Nenek Pikun di Karanganyar Hilang Dua Hari, Ditemukan Tewas di Sungai
Nenek berusia 70 tahun yang dilaporkan hilang dua hari ditemukan meninggal dunia di Sungai Jlantah, Karanganyar.
Jembatan Kaca Kemuning Sky Hills Karanganyar masih ramai wisatawan hingga akhir libur Nataru 2025-2026. /Espos.
Harianjogja.com, KARANGANYAR—Arus kunjungan wisatawan ke Jembatan Kaca Kemuning Sky Hills, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, masih terpantau padat hingga hari terakhir libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Lonjakan kunjungan telah terjadi sejak 25 Desember 2025. Puncak kepadatan wisatawan berlangsung pada 1–4 Januari 2026 dengan jumlah pengunjung harian mencapai 2.000 hingga 3.500 orang.
Tingginya minat wisatawan tidak hanya berasal dari wilayah Karanganyar dan sekitarnya, tetapi juga dari berbagai daerah lain seperti Jawa Timur, Jawa Barat, hingga luar Pulau Jawa yang ingin menikmati panorama perkebunan teh dari jembatan kaca.
Staf Loket Jembatan Kaca Kemuning Sky Hills, Febri Nowi Ardana, mengatakan lonjakan pengunjung terjadi sejak awal libur Nataru pada 25 Desember. Puncak keramaian berlangsung pada 1–4 Januari, dengan jumlah pengunjung harian mencapai 2.000–3.500 orang.
“Kalau hari libur biasa sekitar 2.000 pengunjung. Selama libur Nataru meningkat, rata-rata hampir 3.000 orang per hari, terutama pada 1 sampai 4 Januari,” kata Febri saat ditemui Espos di lokasi, Minggu (4/1/2026).
Menurut Febri, meski libur Nataru telah memasuki akhir, antusiasme wisatawan masih tinggi, terutama pada akhir pekan terakhir sebelum sekolah kembali aktif pada Senin (5/1/2026). Ia memperkirakan penurunan kunjungan mulai terlihat setelah hari Minggu.
Wisatawan datang dari berbagai daerah, tidak hanya dari Karanganyar dan wilayah sekitar, tetapi juga dari Jawa Timur, Jawa Barat, hingga sejumlah daerah di luar Pulau Jawa.
Selama momentum libur Nataru, pengelola menghadirkan wahana baru berupa kereta kebun yang membawa pengunjung berkeliling area perkebunan teh. “Kereta kebun ini baru dan cukup diminati karena bisa berkeliling bukit,” jelasnya.
Meskipun terjadi lonjakan pengunjung, pengelola memastikan harga tiket tidak mengalami kenaikan. Tiket masuk kawasan tetap Rp10.000, sedangkan tiket jembatan kaca Rp30.000 per orang. Anak usia di bawah tujuh tahun tetap gratis.
Dengan berakhirnya masa libur Nataru, pengelola memperkirakan kunjungan akan kembali normal, namun destinasi tersebut diharapkan tetap menjadi pilihan wisata favorit sepanjang tahun.
Salah satu wisatawan, Dafa, asal Pracimantoro, Wonogiri, mengatakan memanfaatkan hari terakhir libur untuk berwisata bersama keluarga. Ia mengaku menikmati sensasi berjalan di atas jembatan kaca.
“Pemandangannya bagus, cuacanya mendukung, sensasinya seru dan tidak takut. Hanya tadi sempat macet,” ujarnya.
Menurut Dafa, Jembatan Kaca Kemuning Sky Hills menjadi pilihan wisata keluarga karena menawarkan pemandangan alam dan wahana menantang namun tetap aman.
Pengelola memperkirakan kunjungan akan kembali normal setelah libur sekolah berakhir, namun optimistis destinasi ini tetap diminati wisatawan sepanjang tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nenek berusia 70 tahun yang dilaporkan hilang dua hari ditemukan meninggal dunia di Sungai Jlantah, Karanganyar.
BPJS Ketenagakerjaan dan Kejati DIY memperkuat kerja sama hukum. Iuran pekerja Rp13,7 miliar berhasil dipulihkan hingga 2026.
Penipuan reservasi hotel di Jogja kembali marak lewat nomor palsu di Google Maps. PHRI DIY imbau wisatawan lebih waspada.
Archipelago Hotels hadirkan Korean Street Food Festival di Jogja. Sajikan kuliner autentik hingga live cooking interaktif.
Penumpang kereta api melonjak saat long weekend. KAI mencatat 685 ribu tiket terjual, dengan Jogja jadi salah satu tujuan favorit.
Contraflow diberlakukan di Tol Jakarta-Cikampek KM 55–65 arah Cikampek akibat lonjakan kendaraan saat libur panjang Kenaikan Yesus Kristus.