Harga Sayur di Beringharjo Turun, Libur MBG Jadi Pemicu
Harga sayur di Pasar Beringharjo turun tajam. Pedagang menyebut cuaca mendukung dan liburnya program MBG memengaruhi permintaan.
Wisatawan menaiki andong di Jl. Malioboro pada Selasa (7/7/2026). Kusir andong menagku ada kenaikan penumpang selama libur sekolah kali ini. (Stefani Yulindriani)
Harianjogja.com, JOGJA— Libur sekolah 2026 membawa dampak positif terhadap aktivitas andong wisata di kawasan Malioboro, Kota Jogja. Jumlah penumpang meningkat dibandingkan hari biasa, tetapi capaian tersebut belum mampu menyamai periode libur sekolah tahun lalu. Para kusir menilai kondisi tersebut dipengaruhi oleh daya beli masyarakat yang masih belum pulih sepenuhnya.
Ketua Paguyuban Kusir Andong, Purwanto, mengatakan peningkatan penumpang selama musim liburan mencapai sekitar dua kali lipat dibandingkan hari normal. Meski demikian, frekuensi perjalanan yang diperoleh setiap kusir masih berada di bawah capaian pada libur sekolah 2025.
"Kalau hari biasa satu kusir paling hanya mendapat satu sampai dua kali perjalanan. Saat libur sekolah ini naik sekitar dua kali lipat," ujarnya, Selasa (7/7/2026).
Rute Pendek
Purwanto menjelaskan, perjalanan dengan rute pendek masih menjadi pilihan utama wisatawan yang menggunakan jasa andong di kawasan Malioboro. Setelah itu, permintaan disusul rute menengah dan rute jauh yang melintasi kawasan Malioboro dan sekitarnya.
Ia memastikan tarif jasa andong tidak mengalami perubahan selama masa liburan. Tarif tetap mengacu pada ketentuan koperasi, yakni Rp150.000 untuk rute pendek, Rp200.000 untuk rute menengah, dan Rp250.000 untuk rute jauh.
Apabila wisatawan menginginkan rute di luar ketentuan tersebut, besaran tarif akan disesuaikan melalui kesepakatan antara kusir dan penumpang.
Menurut Purwanto, pengguna jasa andong saat ini didominasi wisatawan dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sebagian besar merupakan rombongan keluarga maupun kelompok wisata, sementara wisatawan lokal kini relatif lebih sedikit memanfaatkan transportasi tradisional tersebut.
Belum Menyamai Libur Sekolah 2025
Meski jumlah penumpang meningkat dibandingkan hari biasa, Purwanto menilai kondisi usaha andong pada musim liburan tahun ini masih belum sebaik tahun sebelumnya.
"Tahun lalu satu kusir bisa mendapat lima kali perjalanan. Sekarang rata-rata hanya empat kali, bahkan ada yang tiga kali," katanya.
Ia menduga kondisi tersebut berkaitan dengan daya beli masyarakat yang masih melemah. Akibatnya, wisatawan menjadi lebih selektif dalam mengalokasikan pengeluaran selama berlibur.
"Daya beli masyarakat belum seperti tahun kemarin. Itu yang kami rasakan," ujarnya.
Kesehatan Kuda
Menghadapi meningkatnya kunjungan wisatawan selama libur sekolah, Koperasi Jasa Andong Wisata Jogja melakukan berbagai persiapan agar layanan tetap optimal.
Purwanto mengatakan perawatan dilakukan mulai dari membersihkan andong, mengganti bagian yang sudah tidak layak, hingga memastikan kondisi kesehatan kuda beserta kebutuhan pakannya tetap terjaga.
"Kami membersihkan andong, mengganti yang kurang layak, kemudian kesehatan kuda dan makanannya juga dijaga. Itu memang menjadi rutinitas setiap musim liburan," katanya.
Koperasi juga menerapkan aturan kebersihan yang wajib dipatuhi seluruh kusir. Setiap andong diwajibkan membawa cairan pembersih atau pewangi beserta air untuk segera membersihkan lokasi apabila kuda buang air kecil di kawasan Malioboro.
"Semua andong wajib membawa cairan pewangi atau pembersih. Kalau kuda kencing di Malioboro harus langsung disiram, jadi tidak dibiarkan menimbulkan bau," ujarnya.
Biaya Operasional Meningkat
Di tengah peningkatan jumlah wisatawan, para kusir juga menghadapi kenaikan biaya operasional. Purwanto menyebut kebutuhan pakan dan suplemen untuk seekor kuda mencapai sekitar Rp100.000 setiap hari.
