Dubai Rayu Wisatawan Kembali Lewat Program Hadiah hingga 3.000 Dirham

Jumali
Jumali Kamis, 30 Juli 2026 10:57 WIB
Dubai Rayu Wisatawan Kembali Lewat Program Hadiah hingga 3.000 Dirham

Dubai/Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Dubai meluncurkan berbagai strategi untuk mendorong kebangkitan sektor pariwisata yang menjadi salah satu penopang utama ekonomi kota tersebut. Salah satu langkah terbaru adalah program "A Dubai Invite", yang menawarkan insentif bagi warga dan penduduk Uni Emirat Arab (UEA) yang berhasil mengajak kerabat atau teman dari luar negeri untuk berkunjung ke Dubai.

Program yang diperkenalkan pada Juli 2026 itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kembali kunjungan wisatawan internasional. Melalui skema tersebut, warga UEA yang memenuhi syarat dapat memperoleh hadiah dengan nilai hingga 3.000 dirham UEA setelah berhasil mengundang wisatawan untuk datang ke Dubai.

Peserta program harus berusia minimal 18 tahun dan memiliki Emirates ID yang masih berlaku. Setiap peserta diperbolehkan mengundang hingga tiga tamu dari luar negeri untuk menikmati berbagai penawaran selama berada di Dubai.

Wisatawan yang direkomendasikan berhak memperoleh sejumlah keuntungan, mulai dari potongan harga hotel, penawaran khusus di restoran, hingga berbagai promo wisata yang berlaku untuk perjalanan sampai 31 Oktober 2026.

Pemerintah Dubai berharap pendekatan berbasis hubungan personal dapat menjadi cara efektif untuk meningkatkan minat wisatawan. Strategi tersebut dinilai lebih relevan di tengah perubahan perilaku wisatawan global yang kini lebih mengandalkan rekomendasi keluarga dan teman sebelum menentukan tujuan perjalanan.

AVP Special Projects & MENA Dubai Department of Economy and Tourism (DET), Noor Al Geziry, mengatakan masyarakat yang tinggal di Dubai memiliki peran penting dalam memperkenalkan pengalaman wisata kota tersebut kepada dunia.

"Di saat koneksi personal dan kepercayaan semakin penting dalam keputusan bepergian, 'A Dubai Invite' menunjukkan daya tarik utama kota ini, yaitu masyarakat yang tinggal di dalamnya dan menyambut keluarga maupun teman untuk merasakan langsung pengalaman di Dubai," ujarnya.

Program tersebut hadir setelah sektor pariwisata Dubai menghadapi tantangan berat dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, kota tersebut mencatat pencapaian bersejarah dengan menerima sekitar 19,59 juta wisatawan internasional sepanjang 2025.

Namun berbagai perkembangan geopolitik di kawasan Timur Tengah sempat menimbulkan tekanan terhadap industri perjalanan dan perhotelan. Kondisi tersebut memengaruhi tingkat kunjungan wisatawan dan aktivitas bisnis yang selama ini menjadi penggerak utama ekonomi Dubai.

Selain meluncurkan program promosi wisata, pemerintah setempat juga mengambil sejumlah langkah untuk mendukung pemulihan industri perhotelan dan jasa. Beberapa kebijakan yang disebut diterapkan antara lain pengurangan berbagai beban biaya yang berkaitan dengan sektor akomodasi dan pariwisata.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha menjaga daya saing sekaligus menarik lebih banyak wisatawan internasional untuk kembali berkunjung.

Meski demikian, sejumlah pengamat menilai tantangan terbesar yang dihadapi Dubai bukan hanya pemulihan infrastruktur atau aktivitas ekonomi, melainkan membangun kembali persepsi positif wisatawan mengenai keamanan kawasan.

Pengamat Timur Tengah dari European Council on Foreign Relations, Cinzia Bianco, menilai citra sebagai destinasi yang aman merupakan aset utama Dubai dalam menarik wisatawan dan investor internasional.

Sementara itu, Founder dan CEO Gates Hospitality, Naim Maadad, menyebut tantangan yang dihadapi sektor pariwisata saat ini lebih bersifat psikologis. Menurutnya, banyak wisatawan internasional masih memandang Timur Tengah sebagai satu kawasan yang homogen sehingga perkembangan di satu negara dapat memengaruhi persepsi terhadap negara lain.

Meski menghadapi tantangan tersebut, pelaku industri optimistis sektor pariwisata Dubai dapat kembali pulih. Berbagai fasilitas publik, hotel, restoran, pusat hiburan, hingga layanan transportasi disebut telah beroperasi normal dan siap menerima wisatawan dari berbagai negara.

Dengan kombinasi promosi, insentif, dan penguatan citra destinasi, Dubai berharap dapat mempertahankan posisinya sebagai salah satu tujuan wisata internasional terpopuler di dunia sekaligus mengembalikan kepercayaan wisatawan global dalam beberapa tahun mendatang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online