Buntut Serangan Ransomware, Jokowi Minta BPKP Audit Tata Kelola Pusat Data Nasional
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Kafe Mori Ouchi di Jepang dikhususkan melayani orang-orang murung. / Oddity Central
Harianjogja.com, TOKYO—Mori Ouchi, sebuah kafe nyaman di distrik Shimokitazawa yang santai di Tokyo, Jepang terkenal hanya melayani orang-orang yang pesimistis dan murung.
Selama ini, orang-orang pesimistis dan murung mendapat reputasi buruk karena dianggap memiliki pola pikir negatif. Tak jarang, mereka terus-menerus diminta untuk menjadi lebih positif.
BACA JUGA: Di Sejumlah Negara Malam Tahun Baru Dirayakan Unik, Ini Daftarnya
Kendati demikian, sebagian orang berpikiran bahwa orang yang memiliki pola pikir negatif tidak buruk-buruk amat. Salah satunya seorang pria di Shimokitazawa yang kemudian mendirikan kafe untuk orang-orang murung.
Melansir Oddity Central, pria yang tidak disebutkan namanya itu mengakui bahwa dirinya adalah orang yang murung. Satu dekade lalu, ia mendapat ide untuk membuat sesuatu yang bisa mewadahi orang-orang seperti dirinya, yang sering dianggap negatif oleh sekitar.
Pria itu selalu merasa bahwa orang-orang murung lebih sensitif dan lebih mudah terluka dibandingkan orang lain, jadi dia menciptakan ruang yang didedikasikan khusus untuk mereka. Ia kemudian membuka kafe bernama Mori Ouchi saat pandemi Covid-19 berlangsung tiga tahun lalu.
BACA JUGA: Unik! Kafe di Jepang Bantu Penulis Selesaikan Deadline Tulisan
“Orang-orang selalu mengatakan bahwa menjadi positif itu baik dan menjadi negatif itu buruk, tapi menurut saya berpikiran negatif bukanlah hal yang buruk,” kata pemilik Mori Ouchi kepada Sora News 24.
“Saya pikir banyak orang negatif cenderung bersikap pendiam, yang merupakan bentuk kebaikan, dan saya pikir akan menyenangkan jika ada tempat bersantai bagi mereka,” imbuhnya.
Kafe itu menampilkan dekorasi pedesaan dan hutan yang dibangun sendiri oleh pemiliknya. Mori Ouchi tidak benar-benar terlihat seperti tempat untuk orang-orang yang pesimistis, tetapi memiliki ruang pribadi di mana pengunjung dapat menjadi diri mereka sendiri tanpa khawatir dengan tatapan orang lain.
Satu-satunya hal yang mengisyaratkan hal negatif adalah menunya, terutama nama koktailnya yang aneh karena terdiri dari susunan kata yang panjang.
Salah satu menu tertulis demikian: “Satu-satunya Hal Baik Tentang Ayah Saya Adalah Dia Adalah Orang Yang Bersungguh-sungguh, Namun 22 Tahun Yang Lalu Dia Tiba-Tiba Menghilang, Meninggalkan Surat Yang Mengatakan 'Pegasus Itu Nyata'”.
Lalu ada lagi menu “Kemarin, Saya Mengubur Boneka Kokeshi Terkutuk Jauh di Dalam Hutan Pegunungan, Tapi Saat Saya Bangun Pagi Ini, Boneka itu Sudah Kembali ke Rak Saya”.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Oddity Central
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Tanggal 17 Mei diperingati sebagai Hari Buku Nasional, Hari Hipertensi Sedunia, dan Hari Telekomunikasi Sedunia. Berikut maknanya.
Beragam acara seru digelar di Jogja Minggu 17 Mei 2026, mulai wisata budaya, pameran seni, pesta buku hingga expo kendaraan listrik.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA 17 Mei 2026. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.