OPINI: Bayi yang Tidak Diinginkan: Ujian Etika dan Kemanusiaan Kita
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Ilustrasi traveling/Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA—Jika tabungan sudah cukup, tak ada salahnya memilih destinasi wisata ke luar negeri. Tak perlu khawatir, dengan persiapan matang, tak ada yang perlu ditakutkan.
Travel blogger Marischka Prudence memberi tips untuk Anda yang ingin keluar dari zona nyaman dan berpetualang ke luar Indonesia.
Pilih Asia Tenggara
Untuk kali pertama, Prue menyarankan untuk memilih negara-negara tetangga yang bebas visa. Selain lebih praktis, anggaran bisa ditekan dan lebih mudah menyesuaikan diri dengan budaya setempat.
Malaysia bisa jadi pilihan tepat, apalagi bahasa Indonesia serumpun dengan bahasa Melayu sehingga komunikasi tentu lebih mudah. Singapura juga bisa jadi tujuan liburan perdana ke luar negeri karena sisi pariwisatanya maju sehingga informasi mudah didapat.
Sesuaikan minat dengan tujuan wisata
Apakah Anda golongan pelancong dengan tujuan mencicipi street food yang lezat? Atau Anda lebih suka menikmati keindahan kuil-kuil peninggalan masa lampau? Pilihlah tempat liburan berisi hal-hal yang sesuai dengan minat Anda. Ia memberi contoh, “Kalau suka street food, Bangkok. Suka temple-temple menarik, Myanmar.”
Ajak teman
Untuk perjalanan perdana, Prue menyarankan agar tidak pergi sendirian. Pengalaman pertama tentu membuat hati berdebar sehingga akan lebih menyenangkan bila ada kawan. “Kalau temannya baru pertama juga, enggak apa-apa, masih deg-degan kan lebih enak kalau ada teman,” katanya.
Bukan berarti pergi sendirian adalah hal tabu. Boleh saja, tapi pastikan punya koneksi internet di negara yang dituju agar bisa mudah mencari informasi atau mencari jalan pulang saat tersasar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.