Buntut Serangan Ransomware, Jokowi Minta BPKP Audit Tata Kelola Pusat Data Nasional
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Es krim unik berbentuk karangan bunga di Jepang. / Oddity Central.
Harianjogja.com, KYOTO—Kafe yang berbasis di Kyoto, Jepang mendapatkan popularitas setelah menciptakan es krim artistiknya yang menyerupai karangan bunga yang rumit.
Kafe es krim bernama (THISIS)SHIZEN itu menyajikan menu es krim contong dengan bentuk menyerupai karangan bunga. Es krim ini dibentuk mirip kelopak-kelopak bunga yang rumit sehingga membuat siapapun merasa sayang untuk memakannya karena terlalu cantik.
BACA JUGA: Es Krim Vanila Ini Terbuat dari Plastik Daur Ulang, Aman Dimakan?
Dilansir dari Oddity Central, kafe itu menyajikan es krim dengan tema dekorasi botani yang berisi tanaman pot dan lukisan yang terinspirasi dari alam. Bunga-bunga yang menjadi es krim itu pun berganti-ganti dalam waktu tertentu, tergantung musim. Pengunjung dapat memanjakan diri dengan mawar berwarna krem, lilac, kamelia Jepang, dan masih banyak lagi keajaiban beraroma lainnya.
Terletak di dalam kompleks perbelanjaan ShinPuhKan Kyoto, (THISIS)SHIZEN menjadi terkenal berkat platform media sosial yang berfokus pada foto dan video seperti Instagram dan TikTok. Camilan yang terinspirasi dari karangan bunga terus menjadi viral, dan kafe ini telah menjadi terkenal karena menawarkan es krim terindah di dunia.
BACA JUGA: Heboh, Ada Penjual Es Krim Keliling Pakai Truk dengan Panel Surya
Bahan utama pembuatan es krim bunga cantik ini adalah anko, pasta kacang merah manis yang terbuat dari kacang azuki rebus yang dihaluskan hingga mengental dan dicampur dengan gula. Tekstur dan rasanya sebanding dengan ubi yang dimasak.
Es krim unik hadir dalam berbagai warna dan rasa yang dapat dicampur sesuai preferensi setiap pelanggan. Sebuah karangan bunga berharga 1.650 yen Jepang (Rp177 ribu), yang merupakan harga yang lumayan untuk sebuah karya seni buatan tangan yang dapat dimakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Oddity Central
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
KPK buru keterangan Heri Black usai rumahnya digeledah terkait kasus korupsi Bea Cukai. Sempat mangkir, perannya kini disorot.
Penemuan jasad Pariman terkubur di dapur rumah di Boyolali gegerkan warga. Polisi masih selidiki penyebab kematian.
Kulonprogo gabungkan OPD akibat kekurangan ASN. Sebanyak 345 PNS pensiun, rekrutmen minim, birokrasi dirampingkan.
Dosen UNISA Jogja jadi dosen tamu di UKM Malaysia, kupas kesehatan mental, otak, hingga isu bunuh diri lintas disiplin.
Indonesia jadi target baru sindikat judi online dan scam internasional. 320 WNA ditangkap di Jakarta, DPR minta pengawasan diperketat.