Kredit Mobil Baru dan Bekas Melemah, OJK Soroti Dampak PHK
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
Rendang/Antara
Harianjogja.com, PADANG—Siapa yang tak tahu rendang, makanan khas Minang ini terkenal hingga mendunia. Pemerintah Provinsi Sumatra Barat pun tak menyia-nyiakan potensi rendang dan akan menjadikannya sebagai komoditas ekspor unggulan.
Gubernur Sumatra Barat, Irwan Prayitno, mengatakan animo pecinta kuliner luar negeri yang cukup tinggi terutama Eropa. "Ide ini muncul karena masukan dari sejumlah mitra di luar negeri yang menginginkan rendang, namun cukup sulit didapat," katanya, di Padang, belum lama ini.
Ia menyampaikan hal tersebut menanggapi pertumbuhan ekonomi provinsi itu yang mencapai 5,1% hingga 5,5% atau mengalami penguatan setelah melambat sejak 2013.
Menurut dia, saat ini pemerintah provinsi sedang melakukan kajian kuliner rendang yang bertahan hingga 1,5 tahun. Masa kedaluwarsa yang lama memang dibutuhkan untuk menjangkau pasar dunia.
Importir luar negeri, ujar dia sudah menyampaikan minatnya kepada pemprov sehingga ekspor rendang ini menjadi salah satu fokus utama untuk menjangkau pasar luar negeri.
"Saya sudah beberapa kali melakukan penjajakan untuk mendapatkan investor dalam dunia ekspor, salah satunya rendang," kata dia.
Ia menyampaikan pamor rendang semakin mendapatkan tempat di hati masyarakat luar negeri setelah dinobatkan sebagai olahan kuliner terlezat di dunia.
Rendang, lanjutnya mengalahkan sajian kuliner yang terlebih dahulu terkenal seperti sushi dari Jepang dan kimchi Korea. "Rendang makanan terlezat, namun stok di negera lain tidak ada," ujar dia.
Namun untuk dalam negeri, kata dia, pendistribusian rendang sudah lancar dan gencar dilakukan.
Rendang yang dimasak langsung di restoran maupun pusat oleh-oleh Minang, kata dia kini mulai dilirik oleh wisatawan yang berkunjung ke Sumatra Barat.
"Kemasan rendang saat ini juga sudah mulai bagus sehingga dapat menjadi buah tangan bagi wisatawan," katanya.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumbar, Zaimar, mengatakan, terus berupaya meningkatkan rendang melalui pelatihan dan pembinaan kepada pelaku usaha sehingga produk makanan khas masyarakat Minang itu bisa menjadi peluang ekspor .
Disperindag sedang menyiapkan dan mendorong usaha kecil menengah melalui pelatihan dan pembinaan dalam pengembangan seperti kemasan dan syarat-syarat produk rendang siap dipasarkan, kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
Tiga remaja di Sragen menjadi korban curanmor bermodus mengaku petugas Banpol. Pelaku membawa kabur sepeda motor dan ponsel korban.
Kebakaran melanda Pasar Modern BSB Semarang. Diduga dipicu kebocoran tabung gas di warung soto, sebanyak 179 kios terdampak.
Cuaca ekstrem dan angin kencang membuat hasil tangkapan nelayan di pesisir selatan Gunungkidul turun hingga separuh dalam beberapa hari terakhir.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuding Rusia berencana mendatangkan 30.000 tentara Korea Utara dan menambah kerja sama militer dengan Pyongyang.
Sebanyak 2.000 warga Magelang menebus sembako murah dari PSMTI. Program sosial ini membantu meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi.