Nenek 96 Tahun Ini Keliling Dunia Bersama Cucu, Baru Punya Paspor di Usia 91

Jumali
Jumali Senin, 31 Agustus 2026 12:17 WIB
Nenek 96 Tahun Ini Keliling Dunia Bersama Cucu, Baru Punya Paspor di Usia 91

Joy and Brad Ryan trekking together in Antarctica./@grandmajoysroadtrip & HX

Harianjogja.com, JOGJA— Usia bukan penghalang bagi Joy Ryan untuk melihat dunia. Nenek asal Amerika Serikat tersebut baru memiliki paspor pertamanya ketika berusia 91 tahun. Lima tahun kemudian, Joy yang kini berusia 96 tahun masih aktif menjelajah berbagai negara bersama cucunya, Brad Ryan.

Dilansir dari People, setelah menyelesaikan perjalanan panjang menjelajahi puluhan taman nasional di Amerika Serikat, Joy kini bersiap mengunjungi Thailand dan Australia. Perjalanan tersebut sekaligus membawa nenek dan cucu itu semakin dekat dengan impian menjelajahi tujuh benua bersama-sama.

Petualangan Joy dan Brad mendapat dukungan dari Road Scholar, organisasi nirlaba yang menyediakan program perjalanan edukasi bagi orang dewasa lanjut usia.

Petualangan Dimulai Saat Joy Berusia 85 Tahun

Kisah perjalanan Joy dan Brad bermula pada 2015. Saat itu, Joy berusia 85 tahun dan belum pernah memiliki pengalaman menjelajahi pegunungan.

Brad kemudian mengajak neneknya berkemah di kawasan Smoky Mountains. Bagi Joy, perjalanan tersebut menjadi pengalaman yang berbeda karena ia bahkan belum pernah melihat gunung sebelumnya.

Ajakan sederhana itu ternyata menjadi awal dari petualangan panjang keduanya.

Selama sekitar tujuh tahun, Joy dan Brad menjelajahi 63 taman nasional di Amerika Serikat. Jarak perjalanan yang mereka tempuh mencapai sekitar 100.000 mil atau 160.000 kilometer.

Perjalanan tersebut bukan hanya memperkenalkan Joy pada berbagai tempat baru, tetapi juga mengubah hubungan antara dirinya dan Brad.

Selesaikan 63 Taman Nasional di Usia 93 Tahun

Pada 2023, Joy berhasil menyelesaikan kunjungannya ke seluruh 63 taman nasional Amerika Serikat. Saat itu, usianya telah mencapai 93 tahun.

Pencapaian tersebut membuat kisah Joy sebagai Grandma Joy menjadi viral dan menarik perhatian banyak orang.

Sepanjang perjalanan, Joy menyaksikan beragam bentang alam yang sebelumnya mungkin tidak pernah ia bayangkan. Dari pegunungan dan gurun hingga gletser, lautan, serta hutan hujan, semakin banyak tempat yang berhasil masuk dalam daftar pengalaman hidupnya.

Namun, bagi Brad, perjalanan tersebut memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar mengumpulkan destinasi.

Petualangan bersama Joy menjadi kesempatan bagi keduanya untuk kembali membangun kedekatan keluarga setelah sempat mengalami kerenggangan selama bertahun-tahun.

Thailand dan Australia Jadi Tujuan Berikutnya

Setelah menjelajahi Amerika Serikat, Joy dan Brad kini bersiap melanjutkan perjalanan internasional mereka.

Thailand menjadi salah satu tujuan berikutnya. Di negara tersebut, keduanya dijadwalkan mempelajari sejarah dan budaya lokal sekaligus menikmati kuliner bersama keluarga setempat.

Setelah Thailand, perjalanan dilanjutkan ke Australia. Di sana, Joy dan Brad akan mempelajari konservasi satwa liar.

Tujuan tersebut memiliki keterkaitan khusus dengan Brad yang berprofesi sebagai dokter hewan satwa liar sekaligus konservasionis.

Perjalanan ke Australia pun tidak hanya menjadi kesempatan untuk melihat destinasi baru, tetapi juga membuka ruang bagi Joy untuk memahami lebih jauh pekerjaan yang selama ini digeluti cucunya.

Mengejar Impian Tujuh Benua

Kunjungan ke Thailand dan Australia menjadi bagian dari ambisi Joy dan Brad untuk menjelajahi tujuh benua bersama-sama.

Perjalanan tersebut juga menggambarkan bagaimana aktivitas wisata dapat menjadi ruang untuk mempererat hubungan antaranggota keluarga.

Road Scholar menyebut perjalanan lintas generasi seperti yang dilakukan Joy dan Brad sebagai Co-Gen Travel. Konsep tersebut menggambarkan kegiatan perjalanan yang dilakukan bersama anggota keluarga dari generasi berbeda, termasuk anak dan cucu.

Kisah Joy menjadi contoh bahwa pengalaman bepergian tidak harus dimulai sejak usia muda.

Paspor pertamanya baru didapatkan ketika berusia 91 tahun. Namun, setelah itu, ia justru terus membuka lembaran baru dengan mengunjungi berbagai tempat dan merasakan pengalaman yang sebelumnya tidak pernah ia bayangkan.

Usia Bukan Batas untuk Menjelajah

Perjalanan Joy dan Brad menunjukkan bahwa wisata dapat memiliki arti lebih besar daripada sekadar mendatangi tempat-tempat baru.

Bagi Joy, perjalanan tersebut membuka kesempatan untuk mengenal dunia lebih luas. Bagi Brad, perjalanan bersama sang nenek menjadi cara untuk menciptakan kembali kenangan sekaligus mempererat hubungan keluarga.

Kini, di usia 96 tahun, Joy masih memiliki daftar tujuan yang ingin diwujudkan.

Thailand dan Australia menjadi langkah berikutnya dalam perjalanan mereka menuju tujuh benua. Dari seorang nenek yang baru pertama kali melihat gunung pada usia 85 tahun hingga menjadi Grandma Joy yang menjelajahi berbagai penjuru dunia, kisahnya menjadi pengingat bahwa tidak ada kata terlambat untuk memulai sebuah petualangan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online