20 Persen SD Negeri di Sleman Kekurangan Murid, Ini Penyebabnya
Sebanyak 20% SD Negeri di Sleman belum memenuhi kuota rombel SPMB 2026. Disdik memperkuat pendidikan agama dan mengkaji opsi regrouping sekolah.
Kendaraan mengantre masuk ke dalam kawasan wisata Kaliurang, Sleman, Kamis (6/6/2019).-Harian Jogja/Yogi Anugrah.
Harianjogja.com, SLEMAN—Kunjungan wisata ke Sleman masih belum mencapai puncaknya meski tren kunjungan termasuk tinggi.
Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid menyebut jika kunjungan wisata di Sleman masih belum mencapai puncaknya. Panjangnya masa liburan dan masih adanya libur Hari Buruh membuat puncak kunjungan wisata di Sleman kemungkinan bergeser di akhir pekan nanti.
"Ini belum [puncaknya], masih belum sampai peak season-nya. Masih pada muter-muter syawalan jadi ini mungkin belum sampai puncaknya. Kemarin di Kaliurang sudah ada peningkatan tapi belum seperti yang kita harapkan," tegasnya.
Ishadi memperkirakan masih ada wisatawan yang berlibur sampai pekan drpan. Namun puncak kunjungan wisatawan berpotensi terjadi di sekitar 1 Mei 2023 di libur Hari Buruh. "Mungkin sampai di hari itu, sekalian ambil cuti di pasca lebarannya," tuturnya.
Baca juga: Liburan, Ini Rekomendasi 2 Tempat Wisata Baru di Jogja yang Bisa Anda Kunjungi
Jika ditinjau dari preferensi destinasi wisatanya, mayoritas wisatawan masih menjadikan Candi Prambanan, Kaliurang, Tebing Breksi dan Obelix Hills sebagai jujukan utamanya. "Masih sama untuk wisata di Sleman masih didominasi di lereng Merapi, Candi Prambanan, Breksi dan Obelix masih menjadi pilihan utama wisatawan," tegasnya.
Sementara untuk desa-desa wisata dikunjungi wisatawan dengan minat khusus, wisatawan yang ingin live in. Berdasarkan catatan Ishadi kunjungan wisata di Merapi pada Sabtu (22/4/2023) lalu setidaknya ada 2080 orang. Sementara pada Minggu (24/4/2023) ada sekitar 3869 wisatawan yang berkunjung ke Merapi. Jumlahnya terus meningkat.
Sebelumnya, Ketua BPC PHRI Sleman, Joko Paromo tingkat hunian hotel atau okupansi mengalami kenaikan. Jika okupansi pada 20-22 April 2023 di Sleman di kisaran 35 persen, tidak berselang lama, kenaikan okupansi hotel terjadi pada 23 April 2023 dengan angka mencapai 75 persen.
"Periode 20-22 April ini masih sepi, okupansi itu kisaran masih 35 persen. Tetapi di satu sisi tanggal 23 April itu sudah naik menjadi kurang lebih 68-75 persen untuk hunian. Jadi naiknya dimulai tanggal 23 April itu okupansi hotel bagus," terangnya dihubungi pada Selasa (25/4/2023).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 20% SD Negeri di Sleman belum memenuhi kuota rombel SPMB 2026. Disdik memperkuat pendidikan agama dan mengkaji opsi regrouping sekolah.
PSIM Jogja resmi melepas Fahreza Sudin jelang Super League 2026/2027. Gelandang asal Ternate itu menjadi pemain keenam yang berpisah.
Kunjungan Narendra Modi ke Candi Prambanan membuat akses wisata dialihkan selama 7-8 Juli 2026. Wisatawan tetap dapat berkunjung ke sejumlah area.
JadePuffer menjadi ransomware berbasis AI pertama yang mampu menjalankan serangan siber secara mandiri dan adaptif tanpa banyak campur tangan manusia.
Bupati Bantul akan memanggil manajemen RSGM untuk membahas tunggakan gaji 36 eks pekerja yang belum dibayarkan selama empat bulan.
Polresta Jogja memburu satu DPO baru dalam kasus pembacokan pelajar di depan SMAN 3 Jogja. Pria itu diduga mendanai pelarian tersangka ke Cilacap.