Menteri Pariwisata Apresiasi Desa Sejahtera Astra Kemiren Banyuwangi

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jum'at, 07 Agustus 2026 18:52 WIB
Menteri Pariwisata Apresiasi Desa Sejahtera Astra Kemiren Banyuwangi

Menteri Pariwisata Republik Indonesia Widiyanti Putri Wardhana mengunjungi Desa Sejahtera Astra Kemiren, Banyuwangi, Jawa Timur, untuk melihat langsung pengembangan desa wisata berbasis budaya masyarakat Osing./ Istimewa -Pemkab Banguwangi

Harianjogja.com, BANYUWANGI—Menteri Pariwisata Republik Indonesia Widiyanti Putri Wardhana mengunjungi Desa Sejahtera Astra Kemiren, Banyuwangi, Jawa Timur, untuk melihat langsung pengembangan desa wisata berbasis budaya masyarakat Osing.

Dalam kunjungan tersebut, Menpar meninjau berbagai aktivitas budaya dan ekonomi kreatif masyarakat, mulai dari kesenian Gejog Lesung, proses menyangrai Kopi Osing, pembuatan kue tradisional kucur dan tas anyaman, hingga produk-produk lokal yang dipasarkan di Pojok UMKM Desa Wisata.

Kunjungan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas konsistensi masyarakat Desa Sejahtera Astra Kemiren dalam melestarikan adat, tradisi, seni, dan kearifan lokal sebagai fondasi pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Sejak 2024, Astra terus mendampingi Desa Kemiren melalui empat bidang utama, yakni kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan. Sebagai wujud komitmen tersebut, Astra juga menyerahkan bantuan berupa 20 unit komposter, 50 paket perlengkapan homestay, serta pembangunan amfiteater desa untuk mendukung pengembangan desa wisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

Desa Wisata Kemiren juga telah masuk dalam Best Tourism Villages Upgrade Programme 2025 yang diselenggarakan UN Tourism. Program tersebut ditujukan bagi desa-desa wisata yang dinilai memiliki potensi besar, namun masih membutuhkan pendampingan agar mampu memenuhi standar internasional dalam tata kelola destinasi.

Menpar berharap proses pendampingan tersebut dapat membawa Desa Kemiren meraih pengakuan sebagai salah satu desa wisata terbaik di dunia.

"Semoga setelah mendapat pendampingan, Desa Kemiren bisa meraih predikat Best Tourism Village," ujar Menpar dikutip dari laman resmi Pemkab Banyuwangi.

Dalam kunjungannya, Menpar didampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Keduanya berjalan menyusuri perkampungan adat, berinteraksi dengan warga, serta melihat secara langsung kehidupan masyarakat yang hingga kini tetap mempertahankan tradisi dan budaya Osing.

Menurut Menpar, kreativitas masyarakat dalam menjaga warisan budaya menjadi kekuatan utama Desa Kemiren sebagai destinasi wisata berbasis budaya.

"Warga di sini sangat kreatif dalam mempertahankan tradisi mereka," ujarnya.

Selain mengunjungi kawasan desa, Menpar juga menyambangi Sanggar Genjah Arum. Di lokasi tersebut, ia diperkenalkan dengan berbagai kuliner khas masyarakat Osing, seperti kue cucur, Kopi Osing, rujak soto, hingga pecel pitik, yakni olahan ayam kampung panggang yang dipadukan dengan kelapa parut dan bumbu khas masyarakat Osing.

Menpar mengaku terkesan setelah mencicipi sejumlah kuliner tradisional tersebut.

"Ini pertama kali saya makan rujak soto. Enak," katanya sambil mengacungkan jempol.

"Kalau kue cucur, saya sudah biasa makan, tapi yang di sini luar biasa," imbuhnya.

Tidak hanya menikmati kuliner, Menpar juga mencoba pengalaman wisata yang ditawarkan masyarakat setempat. Ia menjajal proses menyangrai kopi secara tradisional menggunakan tungku dan wajan tanah liat, serta ikut membuat kue cucur bersama warga.

Pengalaman tersebut semakin memperkuat kesannya terhadap Desa Kemiren yang dinilai mampu menghadirkan pengalaman wisata yang autentik.

"Saya terkesan dengan suasana di sini. Kehangatan masyarakat Banyuwangi, budayanya, makanannya, desanya. Tadi sudah kami bahas bagaimana agar bisa meningkatkan pariwisata di Banyuwangi," ujarnya.

Di Sanggar Genjah Arum, Menpar juga mencicipi berbagai jenis kopi khas Banyuwangi, mulai dari arabika, liberika, hingga kopi khas daerah setempat. Selain itu, ia menyaksikan pertunjukan Tari Gandrung dan Barong Osing yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Banyuwangi.

"Saya sudah mencicipi kopi arabika, liberika, dan kopi yang bisa bikin ngantuk. Enak. Saya sangat mendukung penuh industri kopi, termasuk dari Banyuwangi. Saya biasanya kalau ke luar negeri selalu bawa kopi untuk gift sebagai upaya mempromosikan kopi lokal," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online