Tok, DPR Resmi Sahkan UU Pengaturan Reforma Agraria
DPR resmi mengesahkan RUU Pengaturan Reforma Agraria menjadi UU dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (22/9/2026).
Warga menikmati pemandangan bentang alam Kabupaten Wonogiri dari puncak Sokogunung, Desa Sendang, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, Sabtu (27/1/2024). /Solopos-Muhammad Diky Praditia.
Harianjogja.com, WONOGIRI—Puncak Sokogunung di Desa Sendang, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, bisa menjadi alternatif wisata murah dengan pesona keindahan Wonogiri dari ketinggian. Lokasinya tak jauh dari pusat kota kabupaten dan mudah dijangkau.
Lokasi ini menawarkan keindahan pemandangan bentang alam Wonogiri. Dari atas puncak itu, tampak jelas topografi Kabupaten Wonogiri dari beberapa penjuru arah. Di sisi selatan dan barat tampak Waduk Gajah Mungkur yang membentang di bekas tujuh kecamatan. Tampak pula gugusan perbukitan hijau yang memanjakan mata.
Sedangkan di sisi timur dan utara terlihat permukiman padat desa di Kecamatan Selogiri dan Wonogiri di antara lahan persawahan. Beberapa bukit di wilayah itu menambah keragaman pemandangan yang menyejukkan mata dari ketinggian puncak Sokogunung, Sendang, Wonogiri.
BACA JUGA : Konvoi Knalpot Brong Turut Pengaruhi Wisata di Magelang
Jarak pusat Kabupaten Wonogiri dengan Dusun Sokogunung, Desa Sendang, hanya sekitar 10 kilometer yang bisa ditempuh kurang dari 30 menit menggunakan kendaraan bermotor. Jalan menuju dusun itu cukup mudah karena sudah beraspal dan rabat beton.
Ketika memasuki Desa Sendang, jalan menuju Dusun Sokogunung langsung menanjak. Di sisi kiri tersaji pemandangan perairan Waduk Gajah Mungkur (WGM). Untuk menuju puncak, kendaraan bermotor baik sepeda motor maupun mobil bisa diparkir di hutan pinus yang menuju puncak Sokogunung.
Dari tempat parkir menuju puncak Sokogunung, dibutuhkan waktu tidak lebih dari 30 menit. Selama perjalanan menuju puncak, banyak pohon pinus dan tanaman lain di hutan lindung itu yang bisa menjadi tempat berfoto. Jalan menuju puncak pun tidak terlalu menanjak, sehingga tidak begitu melelahkan.
Sempat Jadi Objek Wisata Hit
Ketua Karangtaruna Desa Sendang, Ari Hariyadi, mengatakan Puncak Sokogunung sempat menjadi destinasi wisata yang ramai dikunjungi orang-orang dari Wonogiri dan sekitarnya. Tidak jarang orang-orang mendirikan tenda unuk berkemah dan bermalam di puncak bukit itu sembari menikmati pemandangan malam Wonogiri dari ketinggian.
Pantauan JIBI/Solopos pada Sabtu (27/1/2024) masih ada beberapa bekas fondasi bangunan parkir dan gubuk-gubuk. Beberapa rambu petunjuk jalan dan plang-plang titik kumpul evakuasi juga masih terlihat tetapi sudah roboh.
“Sejak pandemi Covid-19 , sudah jarang sekali orang datang ke sini, akhirnya ya tidak terawat, tutup,” kata Ari. Dia menjelaskan wisata itu sempat dikelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Sendang Pinilih yang bekerja sama dengan Perum Perhutani.
Lokasi puncak Sokogunung, Desa Sendang, Wonogiri, itu berada di wilayah hutan lindung Perum Perhutani. Setelah pandemi Covid-19 mereda, belum ada tanda-tanda wisata itu bakal dikelola kembali. Padahal, menurutnya, tempat itu sangat potensial menjadi tempat wisata unggulan di Wonogiri.
Salah satu ketua RT di Dusun Sokogunung, Mariko, menyampaikan belum ada rencana dari desa untuk membuka dan mengelola kembali tempat wisata itu. Saat ini warga desa hanya memanfaatkan lahan hutan di sekitar puncak itu untuk mencari rumput pakan ternak.
BACA JUGA : Targetkan 7,5 Juta Pengunjung, Sleman Siapkan Agenda Kegiatan Wisata Ini
Sementara itu, warga Wonogiri, Bagus Yosep, mengutarakan puncak Sokogunung sempat menjadi wisata hits sebelum pandemi Covid-19 selain Watu Cenik dan Puncak Joglo di Desa Sendang. Banyak anak-anak muda yang rela mendaki ke puncak untuk mendapatkan pemandangan indah bentang alam Wonogiri. “Yang paling bagus itu pemandangan yang mengarah ke waduk, apalagi kelihatan juga gugusan gunung-gunungnya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
DPR resmi mengesahkan RUU Pengaturan Reforma Agraria menjadi UU dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (22/9/2026).
IABI menyebut gempa Lombok Barat M5 merupakan gempa intraslab di dalam Lempeng Australia, bukan akibat sesar aktif dangkal di Lombok.
Kasus ISPA di Gunungkidul mencapai 2.296 kasus dalam sepekan saat kemarau. Dinkes mengimbau warga menjaga kesehatan dan memakai masker.
Spanyol bangkit dari ketertinggalan dan mengalahkan Kroasia 2-1. Dua gol Mikel Merino menjaga La Furia Roja tetap sempurna di Grup A3.
MK menyatakan permohonan sengketa syarat pendidikan Gibran tak dapat diterima. Mahkamah juga tak menemukan bukti ijazah setara SMA.
Kemlu RI mengungkap diplomasi tertutup membebaskan empat ABK WNI yang disandera perompak Somalia selama lima bulan sebelum dipulangkan ke Indonesia.