Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Suasana GPIB Marga Mulya, Jumat (14/11/2025)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA— Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Marga Mulya kini semakin terbuka bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan arsitektur Indis di kawasan Malioboro. Pengelola gereja tengah berbenah agar bangunan bersejarah ini kembali menarik dikunjungi.
Gereja yang berada di sudut Jalan Marga Mulya–Jalan Reksobayan, tepat di antara Gedung Agung dan Hamzah Batik, merupakan salah satu bangunan berarsitektur Indis yang masih terawat di pusat Kota Jogja.
Ketua Majelis Jemaat (KMJ) GPIB Marga Mulya Yogyakarta, Pdt. Jimmy Marcos Immanuel Sormin, mengatakan gereja tersebut kini juga telah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya tingkat provinsi melalui SK Gubernur DIY No. 279/2025. Sebelumnya, gereja ini sudah berstatus cagar budaya tingkat nasional dan Kota Jogja. “Puluhan tahun sebelumnya SK dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Lalu disusul tingkat kota, dan kemudian sekarang tingkat provinsi,” ujarnya, Jumat (14/11/2025).
GPIB Marga Mulya sebenarnya sudah dibuka untuk wisata sejak lama, dengan banyak peninggalan bersejarah yang masih tersimpan di dalamnya. Mulai dari kursi-kursi berusia ratusan tahun, mimbar kayu tua, hingga sudut-sudut gereja yang menjadi spot favorit untuk berfoto.
Namun kondisi kawasan di sekitar gereja membuat kunjungan wisata belum optimal. “Karena sudah lusuh, tertutup oleh parkiran begitu banyak, jadi orang-orang kurang ada animo untuk datang masuk,” kata Jimmy. Padatnya parkir juga membuat sebagian jemaat kesulitan mengakses gereja saat beribadah. “Hasilnya banyak jemaat akhirnya mengikuti ibadah secara online atau memilih gereja lain yang lebih mudah dijangkau,” imbuhnya.
Untuk itu, pihak gereja telah mengajukan permohonan bantuan renovasi dan penataan ke Pemda DIY. “Bisa saja nanti dibentuk tim gabungan untuk mengakses dulu, kemudian membuat perencanaan hingga pembangunan. Baik dari Pemda maupun pihak gereja,” jelasnya.
Jimmy juga berharap Pemda menata area luar gereja, khususnya sisi selatan yang kerap dipenuhi parkir kendaraan dan pedagang. “Harapannya itu bisa dinetralisir seperti titik nol, jadi taman yang bagus. Gereja juga bisa menjadi gereja wisata, salah satu situs di Malioboro,” ujarnya.
Ia menyebut pengembangan gereja wisata akan mendukung pariwisata Jogja. “Seperti Gereja Blenduk di Semarang yang jadi ikon Kota Tua. Orang-orang senang berfoto dan melihat bangunannya. Kami ingin GPIB Marga Mulya juga bisa mendukung pariwisata di Jogja,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Prediksi susunan pemain Timnas Indonesia vs Bangladesh. John Herdman berpeluang memakai 3-4-3 untuk mengejar kemenangan dengan selisih gol.
Harta Listyo Sigit dalam LHKPN 2025 mencapai Rp15,34 miliar. Simak rincian tanah, kendaraan, kas, harta bergerak, dan utangnya.
Profil Nurisa Dian Ashrifah, pemanah Indonesia peraih emas Asian Games 2026 setelah mengalahkan Amaya Cojuangco 139-137
Syarat membuat akta kematian meliputi surat kematian, KK, identitas pelapor, hingga formulir. Simak cara dan ketentuan pengurusannya.
Suyudi Ario Seto mengusung doktrin Polisi Bersama Masyarakat dan memaparkan agenda 100 hari pertama dalam uji kelayakan calon Kapolri di DPR.