Cara Mengajukan Perubahan Data Desil DTSEN Lewat HP dan Kelurahan
Masyarakat bisa mengajukan pembaruan data DTSEN melalui aplikasi Cek Bansos atau kelurahan. Simak cara, syarat, dan alasan desil tidak langsung berubah.
Jepang./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA—Hujan ekstrem yang mengguyur Prefektur Chiba, Jepang, sejak Kamis (13/8/2026) memicu bencana banjir besar yang menelan korban jiwa dan melumpuhkan berbagai aktivitas masyarakat. Otoritas Jepang bahkan menyebut intensitas hujan kali ini sebagai salah satu yang paling ekstrem yang pernah tercatat di wilayah tersebut.
Berdasarkan laporan BBC, lebih dari 360 milimeter hujan turun hanya dalam waktu 24 jam di sejumlah wilayah Chiba. Jumlah tersebut setara tiga kali lipat rata-rata curah hujan selama Agustus.
Kondisi paling parah terjadi di Kota Chiba. Curah hujan per jam mencapai 115 milimeter, angka yang hampir setara dengan total curah hujan normal selama satu bulan penuh.
Situasi tersebut mendorong Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengeluarkan peringatan darurat Level 5, tingkat kewaspadaan tertinggi, untuk 18 kota dan satu wilayah di Prefektur Chiba. Ini menjadi salah satu peringatan cuaca paling serius yang pernah diterbitkan otoritas setempat.
Korban Jiwa Bertambah
Dampak hujan ekstrem terus meluas hingga Jumat (14/8/2026). Sedikitnya enam orang dilaporkan meninggal dunia, sementara lima orang lainnya mengalami luka-luka dan satu orang masih dinyatakan hilang.
Korban tewas ditemukan di berbagai lokasi terdampak banjir. Di antaranya seorang pria berusia sekitar 60 hingga 70 tahun yang ditemukan mengapung di jalanan yang tergenang air, seorang perempuan berusia 66 tahun yang terjebak di dalam mobil yang terendam banjir, serta seorang pria yang ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di jalan.
Otoritas Jepang masih melakukan identifikasi terhadap salah satu korban yang belum diketahui identitasnya.
Selain korban jiwa, banjir juga merendam puluhan rumah warga di sejumlah kota seperti Ichikawa, Kashiwa, dan Sakura. Sedikitnya 45 rumah dilaporkan terendam banjir, sementara 39 rumah lainnya mengalami kerusakan akibat rembesan air.
22.000 Rumah Padam dan Ratusan Ribu Warga Dievakuasi
Bencana banjir diperparah oleh pemadaman listrik yang meluas. Hingga Jumat pagi, lebih dari 22.000 rumah tangga di Chiba masih mengalami gangguan pasokan listrik.
Perusahaan listrik Tokyo Electric Power (TEPCO) mencatat pemadaman masih terjadi hingga pukul 11.00 waktu setempat.
Di saat yang sama, pemerintah mengeluarkan perintah evakuasi skala besar. Lebih dari 400.000 warga di Prefektur Chiba dan Ibaraki diminta meninggalkan rumah mereka menuju lokasi yang lebih aman.
Untuk mengakomodasi pengungsi, sedikitnya 200 tempat penampungan telah dibuka di berbagai wilayah terdampak.
Bandara Narita Berubah Menjadi Tempat Penampungan Darurat
Dampak cuaca ekstrem juga dirasakan sektor transportasi. Bandara Internasional Narita yang menjadi salah satu pintu masuk utama menuju Tokyo sempat lumpuh akibat terputusnya akses transportasi.
Sekitar 7.000 penumpang terpaksa bermalam di terminal bandara setelah layanan kereta api dan jalur darat menuju Tokyo tidak dapat digunakan.
Foto-foto yang beredar menunjukkan ratusan penumpang tidur di lantai terminal sambil menunggu kondisi membaik. Petugas bandara membagikan selimut, makanan ringan, dan air minum kepada para penumpang yang terjebak.
Seorang wisatawan asal Amerika Serikat yang berada di Bandara Narita bersama keluarganya mengaku tidak akan pernah melupakan pengalaman tersebut.
"Kami tidak akan pernah melupakan perjalanan ini," katanya dikutip dari NHK.
Selain Bandara Narita, ratusan penumpang juga dilaporkan terjebak di Stasiun Chiba akibat penghentian sementara layanan kereta api.
Otoritas Sebut Situasi Sangat Tidak Biasa
Gubernur Chiba, Toshihito Kumagai, menggambarkan bencana ini sebagai situasi yang belum pernah ia alami sepanjang menangani berbagai kejadian darurat di Jepang.
"Ini adalah situasi yang sangat tidak biasa, bahkan menurut standar cuaca historis Jepang. Saya telah menangani banyak bencana sebelumnya, tetapi belum pernah mengalami situasi seperti ini," katanya dikutip dari Reuters.
Pemerintah Jepang kemudian mengerahkan Pasukan Bela Diri Jepang (Self-Defence Forces) untuk membantu proses penyelamatan, evakuasi, serta distribusi bantuan kepada warga terdampak.
Meski status peringatan cuaca telah diturunkan dari Level 5 menjadi Level 4 pada Jumat pagi, warga tetap diminta waspada terhadap potensi longsor, banjir susulan, dan luapan sungai.
Transportasi Mulai Pulih
Memasuki Jumat pagi, sejumlah layanan transportasi mulai beroperasi kembali secara bertahap.
Japan Airlines menyatakan beberapa penerbangan masih berpotensi mengalami keterlambatan, namun sejauh ini tidak ada pembatalan penerbangan besar yang diumumkan.
Beberapa layanan kereta api yang menghubungkan Narita dan Tokyo juga mulai kembali beroperasi meskipun belum sepenuhnya normal.
Di tengah upaya pemulihan, kekhawatiran masih dirasakan warga terdampak. Seorang pemilik usaha di Kota Ichikawa mengaku cemas karena pemadaman listrik dapat mengganggu aktivitas bisnisnya dalam beberapa hari ke depan.
Bencana di Chiba kembali menjadi pengingat akan meningkatnya risiko cuaca ekstrem yang dalam beberapa tahun terakhir semakin sering dikaitkan dengan perubahan iklim global. Sementara air mulai surut di sejumlah lokasi, ribuan warga masih berjuang memulihkan kehidupan mereka dari dampak salah satu hujan paling ekstrem yang pernah melanda Jepang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Masyarakat bisa mengajukan pembaruan data DTSEN melalui aplikasi Cek Bansos atau kelurahan. Simak cara, syarat, dan alasan desil tidak langsung berubah.
Lonjakan operasi plastik di kalangan anak muda Jepang memicu kekhawatiran. Bahkan anak lulusan SD mulai menjalani operasi kelopak mata dengan persetujuan orang
Federasi Sepak Bola Laos melaporkan dugaan match fixing yang menyeret Timnas Laos di Piala AFF 2026. Polisi diminta menyelidiki indikasi manipulasi pertandingan
Xiaomi resmi meluncurkan HyperOS 4 di China. Sistem operasi terbaru ini membawa desain transparan ala kaca, AI Assistant 2.0, performa lebih cepat, dan fitur li
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY terus menggaungkan semangat literasi melalui bedah buku Homepower
Pendapatan transfer Kulonprogo turun Rp114,66 miliar pada APBD Perubahan 2026. DPRD meminta Pemkab mengubah strategi fiskal.