Jepang Jadi Destinasi Paling Ingin Dikunjungi

Newswire
Newswire Minggu, 07 September 2025 07:17 WIB
Jepang Jadi Destinasi Paling Ingin Dikunjungi

Antrean pengunjung yang ingin mengikuti perayaan ulang tahun ke-90 Mickey Mouse di Jepang./Reuters-Bisnis.com

Harianjogja.com, JEPANG—Jepang dinobatkan sebagai destinasi wisata yang paling ingin dikunjungi kembali oleh wisatawan, sebagian besar karena daya tarik kuliner dan kualitas produknya, demikian hasil survei terbaru agensi periklanan ternama Dentsu Inc.

Dalam jajak pendapat daring yang melibatkan responden dari 20 negara dan ekonomi yang telah bepergian ke berbagai negara, Jepang menempati peringkat pertama dengan 52,7 persen, diikuti Korea Selatan (20,0 persen) dan Amerika Serikat (16,6 persen).

Menurut Kyodo, minat terhadap kuliner dan barang-barang Jepang—termasuk kualitas produk bekas—mengungguli faktor nilai yen yang lemah, yang sering disebut sebagai alasan meningkatnya jumlah wisatawan.

BACA JUGA: Viral Menhut Raja Juli Main Domino dengan Pembalak Liar, Ini Klarifikasinya

Produk toko serba ada yang paling disukai responden adalah sushi (46,9 persen), es krim (45,1 persen), serta onigiri dan makanan manis (43,3 persen).

Survei yang dilakukan antara Mei dan Juni tersebut melibatkan 12.400 responden dari Australia, Inggris, Kanada, Tiongkok, Prancis, Jerman, Hong Kong, India, Indonesia, Italia, Malaysia, Filipina, Arab Saudi, Singapura, Korea Selatan, Spanyol, Taiwan, Thailand, Vietnam, dan Amerika Serikat.

Dari 47 prefektur di Jepang, Tokyo, Hokkaido, Osaka, dan Kyoto menempati posisi teratas dalam hal popularitas dan pengalaman kunjungan.

Sebaliknya, persentase wisatawan yang mengunjungi daerah pedesaan tanpa singgah di Tokyo, Nagoya, Osaka, atau Kyoto tergolong kecil.

Namun, dari mereka yang mengunjungi daerah perdesaan, 96,2 persen menyatakan puas dengan pengalaman mereka, dan 93,4 persen ingin kembali berkunjung.

Seorang pejabat Dentsu menyatakan bahwa meskipun potensi pariwisata di daerah pedesaan sangat tinggi, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diatasi.

Menurut survei, kurangnya titik akses Wi-Fi, dukungan multibahasa, serta keterbatasan aksesibilitas menjadi faktor yang menghambat minat wisatawan untuk berkunjung ke daerah tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online