Nominal tersebut belum mencakup biaya perawatan kesehatan apabila kuda mengalami sakit. Menurutnya, biaya memanggil dokter hewan ke kandang dapat melebihi Rp350.000 dalam sekali kunjungan.
"Kalau dokter dipanggil ke kandang biayanya bisa lebih dari Rp350.000 sekali datang. Padahal kesehatan kuda harus benar-benar dijaga karena kalau sakit risikonya besar," katanya.
Purwanto berharap kondisi ekonomi masyarakat segera membaik sehingga jumlah wisatawan yang memanfaatkan jasa andong kembali meningkat.
"Kami berharap ekonomi segera pulih sehingga wisata di Jogja semakin ramai dan andong sebagai transportasi tradisional tetap bisa bertahan," ujarnya.
Penumpang andong Malioboro naik saat libur sekolah 2026, namun belum menyamai tahun lalu akibat daya beli masyarakat yang masih melemah.
penumpang andong Malioboro, andong Malioboro, libur sekolah 2026, wisata Malioboro, wisata Jogja, wisata Yogyakarta, transportasi tradisional Jogja, andong wisata Jogja, kusir andong Malioboro, Paguyuban Kusir Andong, Koperasi Jasa Andong Wisata Jogja, tarif andong Malioboro, tarif andong Jogja, rute andong Malioboro, rute pendek andong, rute menengah andong, rute jauh andong, wisatawan Malioboro, wisatawan Jogja, liburan sekolah Jogja, musim liburan Jogja, kunjungan wisata Jogja, destinasi Malioboro, kawasan Malioboro, wisata keluarga Jogja, rombongan wisata Jogja, wisata luar DIY, daya beli masyarakat, ekonomi masyarakat, okupansi andong, penumpang andong meningkat, transportasi wisata Jogja, ikon wisata Jogja, kuda andong Jogja, perawatan kuda andong, kesehatan kuda andong, biaya operasional andong, biaya pakan kuda, suplemen kuda, dokter hewan kuda, kebersihan Malioboro, cairan pembersih andong, aturan kusir andong, koperasi andong, wisata budaya Jogja, transportasi tradisional Indonesia, pesona Malioboro, aktivitas wisata Jogja, musim libur sekolah, ekonomi pariwisata Jogja, sektor pariwisata DIY, kunjungan wisatawan luar daerah, wisata heritage Jogja, layanan andong wisata, andong sebagai ikon Jogja, pengalaman wisata Malioboro, destinasi favorit Jogja, berita wisata Jogja, perkembangan wisata Malioboro, wisata tradisional Yogyakarta, aktivitas kusir andong, biaya perawatan kuda, wisata budaya Malioboro, transportasi khas Yogyakarta, wisatawan keluarga Malioboro, kondisi pariwisata Jogja 2026, liburan di Malioboro, berita Malioboro terbaru, harian jogja
Harianjogja.com, JOGJA— Libur sekolah 2026 membawa dampak positif terhadap aktivitas andong wisata di kawasan Malioboro, Kota Jogja. Jumlah penumpang meningkat dibandingkan hari biasa, tetapi capaian tersebut belum mampu menyamai periode libur sekolah tahun lalu. Para kusir menilai kondisi tersebut dipengaruhi oleh daya beli masyarakat yang masih belum pulih sepenuhnya.
Ketua Paguyuban Kusir Andong, Purwanto, mengatakan peningkatan penumpang selama musim liburan mencapai sekitar dua kali lipat dibandingkan hari normal. Meski demikian, frekuensi perjalanan yang diperoleh setiap kusir masih berada di bawah capaian pada libur sekolah 2025.
"Kalau hari biasa satu kusir paling hanya mendapat satu sampai dua kali perjalanan. Saat libur sekolah ini naik sekitar dua kali lipat," ujarnya, Selasa (7/7/2026).
Rute Pendek
Purwanto menjelaskan, perjalanan dengan rute pendek masih menjadi pilihan utama wisatawan yang menggunakan jasa andong di kawasan Malioboro. Setelah itu, permintaan disusul rute menengah dan rute jauh yang melintasi kawasan Malioboro dan sekitarnya.
Ia memastikan tarif jasa andong tidak mengalami perubahan selama masa liburan. Tarif tetap mengacu pada ketentuan koperasi, yakni Rp150.000 untuk rute pendek, Rp200.000 untuk rute menengah, dan Rp250.000 untuk rute jauh.
