Libur Sekolah 2026, Kesiapan Destinasi Wisata Jogja Dipantau Khusus

Sunartono
Sunartono Selasa, 16 Juni 2026 13:07 WIB
Libur Sekolah 2026, Kesiapan Destinasi Wisata Jogja Dipantau Khusus

Foto ilustrasi destinasi wisata Jogja./istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Libur sekolah 2026 diperkirakan menjadi momentum peningkatan kunjungan wisatawan ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Untuk memastikan wisata aman di Yogyakarta, sebanyak 12 destinasi wisata favorit mendapatkan pemantauan khusus dari tim gabungan menjelang musim liburan.

Pemantauan tersebut melibatkan Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB), Ditpamobvit Polda DIY, Dinas Pariwisata DIY, serta dinas pariwisata kabupaten dan kota. Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh destinasi wisata Jogja siap menghadapi lonjakan wisatawan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, kenyamanan, dan kualitas layanan.

Pemantauan Difokuskan pada Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas

Direktur Destinasi Pariwisata BPOB, Neysa Amelia, mengatakan pengawasan dilakukan sebagai bagian dari tugas yang diemban BPOB sebagai mitra Kementerian Pariwisata dalam menjaga kualitas destinasi wisata di wilayah koordinasinya. Evaluasi kali ini difokuskan pada unsur atraksi, amenitas, dan aksesibilitas atau yang dikenal dengan konsep 3A.

Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan mengukur kesiapan destinasi wisata menghadapi lonjakan pengunjung saat libur sekolah, tetapi juga memperkuat koordinasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan pelaku industri pariwisata.

"BPOB mengemban tugas langsung dari Kementerian Pariwisata untuk mengecek kesiapan belasan titik wisata di wilayah koordinasi kami. Fokus utama kami adalah memastikan semua lini siap mengantisipasi lonjakan pelancong, mulai dari memantau grafik kunjungan hingga membedah kesiapan unsur atraksi, amenitas, serta aksesibilitas di tiap lokasi," jelas Neysa, Senin (15/6/2026).

Empat Destinasi di Sleman Jadi Lokasi Pemantauan Awal

Pada hari pertama, tim gabungan melakukan inspeksi ke empat destinasi wisata yang berada di kawasan Sleman, yakni Museum Ullen Sentalu, Suraloka Interactive Zoo, Obelix Village, dan Waterboom Jogja.

Museum Ullen Sentalu dinilai memiliki kesiapan yang baik dalam aspek mitigasi risiko. Pengelola telah menyediakan jalur evakuasi, alat pemadam kebakaran, serta menerapkan standar CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability). Selain itu, jumlah edukator museum juga ditambah untuk mengurangi antrean pengunjung.

Suraloka Interactive Zoo yang menjadi salah satu tujuan wisata keluarga juga memperkuat fasilitas pendukung. Kebersihan toilet, musala, area makan, hingga kesiapan pos pertolongan pertama menjadi perhatian utama pengelola dalam menyambut wisatawan.

Sementara itu, Waterboom Jogja mengandalkan 14 wahana air sebagai daya tarik utama. Pengelola menyiagakan petugas penyelamat atau lifeguard di setiap area kolam, menyediakan pos kesehatan, dan memberikan perlindungan asuransi bagi seluruh pengunjung.

Wisata Edukasi di Kota Jogja Ikut Dipastikan Siap

Pada hari kedua, pemantauan berlanjut ke Gembira Loka Zoo, Perpustakaan Grhatama Pustaka, Museum Diorama Arsip Jogja, dan Gajah Wong Edu Park.

Sebagai salah satu kebun binatang terbesar di wilayah DIY dan Jawa Tengah, Gembira Loka Zoo memperkuat sistem keamanan dengan menambah personel operasional, menyediakan ruang laktasi, serta menjalin koordinasi dengan aparat kepolisian guna mengantisipasi peningkatan jumlah wisatawan.

Adapun Grhatama Pustaka dan Museum Diorama Arsip Jogja menjadi pilihan wisata edukasi yang diproyeksikan ramai selama libur sekolah. Grhatama Pustaka menawarkan fasilitas bioskop 6D dan ruang audiovisual, sedangkan Museum Diorama Arsip Jogja menerapkan sistem reservasi daring dan pembatasan jumlah pengunjung setiap sesi agar proses edukasi berjalan optimal.

Manajemen Massa Jadi Fokus di Destinasi Favorit

Hari terakhir pemantauan mencakup Studio Alam Gamplong, Museum Sonobudoyo, Taman Pintar Yogyakarta, dan Museum Benteng Vredeburg.

Studio Alam Gamplong telah menyiapkan layanan shuttle internal serta ambulans untuk mengantisipasi kondisi darurat. Di Museum Sonobudoyo, pengelola menerapkan pembatasan durasi kunjungan kelompok guna menjaga koleksi benda bersejarah.

Sementara itu, Taman Pintar Yogyakarta menyediakan layanan shuttle gratis untuk membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di sekitar kawasan wisata.

Museum Benteng Vredeburg yang berada di kawasan Titik Nol Kilometer dan dekat dengan Malioboro juga dinilai siap menyambut wisatawan. Pengelola memanfaatkan layanan digital untuk menampung masukan dan keluhan pengunjung. Meski demikian, koordinasi lalu lintas tetap menjadi perhatian karena lokasi museum berada di pusat keramaian wisata Kota Jogja.

Polda DIY Pastikan Wisata Aman Selama Libur Sekolah

Kasubdit Auditor Ditpamobvit Polda DIY, AKBP Susyanto, menegaskan pihak kepolisian siap mendukung pengamanan destinasi wisata selama masa libur sekolah. Menurutnya, keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi faktor penting untuk menjaga kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke DIY.

"Kami dari jajaran Polda DIY berkomitmen penuh mengawal pelaksanaan libur sekolah ini. Lewat langkah koordinasi dan mitigasi yang matang ini, kami ingin memastikan seluruh sudut wisata di Jogja berstatus aman dan kondusif, sehingga masyarakat luar daerah bisa berlibur dengan perasaan tenang," tegas AKBP Susyanto.

Hasil pemantauan menunjukkan mayoritas destinasi wisata yang diperiksa berada dalam kondisi siap menyambut peningkatan jumlah wisatawan selama libur sekolah 2026. Sinergi antara pengelola wisata, pemerintah daerah, dan aparat keamanan terus diperkuat agar wisata aman di Yogyakarta dapat terwujud, terutama di destinasi wisata Jogja yang diperkirakan menjadi tujuan utama wisatawan dari berbagai daerah dalam beberapa pekan mendatang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online