Lebih dari 100.000 Orang di DIY Telah Disuntik Vaksin
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Wisatawan menikmati indahnya bunga celosia di Kebun Bunga Celosia yang berada di Dusun Nglaos, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Jumat (11/5/2018)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Katakan cinta dengan bunga. Ungkapan itu memang berlaku jika bunga yang dimaksud adalah bunga celosia.
Bunga yang bernama latin Celosia Plumosa itu memang terkenal sebagai salah satu bunga pengungkap cinta karena warnanya yang cerah dan indah. Agaknya, itulah yang membuat warga Dusun Nglaos, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul berinisiatif untuk mengembangkan bunga yang identik dengan warna merah itu.
Tak salah, usaha warga itu pun membuahkan hasil. Kebun celosia itu kini menjadi salah satu destinasi wisata alternatif di Gunungkidul, khususnya bagi Anda yang penggila swafoto.
Untuk menuju taman bunga celosia pun tidaklah susah. Anda dapat mengambil akses menuju obyek Pantai Sepanjang. Nah, taman itu terletak di sebelah selatan jalan dan nampak jelas ketika terlihat dari jalanan.
Otak di balik ide kreatif tersebut ialah Eko Hardiyanto, 28. Warga Dusun Ngasem, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari ini mengatakan sebelum akhirnya sukses mengembangkan bunga celosia, dia sempat mencoba membudidayakan Bunga Matahari. Namun usaha itu gagal karena banyak bunga yang mati akibat tak tahan panas dan kurang air. "Saya sampai merugi hingga Rp5 juta," kata Eko, Jumat (11/5/2018).
Pengalaman pahit itu tak lantas membuatnya patah arang. Eko kemudian mencari informasi tentang bunga yang bisa ditanam di daerah minim air serta berbatu. "Saya browsing di Internet, bunga itu adalah celosia. Ternyata ada yang jual bibit, tepatnya di Bantul. Saya beli Rp 9 juta dan dapat 3000-an bibit," kata dia.
Setiap hari bibit tersebut ia rawat hingga berbunga. Eko sebenarnya berniat membuka obyek wisata itu pada libur lebaran. Namun lantaran lokasinya yang berada di tepi jalan, saat ini sudah banyak yang mampir.
Anda tertarik, tak mahal kok. Eko mematok tarif masuk yang ramah bagi kocek untuk setiap wisatawan, yakni Rp 5 ribu. Harga itu pun sudah termasuk parkir.
Seorang wisatawan asal Jogja, Edy Pramono, 32, mengungkapkan kedatangannya ke obyek wisata ini tidak direncanakan. Sebab ia justru hendak dalam perjalanan menuju pantai, tapi dari kejauhan melihat hamparan bunga berwarna-warni yang menarik perhatiannya.
Tanpa berpikir panjang, ia kemudian mengikuti arah dari taman bunga tersebut dan kemudian berhenti. "Sebenarnya saya mau ke pantai, tapi saya lihat ada bunga indah sekali dan mampir dulu. Cocok untuk memupuk benih cinta," candanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Prabowo menyaksikan penyerahan Rp10,27 triliun hasil penertiban kawasan hutan. Dana ini bisa renovasi 5.000 puskesmas.
Perahu nelayan terbalik di Pantai Baru Bantul, satu orang hilang. Tim SAR masih lakukan pencarian di tengah gelombang tinggi.
Kemenhaj temukan dugaan pungli layanan kursi roda haji di Makkah. Tarif mencapai Rp10 juta, jauh di atas harga resmi.
Harga sapi impor naik, peternak lokal diuntungkan. Namun pakar UGM memperingatkan ancaman serius bagi populasi sapi nasional.
Huawei MatePad Pro Max siap meluncur dengan RAM hingga 20GB, layar OLED 144Hz, dan baterai 10.400 mAh.