuk arah ke Embung Batara Sriten terpasang di pertigaan jalur Patuk-Ngawen tepatnya di Kalurahan Pilangrejo, Nglipar, 28 Februari 2022./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Embung Batara Sriten di Pilangrejo, Nglipar menjadi salah satu objek wisata hits di wilayah utara Gunungkidul. Namun, sepeda motor matik diimbau tidak naik ke Embung Sriten karena berbahaya.
BACA JUGA: 2 Pesona Objek Wisata yang Ditutup karena Merapi, Dinginnya Kebangetan
Letak embung yang berada dii ketinggian 856 meter di ata permukaan air laut itu memiliki keunikan tersendiri. Meski demikian, jalur menuju lokasi juga terhitung ekstrem dan rawan kecelakaan karena memiliki tanjakan yang curam. Oleh karenanya, ada imbauan untuk tidak menggunakan motor matik saat berkunjung ke kawasan ini.
Salah satu imbauan diserukan oleh Lurah Pilangrejo, Sunaryo. Menurut dia, Embung Sriten sangat indah karena letaknya berada di wilayah perbukitan atau berada di ketinggian 856 meter di atas permukaan laut.
“Imbauan ini bertujuan untuk meminimalkan terjadinya kecelakaan karena letak embung masuk dataran tinggi di Gunungkidul,” katanya, kemarin.
Sunaryo mengatakan pada saat embung selesai dibangun di 2015 lalu, sempat ada pengunjung yang meninggal dunia karena mengalami kecelakaan saat pulang dari embung. Meski demikian, upaya antisipasi telah dilakukan pemasangan rambu-rambu peringatan juga ada pagar pembatas untuk di daerah rawan.
“Pengamanan dipasang bersama-sama dengan DPUPRKP Gunungkidul,” ujarnya.
BACA JUGA: Deretan Wisata Buah Petik Sendiri di Jogja, Nomor 4 Masih Baru
Dia mengatakan keselamatan pengendara tidak lepas dari kemahiran pegunjung saat mengendarai kendaraan bermotor. Zona rawan kecelakaan lebih sering terjadi pada saat turun atau pulang dari kunjungan dari embung.
“Kalau tidak mahir, motor matik bisa mengalami rem blong saat turun. Jadi, kami tidak merekomendasikan motor jenis ini untuk naik ke Sriten,” katanya.
Dia pun berharap pengunjung dapat mematuhi imbauan ini demi keselamatan bersama.
“Kalau motor manual tidak masalah karena saat turun bisa diatur ke gigi rendah, tapi kalau matik tidak bisa karena untuk menahan laju kecepatan hanya mengandalkan upaya pengereman. Sedangkan saat rem terus-terusan digunakan akan mempercepat piringan cakram panas sehingga potensi rem blong semakin tinggi,” katanya ungkapnya.
Kepala Dinas Perhubungan Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto mengatakan sudah memetakan jalur rawan kecelakaan di Gunungkidul. Beberapa jalur yang dinilai rawan seperti tanjakan Pokcucak di Bedoyo, Ponjong; Tanjakan Bundelan dan Sambeng di Kapanewon Ngawen atau Tanjakan Clongop di Kapanewon Gedangsari.
BACA JUGA: 7 Fakta Pantai Mesra, Pantai Menawan di Gunungkidul yang Ramah Keluarga
“Jalur Sriten juga masuk berbahaya sehingga pengendara harus lebih berhati-hati,” katanya.
Menurut dia, jalur yang aman dilalui ada di Tanjakan Sambeng. Jalan sudah lebar sehingga bus besar tidak kesulitas pada saat melintas. “Di sana juga ada kolam jebakan untuk antisipasi kendaraan yang mengalami rem blong,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Inflasi Gunungkidul pada Agustus 2026 mencapai 0,28%, tertinggi di DIY. Harga daging ayam ras menjadi penyumbang terbesar.
DPRD Kota Jogja meminta Pemkot mengevaluasi portal di sirip Malioboro agar akses pejalan kaki dan penyandang disabilitas tidak terganggu.
KAI menambah rangkaian dan perjalanan kereta pada 7 September 2026. Cek rute kereta tambahan dari Jakarta, Jogja, hingga Surabaya.
Simak ramalan 12 zodiak untuk 7-13 September 2026 soal karier, finansial, hubungan, pertemanan, akademik, dan peluang baru.
DPR memastikan RUU Perampasan Aset ditargetkan disahkan 15 Desember 2026. Komisi III menekankan aturan tak boleh jadi alat abuse of power.
InfraNexia dan XLSMART memperluas kerja sama infrastruktur konektivitas untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi jaringan di Indonesia.