Gelombang Tinggi, 3 Perahu Nelayan Tenggelam Diterjang Ombak
Tiga perahu nelayan Gunungkidul terbalik dalam kurang dari 24 jam. Tujuh nelayan selamat di tengah gelombang yang naik.
Wisatawan menikmati keindahan Pantai Watu Nene di Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Gunungkidul, Selasa (11/6/2019)/Harian Jogja-Rahmat Jiwandono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Desa Wisata Kalurahan Tepus (Dewi Kampus) sejak beberapa tahun lalu mengembangkan jelajah wisata pantai tersembunyi di Gunungkidul. Paket wisata menggunakan jip ini mulai diminati pengunjung.
Tak kurang dari 20 jip mengantarkan wisatwan setiap harinya pada saat hari libur atau pun akhir pekan. Ketua Pengelola Dewi Kampus, Suheri mengatakan, jelajah pantai tersembunyi sudah lama dirintis. Namun dikarenakan pandemi sempat berhenti dan sekarang mulai dikembangkan lagi.
“Antusiasnya semakin baik karena minat wisatawan tambah banyak,” katanya, Jumat (2/9/2022).
Heri mengungkapkan, hingga sekarang ada 42 jip yang beroperasi dengan sistem saling bergantian mengantarkan pengunjung. Moda transpotasi ini sudah dimodifikasi dengan memperhatikan aspek keamanan.
Satu jip maksimal ditumpangi lima orang termasuk sopir. Selain itu, para penumpang juga diwajibkan mengenakan helm untuk pengaman.
BACA JUGA: Istri Ferdy Sambo Tak Ditahan, Pengamat: Menyakiti Rasa Keadilan Masyarakat
Ia menjelaskan, rute yang dilalui tergolong ekstrem karena pantai-pantai yang dituju masih jarang dikunjungi. “Jalannya naik turun dan belum bagus karena belum di aspal atau dicor. Jadi, untuk mengaksesnya menggunakan jip dengan roda penggerak ganda,” katanya.
Dia menambahkan, untuk paket wisata ini dibagi dengna rute panjang dan rute pendek. Adapun biaya jelajah mulai dari Rp350.000-400.000 sekali jalan.
Pantai-pantai yang disinggahi mulai dari Watunene, Cluwakan hingga Timang. Selain itu, juga ada trip desa wisata untuk mengunjungi rumah budaya atau berbagai sentra kerajinan mulai dari batik hingga perak.
“Paling banyak ke kawasan pantai. Jalurnya terhitung ekstrem sehingga bisa memberikan pengalaman berbeda saat berkunjung dan suasananya masih sepi karena belum banyak kunjungan,” katanya.
Menurut dia, di hari biasa hanya beberapa jip yang mendapatkan order. Namun saat hari libur atau akhir pekan ada 15-20 unit jip yang mengantarkan pengunjung untuk berpetualang ke pantai-pantai yang belum bisa dijangkau kendaraan umum.
“Tak hanya akses transportasi, kami juga sudah menyiapkan fasilitas homestay bagi pengunjung,” katanya.
Salah seorang warga Kalurahan Pulutan, Wonosari, Iskandar mengakui sudah pernah merasakan jelajah pantai tersembunyi di wilayah Tepus. Salah satunya Pantai Watunene dengan menggunakan jip untuk akomodasi.
Menurut dia, kondisi jalur tak seperti pantai-pantai yang sudah terkenal seperti Indrayanti hingga Baron karena jalannya masih berupa tanah dan bebatuan. “Ada naik turunnya untuk ke lokasi dan melewati hutan. Kalau pantainya masih bersih dan relative sepi karena memang belum banyak yang berkunjung,” katanya. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tiga perahu nelayan Gunungkidul terbalik dalam kurang dari 24 jam. Tujuh nelayan selamat di tengah gelombang yang naik.
Sebanyak 13.328 wisatawan mengunjungi Pantai Parangtritis selama tiga hari libur Maulid. Retribusi wisata mencapai Rp193,256 juta.
Presiden Prabowo menyiapkan 1.000 perwira TNI-Polri ke daerah untuk memperkuat edukasi dan pencegahan karhutla.
Garebeg Mulud Be 1960/2026 di Kraton Jogja digelar sederhana tanpa gunungan dan iring-iringan prajurit. Tradisi tetap dipertahankan.
BPBD mencatat 336 karhutla membakar 428,46 hektare lahan di Palangka Raya pada 1 Juni-24 Agustus 2026.
Job fair khusus disabilitas digelar di BLK Wates, Kulonprogo, 27 Agustus 2026. Sebanyak 10 perusahaan membuka 161 posisi pekerjaan.