Pemutihan Denda PBB Klaten 2026, Bayar Pokok Saja hingga 31 Desember
Pemkab Klaten hapus denda PBB 2020-2025. Warga cukup bayar pokok pajak hingga 31 Desember 2026.
Warga menikmati pemandangan bentang alam Kabupaten Wonogiri dari puncak Sokogunung, Desa Sendang, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, Sabtu (27/1/2024). /Solopos-Muhammad Diky Praditia.
Harianjogja.com, WONOGIRI—Puncak Sokogunung di Desa Sendang, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, bisa menjadi alternatif wisata murah dengan pesona keindahan Wonogiri dari ketinggian. Lokasinya tak jauh dari pusat kota kabupaten dan mudah dijangkau.
Lokasi ini menawarkan keindahan pemandangan bentang alam Wonogiri. Dari atas puncak itu, tampak jelas topografi Kabupaten Wonogiri dari beberapa penjuru arah. Di sisi selatan dan barat tampak Waduk Gajah Mungkur yang membentang di bekas tujuh kecamatan. Tampak pula gugusan perbukitan hijau yang memanjakan mata.
Sedangkan di sisi timur dan utara terlihat permukiman padat desa di Kecamatan Selogiri dan Wonogiri di antara lahan persawahan. Beberapa bukit di wilayah itu menambah keragaman pemandangan yang menyejukkan mata dari ketinggian puncak Sokogunung, Sendang, Wonogiri.
BACA JUGA : Konvoi Knalpot Brong Turut Pengaruhi Wisata di Magelang
Jarak pusat Kabupaten Wonogiri dengan Dusun Sokogunung, Desa Sendang, hanya sekitar 10 kilometer yang bisa ditempuh kurang dari 30 menit menggunakan kendaraan bermotor. Jalan menuju dusun itu cukup mudah karena sudah beraspal dan rabat beton.
Ketika memasuki Desa Sendang, jalan menuju Dusun Sokogunung langsung menanjak. Di sisi kiri tersaji pemandangan perairan Waduk Gajah Mungkur (WGM). Untuk menuju puncak, kendaraan bermotor baik sepeda motor maupun mobil bisa diparkir di hutan pinus yang menuju puncak Sokogunung.
Dari tempat parkir menuju puncak Sokogunung, dibutuhkan waktu tidak lebih dari 30 menit. Selama perjalanan menuju puncak, banyak pohon pinus dan tanaman lain di hutan lindung itu yang bisa menjadi tempat berfoto. Jalan menuju puncak pun tidak terlalu menanjak, sehingga tidak begitu melelahkan.
Sempat Jadi Objek Wisata Hit
Ketua Karangtaruna Desa Sendang, Ari Hariyadi, mengatakan Puncak Sokogunung sempat menjadi destinasi wisata yang ramai dikunjungi orang-orang dari Wonogiri dan sekitarnya. Tidak jarang orang-orang mendirikan tenda unuk berkemah dan bermalam di puncak bukit itu sembari menikmati pemandangan malam Wonogiri dari ketinggian.
Pantauan JIBI/Solopos pada Sabtu (27/1/2024) masih ada beberapa bekas fondasi bangunan parkir dan gubuk-gubuk. Beberapa rambu petunjuk jalan dan plang-plang titik kumpul evakuasi juga masih terlihat tetapi sudah roboh.
“Sejak pandemi Covid-19 , sudah jarang sekali orang datang ke sini, akhirnya ya tidak terawat, tutup,” kata Ari. Dia menjelaskan wisata itu sempat dikelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Sendang Pinilih yang bekerja sama dengan Perum Perhutani.
Lokasi puncak Sokogunung, Desa Sendang, Wonogiri, itu berada di wilayah hutan lindung Perum Perhutani. Setelah pandemi Covid-19 mereda, belum ada tanda-tanda wisata itu bakal dikelola kembali. Padahal, menurutnya, tempat itu sangat potensial menjadi tempat wisata unggulan di Wonogiri.
Salah satu ketua RT di Dusun Sokogunung, Mariko, menyampaikan belum ada rencana dari desa untuk membuka dan mengelola kembali tempat wisata itu. Saat ini warga desa hanya memanfaatkan lahan hutan di sekitar puncak itu untuk mencari rumput pakan ternak.
BACA JUGA : Targetkan 7,5 Juta Pengunjung, Sleman Siapkan Agenda Kegiatan Wisata Ini
Sementara itu, warga Wonogiri, Bagus Yosep, mengutarakan puncak Sokogunung sempat menjadi wisata hits sebelum pandemi Covid-19 selain Watu Cenik dan Puncak Joglo di Desa Sendang. Banyak anak-anak muda yang rela mendaki ke puncak untuk mendapatkan pemandangan indah bentang alam Wonogiri. “Yang paling bagus itu pemandangan yang mengarah ke waduk, apalagi kelihatan juga gugusan gunung-gunungnya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Pemkab Klaten hapus denda PBB 2020-2025. Warga cukup bayar pokok pajak hingga 31 Desember 2026.
Netflix akan menambah iklan dan memakai AI untuk personalisasi promosi pada paket murah pengguna mulai 2027.
Hari Keluarga Internasional 2026 menyoroti dampak ketimpangan sosial terhadap kesejahteraan anak dan kondisi keluarga.
Enam wakil Indonesia gugur di Thailand Open 2026. Leo/Daniel dan Hira/Jani jadi harapan terakhir menuju semifina
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.