Wonogiri Putar Haluan Ekonomi, Pariwisata dan Ekraf Jadi Andalan Baru
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Smithsonian Museum/JIBI-Bisnis Indonesia-David Eka Setiabudi
Harianjogja.com, WASHINGTON—Jika Anda wajib berkunjung ke Kraton Ngayogyakarta, Malioboro, atau Candi Prambanan saat berkunjung ke Daerah Istimewa Yogyakart (DIY), tempat wajib yang harus disambangi ketika menginjakkan kaki di Washington antara lain White House, Capitol Building, dan Lincoln Memorial.
Sama seperti penjungung lain, menu wajib itu pun Bisnis lakoni. Melihat lebih dekat kantor Presiden Trump, hingga menyentuh patung Abraham Lincoln di Lincoln Memorial.
Paling tidak, lebih dari 18.000 langkah terekam dalam smart watch, ketika menyinggahi White House hingga Monumen Perang Dunia ke-2.
Kota yang rapi dan bersih, dua hal itu juga langsung terekam saat menyusuri jalan di Washington. Harus diakui, jarak tempat-tempat bersejarah dan museum di DC yang tidak terlalu jauh, relatif tidak terlalu melelahkan jika dijangkau dengan jalan kaki.
Saat berada di Lincoln Memorial, fokus pengunjung tidak hanya berfoto, tetapi juga membaca berbagai quote yang terpampang di dinding monumen ataupun lantai. Belum lagi, posisi toko suvenir yang berada di sudut monumen menjadi lokasi wajib bagi pengunjung untuk membawa buah tangan bagi kolega ataupun sanak saudara.
Daya tarik juga terpancar dari Memorial Veteran Perang Korea. Terlihat di monument ini banyak orang Korea yang mengabadikan diri dengan foto. Komponen yang ada di monumen tersebut, mulai dari dindingnya, patung-patung stainless steel dan Pool of Remembrance, didedikasikan untuk Angkatan Bersenjata AS yang bertugas selama Perang Korea.
Lain halnya Monumen Perang Dunia ke-2 yang dihiasi dengan dinding-dinding tinggi serta air mancur. Posisi monumen ini berada di tengah Lincoln Memorial dan Washington Monument, jika ditarik garis imajiner yang menyatukan tempat itu.
Layak Dikunjungi
Setelah menyambangi tempat wajib tersebut, mengunjungi museum adalah tujuan utama selanjutnya yaitu National Museum of the American Indian dan National Air and Space Museum.
Keduanya berada di bawah naungan Smithsonian Museum. Sebenarnya ada museum lain yang layak dikunjungi, seperti National Museum, National Museum of African American History and Culture dan lainnya.
Sebagai salah satu museum yang paling banyak dikunjungi, museum dirgantaranya Amerika Serikat ini memiliki banyak sekali koleksi asli, dan sebagian kecil diorama serta gambar figuratif.
Tidak hanya menceritakan teknologi terkini, industri dirgantara Amerika Serikat, museum ini juga menyajikan gambaran awal mula terciptanya pesawat oleh Wright bersaudara.
Benar saja, di akhir pekan, museum ini dipadati oleh pengunjung. Dalam penelusuran Bisnis, setidaknya ada tiga barisan antrean mengular di depan pintu masuk museum.
Berdasarkan informasi, jika pengunjung ingin menikmati sajian museum ini, setidaknya diperlukan waktu tiga jam. Akan tetapi, jika Anda hanya melihat sekilas koleksi yang ada, tetap memerlukan waktu 90 menit. Tidak ada batasan waktu di dalam museum.
Jika di Air and Space Museum memerlukan waktu hingga 180 menit untuk menikmati setiap detail koleksi, di Museum American Indian, pengunjung minimal perlu meluangkan waktu hingga 120 menit. Jika ingin sekadar melintas dan mengambil foto, 60 menit sudah cukup.
Di museum ini, tidak hanya berisi koleksi peninggalan suku Indian, tetapi juga karya-karya kontemporer yang menarik batin Anda untuk menyelami sejarah Indian.
Melihat dua museum tersebut, patut diapresiasi bagaimana Amerika Serikat harus mengeluarkan dana besar untuk menghadirkan ruangan pengingat untuk generasi mendatang, tentang sejarah negara mereka.
Terlepas dari itu, keinginan warga lokal untuk datang dan menikmati koleksi museum di sana patut diacungi jempol.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 22 Mei 2026. Berangkat hampir tiap jam dengan tarif Rp8.000, praktis dan hemat.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.