Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Suasana GPIB Marga Mulya, Jumat (14/11/2025)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA— Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Marga Mulya kini semakin terbuka bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan arsitektur Indis di kawasan Malioboro. Pengelola gereja tengah berbenah agar bangunan bersejarah ini kembali menarik dikunjungi.
Gereja yang berada di sudut Jalan Marga Mulya–Jalan Reksobayan, tepat di antara Gedung Agung dan Hamzah Batik, merupakan salah satu bangunan berarsitektur Indis yang masih terawat di pusat Kota Jogja.
Ketua Majelis Jemaat (KMJ) GPIB Marga Mulya Yogyakarta, Pdt. Jimmy Marcos Immanuel Sormin, mengatakan gereja tersebut kini juga telah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya tingkat provinsi melalui SK Gubernur DIY No. 279/2025. Sebelumnya, gereja ini sudah berstatus cagar budaya tingkat nasional dan Kota Jogja. “Puluhan tahun sebelumnya SK dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Lalu disusul tingkat kota, dan kemudian sekarang tingkat provinsi,” ujarnya, Jumat (14/11/2025).
GPIB Marga Mulya sebenarnya sudah dibuka untuk wisata sejak lama, dengan banyak peninggalan bersejarah yang masih tersimpan di dalamnya. Mulai dari kursi-kursi berusia ratusan tahun, mimbar kayu tua, hingga sudut-sudut gereja yang menjadi spot favorit untuk berfoto.
Namun kondisi kawasan di sekitar gereja membuat kunjungan wisata belum optimal. “Karena sudah lusuh, tertutup oleh parkiran begitu banyak, jadi orang-orang kurang ada animo untuk datang masuk,” kata Jimmy. Padatnya parkir juga membuat sebagian jemaat kesulitan mengakses gereja saat beribadah. “Hasilnya banyak jemaat akhirnya mengikuti ibadah secara online atau memilih gereja lain yang lebih mudah dijangkau,” imbuhnya.
Untuk itu, pihak gereja telah mengajukan permohonan bantuan renovasi dan penataan ke Pemda DIY. “Bisa saja nanti dibentuk tim gabungan untuk mengakses dulu, kemudian membuat perencanaan hingga pembangunan. Baik dari Pemda maupun pihak gereja,” jelasnya.
Jimmy juga berharap Pemda menata area luar gereja, khususnya sisi selatan yang kerap dipenuhi parkir kendaraan dan pedagang. “Harapannya itu bisa dinetralisir seperti titik nol, jadi taman yang bagus. Gereja juga bisa menjadi gereja wisata, salah satu situs di Malioboro,” ujarnya.
Ia menyebut pengembangan gereja wisata akan mendukung pariwisata Jogja. “Seperti Gereja Blenduk di Semarang yang jadi ikon Kota Tua. Orang-orang senang berfoto dan melihat bangunannya. Kami ingin GPIB Marga Mulya juga bisa mendukung pariwisata di Jogja,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Sekitar 1.500 pendaki telah registrasi melalui jalur Cemoro Sewu untuk mengikuti upacara HUT RI ke-81 di Gunung Lawu.
Polda Metro Jaya menyiapkan 27 kantong parkir di Monas, GBK, Kemayoran-Ancol saat perayaan HUT ke-81 RI pada 17 Agustus 2026.
Harga emas dunia diproyeksikan menguat pekan depan. Emas diperkirakan bergerak US$4.186-US$4.572 per troy ounce.
Karhutla Gunung Bromo telah dipadamkan, tetapi tim gabungan tetap siaga mengantisipasi bara dan titik asap baru di kawasan tersebut.
RSUD Manggarai rusak akibat gempa M7,7. BNPB menyiapkan rumah sakit lapangan di Stadion Golo Dukal untuk menjaga layanan kesehatan.