Bebek Goreng Umar Plenteng, 20 Tahun Pertahankan Resep

Maya Arina Pramudita
Maya Arina Pramudita Senin, 09 April 2018 20:35 WIB
Bebek Goreng Umar Plenteng, 20 Tahun Pertahankan Resep

Warung Bebek Goreng Umar Plenteng di Baran, Srigading, Sanden, Bantul./Harian Jogja-Maya Arina Pramudita

Harianjogja.com, BANTUL-Sajian bebek yang diolah ala tradisional dengan sambal khas yang dipertahankan selama dua dekade menjadi ciri khas dari Bebek Goreng Umar Plenteng.  

Bebek goreng di tempat ini disajikan tradisional digoreng, dengan lalapan segar.  Bebek Umar Plenteng telah hadir menghiasi kuliner legendaris di DIY sejak 1996. Rumah makan Bebek Umar Plenteng terletak di Baran, Srigading, Sanden, Bantul.

Warungnya buka pukul 10.00 hingga 22.00. Lebih dari dua dekade, bebek goreng khas Umar Plenteng ini selalu ramai dicari oleh wisatawan dan warga DIY.

“Kami menyediakan bebek goreng sebagai menu utama dalam rumah makan ini. Bebek tersebut disajikan bersama sambal terasi dan sambel bawang, tidak lupa ditambah lalapan berupa timun, daun papaya rebus dan kemangi,” ujar Umar Plenteng, sang pemilik warung, Minggu (15/8/2018).

Umar bercerita bebek goreng di warungnya dimasak dengan bumbu tradisional tanpa penyedap rasa. Hal itu yang kemudian membuat bebeknya menjadi terkenal dan menarik wisatawan yang berkunjung ke Bantul. Untuk menu bebek goreng paha atau dada dijual dengan harga Rp25.000 per porsi sudah lengkap dengan nasi, sambal dan lalapan.

Nuansa tradisional makin lengkap karena warung makan ini terletak di perdesaan. Ruangan warung cukup luas dengan lantai keramik dan halaman menghadap sawah.

Pengunjung dapat menikmati dengan cara duduk di kursi maupun lesehan. Di bagian depan, pegawai mengolah, menggoreng bebek dan memasak pesanan. Hal itu membuat pengunjung dapat melihat proses memasaknya.

Selain bebek goreng, rumah makan ini menyediakan ayam goreng, entok goreng dan rica-rica. Umar menjelaskan rumah makannya juga menyediakan kalkun sebagai menu special order. “Untuk menu rica-rica dan kalkun pemesanan harus dilakukan minimal satu hari sebelumnya karena harus disiapkan, terutama kalkun karena ukurannya besar,” katanya.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online