Pemutihan Denda PBB Klaten 2026, Bayar Pokok Saja hingga 31 Desember
Pemkab Klaten hapus denda PBB 2020-2025. Warga cukup bayar pokok pajak hingga 31 Desember 2026.
Geplak salah satu oleh-oleh unik dan khas Yogyakarta./Pixabay
Harianjogja.com, JOGJA—Berwisata di Jogja tak lengkap rasanya jika pulang tanpa membawa buah tangan. Sama seperti objek wisatanya, oleh-oleh khas Jogja pun beragam, salah satunya yang begitu populer ialah bakpia.
Namun buah tangan dari Jogja tak cuma bakpia. Ada makanan tradisional yang unik, yang mungkin tidak bisa ditemukan di tempat lain. Bahkan salah satunya ada yang sampai taraf internasional.
Simak empat rekomendasi toko oleh-oleh yang unik khas Jogja:
Buah tangan nomor satu yang paling dicari-cari pastinya adalah bakpia. Namun bakpia kali ini berbeda dengan bakpia biasa yang proses pembuatannya dipanggang. Bakpia Kukus Tugu menjajakan bakpia dengan tekstur lembut serupa bolu kukus dengan beragam isian salah satunya seperti bakpia original yakni kacang hijau, ada pula rasa stroberi, keju, coklat, bahkan rasa klepon.
Baca juga: No Mixer, No Oven, Bikin Kue Kering Cuma Pakai Garpu? Coba yuk!
Dalam satu boks berisi 10 buah bakpia dibanderol Rp 40 ribu. Tokonya pun sudah tersebar di hampir seluruh penjuru Yogyakarta pastinya dengan kualitas rasa yang sama namun yang paling sering ditandangi ialah di sekitar kawasan Jalan Malioboro atau di Jalan Kaliurang Km 5,5 No 10A Manggung, Caturtunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta.
Selain bakpia, geplak merupakan oleh-oleh tradisional unik dan tentunya Jogja banget. Salah satu toko yang tersohor ialah Geplak Mbok Tumpuk yang berjualan sejak 1977 dan lokasinya cuma ada di l. KHA Wahid Hasyim, Jetis Sumuran, Palbapang, Bantul meski cukup jauh dari pusat kota toko ini kerap kali padat pengunjung.
Geplak ialah olahan camilan manis berbahan dasar parutan kelapa dan gula pasir atau gula jawa, kini pilihan rasanya beragam mulai dari rasa original, pandan, stroberi, dan coklat. Geplak Mbok Tumpuk mengemas oleh-oleh ini dalam besek bersisi geplak seberat setengah kilogram, satu kilogram geplak dihargai Rp30.000 saja.
Kalau Jepang atau Tiongkok punya mochi, Jogja punya Yangko. Kue berbentuk kotak dari adonan dari tepung ketan dengan tekstur lebih padat dibalut tepung gula berpadu dengan isian kacang tanah di dalamnya ada pula isian stroberi, wijen, dan cokelat.
Untuk mendapat satu kotak berisi 30 buah seharga Rp19.000 datangi lokasinya di Jalan Pramuka Nomor 82, Giwangan, Umbulharjo, Yogyakarta toko buka dari pukul 08.00-21.00 WIB.
Selain oleh-oleh tradisional khas Jogja ada pula oleh-oleh dengan citarasa internasional yang asli dari Jogja. Tentunya bukan bakpia tapi cokelat. Toko Cokelat Monggo ialah cokelat artisan pertama di Indonesia dan menjajakan berbagai pilihan seperti cokelat batangan, biskuit cokelat, dan kue cokelat dengan jenis cokelat yang bervariasi mulai dari dark chocolate 86%, rosella, matcha, hingga white chocolate. Harga menu di sini mulai dari Rp29.000 - Rp100.000
Pengunjung juga dapat menilik sejarah atau ikut tur pembuatan cokelat Monggo melalui Museum & Pabrik Cokelat Monggo sekaligus tokonya di Jalan Tugu Gentong No.RT 03, Sribitan, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul. Buka setiap hari mulai pukul 09.00 - 17.00 WIB terkhusus hari Sabtu waktu operasional dapat berubah-ubah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Klaten hapus denda PBB 2020-2025. Warga cukup bayar pokok pajak hingga 31 Desember 2026.
Lonjakan penumpang kereta saat long weekend Kenaikan Yesus Kristus capai 778 ribu tiket. Jogja jadi tujuan favorit masyarakat.
Polisi gerebek rumah di Bantul yang diduga jual miras oplosan. Lima botol disita, operasi terus digencarkan tekan peredaran ilegal.
Ilmuwan China berhasil kloning 6 kambing perah super dengan produksi susu tinggi. Terobosan ini percepat pembiakan dan dukung ketahanan pangan.
Prancis umumkan skuad Piala Dunia 2026. Camavinga dan Kolo Muani dicoret, Mbappe tetap jadi andalan utama Les Bleus.
BYD Indonesia Perluas Akses EV Lewat Penyegaran ATTO 1 dan Kehadiran Varian Baru, STD, Untuk Respon Antusiasme Besar Masyarakat Indonesia