Viral Pria Telanjang Keliling Kampung di Karanganyar, Ini Faktanya
Polres Karanganyar mengungkap identitas pria telanjang yang meresahkan warga Wonolapan, Gondangrejo. Polisi memastikan yang bersangkutan merupakan ODGJ.
Jumog River Tubing resmi beroperasi di Karanganyar. Wisatawan bisa menyusuri sungai 800 meter selama 20 menit dengan tiket Rp25.000. /Espos.
Harianjogja.com, KARANGANYAR—Pilihan wisata alam di Kabupaten Karanganyar kembali bertambah dengan dibukanya Jumog River Tubing di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso. Wahana yang berada di kawasan Air Terjun Jumog ini menawarkan pengalaman menyusuri aliran sungai sepanjang sekitar 800 meter dengan durasi pengarungan kurang lebih 20 menit, menghadirkan sensasi petualangan yang memadukan tantangan dan keindahan alam lereng Gunung Lawu.
Sejak mulai beroperasi, destinasi baru tersebut mendapat respons positif dari wisatawan. Selain menyuguhkan lintasan berliku dengan sejumlah jeram ringan, pengelola memastikan aspek keselamatan menjadi perhatian utama selama kegiatan berlangsung.
Pengelola Jumog River Tubing, Sutarno, mengatakan mayoritas pengunjung mengaku puas setelah mencoba wahana tersebut karena rute yang disediakan cukup menantang, tetapi tetap aman dinikmati berbagai kalangan.
"Saat ini panjang rutenya baru sekitar 800 meter dengan waktu tempuh kurang lebih 20 menit. Banyak pengunjung yang merasa puas karena rutenya cukup menantang, tetapi tetap aman untuk dinikmati," ujarnya saat ditemui Espos, Sabtu (18/7/2026).
Tiket Rp25.000 Sudah Termasuk Perlengkapan dan Antar-Jemput
Untuk menikmati Jumog River Tubing, pengunjung dikenai tarif Rp25.000 per orang. Harga tersebut sudah mencakup seluruh fasilitas penunjang, termasuk perlengkapan keselamatan hingga layanan transportasi menuju titik awal setelah pengarungan selesai.
Sutarno menjelaskan setiap peserta diwajibkan mengenakan perlengkapan keselamatan yang telah disediakan pengelola. Peralatan tersebut meliputi helm, pelampung, pelindung siku, pelindung kaki, serta sepatu khusus yang dirancang agar nyaman digunakan saat berada di aliran sungai.
Tak hanya itu, ban yang digunakan juga telah dimodifikasi menggunakan pelapis atau sarung khusus sehingga memberikan kenyamanan sekaligus meningkatkan keamanan selama aktivitas berlangsung.
"Kami berusaha memberikan fasilitas yang senyaman mungkin kepada pengunjung. Mulai dari helm, pelampung, pelindung tubuh, sampai sepatu semuanya kami sediakan. Bahkan ban yang digunakan juga memakai pelapis khusus sehingga lebih aman dan lebih nyaman digunakan," katanya.
Keselamatan Menjadi Prioritas Pengelola
Menurut Sutarno, seluruh kegiatan river tubing selalu didampingi petugas dan pemandu yang telah memahami karakter sungai sekaligus prosedur keselamatan.
Selama wahana beroperasi, aktivitas pengarungan berlangsung dengan aman. Bahkan, banyak wisatawan memberikan masukan agar lintasan dibuat lebih panjang karena merasa puas menikmati pengalaman menyusuri sungai.
"Alhamdulillah, selama ini pengunjung bisa menikmati tubing dengan aman. Banyak yang justru berharap lintasannya bisa dibuat lebih panjang karena merasa puas setelah mencoba," ujar dia.
Usai menyelesaikan pengarungan, wisatawan juga tidak perlu berjalan kembali menuju lokasi keberangkatan. Pengelola telah menyediakan kendaraan antar-jemput menuju titik awal, serta fasilitas toilet dan ruang ganti yang dapat digunakan tanpa biaya tambahan.
Rute Akan Diperpanjang
Mayoritas pengunjung Jumog River Tubing saat ini berasal dari wilayah Soloraya dan Kabupaten Grobogan, terutama dari Purwodadi. Selain itu, wisatawan dari sekitar kawasan Jumog maupun daerah lain di Jawa Tengah juga mulai berdatangan untuk mencoba wahana baru tersebut.
"Kalau pengunjung relatif dari berbagai daerah. Yang paling banyak memang dari Soloraya dan Purwodadi. Warga sekitar juga banyak yang datang untuk mencoba," katanya.
Melihat tingginya antusiasme masyarakat, pengelola berencana memperpanjang lintasan river tubing agar pengalaman wisata menjadi lebih lama sekaligus lebih menantang.
"Ke depan kami ingin melakukan pengembangan rute. Banyak masukan dari pengunjung agar lintasannya diperpanjang. Itu menjadi salah satu prioritas kami setelah proses perbaikan dan penataan jalur selesai," ujar Sutarno.
Tambah Daya Tarik Wisata Desa Berjo
Direktur BUMDes Berjo, Sularno, menjelaskan Jumog River Tubing merupakan usaha wisata yang dimiliki dan dikelola secara perseorangan. Meski demikian, kehadirannya dinilai mampu memperkaya pilihan aktivitas wisata di kawasan Air Terjun Jumog.
"Tubing ini merupakan usaha milik perseorangan. Namun, keberadaannya semakin menambah daya tarik wisata di kawasan Jumog. Dengan semakin banyak pilihan aktivitas wisata, kami berharap kunjungan wisatawan ke kawasan ini juga terus meningkat," ujar Sularno.
Menurutnya, bertambahnya atraksi wisata di Desa Berjo diharapkan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Peningkatan kunjungan wisatawan diyakini dapat memperpanjang lama tinggal wisatawan sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM, pedagang, hingga penyedia jasa di sekitar kawasan wisata.
Hadirnya Jumog River Tubing melengkapi deretan destinasi alam di Kabupaten Karanganyar yang selama ini dikenal dengan wisata pegunungan, air terjun, dan sungai. Wahana baru tersebut diharapkan semakin memperkuat kawasan Air Terjun Jumog sebagai salah satu destinasi unggulan di lereng Gunung Lawu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Karanganyar mengungkap identitas pria telanjang yang meresahkan warga Wonolapan, Gondangrejo. Polisi memastikan yang bersangkutan merupakan ODGJ.
Departemen Kehakiman AS menyatakan aturan yang mewajibkan penghapusan TikTok dari perangkat pemerintah federal tidak lagi berlaku untuk versi terbaru aplikasi.
Afgan membuka konser Retrospektif di Jakarta untuk merayakan 18 tahun karier musiknya melalui konsep grand symphonic universe.
Basarnas memperluas area pencarian korban KM Nurul Salsa menjadi 448 mil laut persegi. Sebanyak 25 penumpang masih dalam pencarian.
Dosen UMY Aly Aulia menilai kasus dugaan pembakaran santri di Lombok menjadi momentum memperkuat sistem perlindungan anak di pesantren.
KPK menyebut tingginya biaya politik menjadi salah satu faktor risiko korupsi kepala daerah. Sebanyak 15 kepala daerah hasil Pilkada 2024 telah menjadi tersangk