FAD DIY Siapkan Suara Anak Daerah 2026
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Pulau Kucing di Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara./Antara
Harianjogja.com, KEPULAUAN SULA—Dulu Pulau Kucing di Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara ada koloni kucing di sana. Tempat itu memang tempat pembuangankucing liar. Kini, Pulau Kucing berubah wajah, menjadi indah dan dikunjungi banyak wisatawan.
Saat menginjakkan kaki di pulau yang hanya berjarak sekitar 15 menit naik perahu mesin dari Desa Fukweu, Kecamatan Sanana Utara, puluhan kucing terlihat sedang merebut sisa makanan yang ditinggalkan wisatawan yang berkunjung.
Karena tidak ada pemiliknya, kucing-kucing tersebut tampak tidak terawat sebagai halnya dengan kucing liar pada umumnya. Dalam empat bulan terakhir, wajah Pulau Kucing yang tidak berpenghuni dan seluas hanya beberapa hektare itu sudah berubah total setelah dibenahi oleh warga desa sebagai tempat tujuan wisata.
Sekarang Pulau Kucing sudah menjelma menjadi tempat tujuan wisata bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Sula yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Fukweu.
Dengan membayar ongkos transportasi perahu mesin dari dermaga Desa Fukweu sebesar Rp10.000 pergi-pulang, wisatawan bisa menikmati suasana santai di gazebo di pinggir laut sambil berkaraoke. Jaringan listrik dialiri melalui kabel dalam laut dari desa Fukweu membuat pulau tersebut bisa menyala selama 24 jam.
Subandi, pemuda Desa Fukweu yang juga pengelola kawasan wisata Pulau Kucing mengatakan bahwa wisata di pulau itu dikelola secara swadaya pemerintah desa dan masyarakat.
"Sejak dibuka empat bulan lalu, pemuda desa yang sebelumnya menganggur bisa mendapatkan penghasilan dari usaha wisata seperti menjadi penyedia sarana transportasi," kata Subandi.
Akhir Pekan
Subandi mengaku bahwa ia belum memiliki data yang akurat mengenai kunjungan wisatawan ke Pulau Kucing. "Kalau hari Sabtu dan Minggu serta hari libur, ada sekitar 200-an pengunjung perhari, tapi kalau saat tahun batu dan Lebaran bisa mencapai 2.000 orang," katanya belum lama ini.
Sebagai daerah yang baru dimekarkan, Kabupaten Kepulauan Sula dan potensi wisata yang ada di daerah itu memang belum banyak dikenal, bahkan di dalam negeri sendiri. "Kendala yang kami miliki tentu saja infrastruktur seperti bandara yang belum memadai, selain akomodasi dan sumber daya manusia," kata Bupati Kepulauan Sula Hendrata Thes.
"Saya tanpa jemu berusaha merangkul seluruh elemen masyarakat untuk duduk bersama mencari jalan dan solusi dalam mengembangkan industri pariwisata," katanya.
Salah satu upaya yang dilakukan Kabupaten Kepulauan Sula untuk mempromosikan diri agar dikenal adalah dengan menggelar Festival Maksaira secara teratur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit melantik Kalemdiklat Polri, lima kapolda baru, dan satu pejabat utama Mabes Polri di Jakarta.