PKS Bantul Beri Penghargaan Ibu Inspiratif di Hari Ibu 2025
PKS Bantul memberikan penghargaan kepada ibu-ibu inspiratif dan tangguh dalam rangka peringatan Hari Ibu 2025.
Ibu-ibu warga Desa Mulo, Kecamatan Wonosari, memainkan gejog lesung sebagai salah satu atraksi wisata di Geosite Gua Ngingrong, Kamis (11/4/2019)./Harian Jogja-Rahmat Jiwandono
Harianjogja.com, BANTUL-Setelah dua tahun tidak diizinkan menggelar atraksi wisata saat libur panjang karena pandemi Covid-19, kini tempat wisata di Bantul diperbolehkan melakukan atraksi wisata pada libur lebaran Idulfitri nanti.
Kepala Seksi Promosi dan Informasi Dinas Paiwisatar Bantul, Markus Purnomo Adi mengatakan tempat wisata dibolehkan menggelar atraksi wisata untuk menghibur wisatawan saat liburan Lebaran nanti, “Kalau pengelola wisata akan mengadakan atraksi wisata secara mandiri tidak masalah,” kata Markus, Sabtu (16/4/2022).
Namun ia memberi catatan agar atraksi wisata tetap mengedepankan protokol kesehatan seperti mengenakan masker dan menjaga jarak meski kasus Covid-19 di Bantul sudah melandai. Sebab dikhawatirkan euporia lebaran menambah kasus Covid-19 kembali.
Dari Dinas Pariwisata sendiri liburan tahun ini masih tidak mengadakan atraksi wisata seperti sebelum pandemi yang biasa diadakan setiap liburan panjang atau long weekend. Menurutnya, awalnya atraksi wisata sempat mau diadakan, namun saat itu Dinas Pariwisata mengira mudik masih dilarang sehingga anggaran untuk aktraksi wisata dicoret.
Baca juga: 5 Tempat Wisata yang Kerap Dijadikan Tempat Padusan Favorit di Jogja
Namun ternyata kasus Covid-19 melandai dan Pemerintah Pusat membolehkan masyarakat untuk mudik serta tidak ada penutupan objek-objek wista, “Anggaran atraksi wisata di tempat wisata dicoret, kita tidak tahu kasus Covid-19 bakal melandai dan mudik dibolehkan,” ucap Markus.
Akan tetapi jika pengelola wisata akan mengadakan atraksi wisata secara mandiri pihaknya tidak melarangnya, justru menganjurkan untuk menghibur wisatawan. Selama ini ia menilai sejumlah objek wisata sudah menggelar atraksi wisata seperti di Puncak Sosok, Bawuran, Pleret, dengan menggelar musik akustik. Kemudian di Kebun Pring Piyungan juga menggelar hiburan campursari dan musik tradisional.
Pengelola Wisata Puncak Sosok, Rudi Harianto mengatakan belum berani menggelar acara besar selama libur Lebaran, “Masih ragu-ragu mas kalau menggelar event besar karena belum diizinkan oleh Satgas Penanganan Covid-19. Kita mau ngadain acara sepeda balap aja setelah lebaran diminta diundur Juni,” katanya.
Namun untuk menyambut wisatawan saat libur Lebaran ia hanya menghibur melalui live music, penataan stan kuliner, perbaikan tempat parkir, dan penambahan personel pengelola supaya wiatawan nyaman saat berlibur di Puncak Sosok.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rosan Roeslani mengusulkan tambahan anggaran Rp578,93 miliar untuk mengejar target investasi nasional Rp2.322 triliun pada 2027.
Draf kesepakatan Iran-AS bocor. Selat Hormuz dibuka, sanksi ditangguhkan, aset Iran Rp427 triliun siap dicairkan.
Kenaikan harga BBM non-subsidi mendorong Pemda DIY memperketat penggunaan kendaraan dinas, memperbanyak rapat daring, dan efisiensi operasional.
Menteri Keuangan Purbaya menegaskan pelaku yang merugikan negara akan terus dikejar hingga aset berhasil dipulihkan untuk negara.
Presiden Prabowo Subianto menyambut Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Merdeka. Bahas kerja sama ekonomi dan tenaga kerja terampil.