Apabila wisatawan menginginkan rute di luar ketentuan tersebut, besaran tarif akan disesuaikan melalui kesepakatan antara kusir dan penumpang.
Menurut Purwanto, pengguna jasa andong saat ini didominasi wisatawan dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sebagian besar merupakan rombongan keluarga maupun kelompok wisata, sementara wisatawan lokal kini relatif lebih sedikit memanfaatkan transportasi tradisional tersebut.
Belum Menyamai Libur Sekolah 2025
Meski jumlah penumpang meningkat dibandingkan hari biasa, Purwanto menilai kondisi usaha andong pada musim liburan tahun ini masih belum sebaik tahun sebelumnya.
"Tahun lalu satu kusir bisa mendapat lima kali perjalanan. Sekarang rata-rata hanya empat kali, bahkan ada yang tiga kali," katanya.
Ia menduga kondisi tersebut berkaitan dengan daya beli masyarakat yang masih melemah. Akibatnya, wisatawan menjadi lebih selektif dalam mengalokasikan pengeluaran selama berlibur.
"Daya beli masyarakat belum seperti tahun kemarin. Itu yang kami rasakan," ujarnya.
Kesehatan Kuda
Menghadapi meningkatnya kunjungan wisatawan selama libur sekolah, Koperasi Jasa Andong Wisata Jogja melakukan berbagai persiapan agar layanan tetap optimal.
Purwanto mengatakan perawatan dilakukan mulai dari membersihkan andong, mengganti bagian yang sudah tidak layak, hingga memastikan kondisi kesehatan kuda beserta kebutuhan pakannya tetap terjaga.
"Kami membersihkan andong, mengganti yang kurang layak, kemudian kesehatan kuda dan makanannya juga dijaga. Itu memang menjadi rutinitas setiap musim liburan," katanya.
Koperasi juga menerapkan aturan kebersihan yang wajib dipatuhi seluruh kusir. Setiap andong diwajibkan membawa cairan pembersih atau pewangi beserta air untuk segera membersihkan lokasi apabila kuda buang air kecil di kawasan Malioboro.
"Semua andong wajib membawa cairan pewangi atau pembersih. Kalau kuda kencing di Malioboro harus langsung disiram, jadi tidak dibiarkan menimbulkan bau," ujarnya.
Biaya Operasional Meningkat
Di tengah peningkatan jumlah wisatawan, para kusir juga menghadapi kenaikan biaya operasional. Purwanto menyebut kebutuhan pakan dan suplemen untuk seekor kuda mencapai sekitar Rp100.000 setiap hari.
Nominal tersebut belum mencakup biaya perawatan kesehatan apabila kuda mengalami sakit. Menurutnya, biaya memanggil dokter hewan ke kandang dapat melebihi Rp350.000 dalam sekali kunjungan.
"Kalau dokter dipanggil ke kandang biayanya bisa lebih dari Rp350.000 sekali datang. Padahal kesehatan kuda harus benar-benar dijaga karena kalau sakit risikonya besar," katanya.
Purwanto berharap kondisi ekonomi masyarakat segera membaik sehingga jumlah wisatawan yang memanfaatkan jasa andong kembali meningkat.
"Kami berharap ekonomi segera pulih sehingga wisata di Jogja semakin ramai dan andong sebagai transportasi tradisional tetap bisa bertahan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga sayur di Pasar Beringharjo turun tajam. Pedagang menyebut cuaca mendukung dan liburnya program MBG memengaruhi permintaan.
Gudang proyek calon KDMP di Mulo, Wonosari dibobol maling. Peralatan senilai Rp17,5 juta raib, polisi masih menyelidiki pelaku.
Pelajari cara menghitung PPh 21 dengan Tarif Efektif Rata-rata (TER), kategori tarif, contoh perhitungan, dan perbedaannya dengan sistem lama.
Menjelang dimulainya tahun ajaran baru, sebagian besar orang tua biasanya fokus menyiapkan berbagai kebutuhan sekolah anak, mulai dari seragam hingga perlengkap
Tingkatkan peluang dipanggil HRD dengan 5 tips melamar kerja untuk fresh graduate, mulai dari CV ATS hingga persiapan wawancara.
Qodari mengungkap PM Narendra Modi menyebut Prabowo sebagai sahabat tanpa sekat. Diplomasi personal dinilai memperkuat posisi Indonesia.