Kecelakaan Maut di Boyolali, Motor Disambar Truk LPG di Lampu Merah
Kecelakaan maut di Boyolali, motor tertabrak truk LPG di lampu merah Penggung. Satu penumpang tewas di lokasi.
Ilustrasi traveling/Reuters
Harianjogja.com, JOGJA—Liburan seharusnya menenangkan. Namun bisa jadi bencana kalau Anda tidak menyiapkannya dengan detail. Menyepelekan betapa pentingnya persiapan matang. Jangan anggap liburan adalah hal santai tanpa persiapan.
Kebiasaan itu harus Anda ubah, ini contoh-contoh kebiasaan buruk yang bisa membubarkan keasyikan liburan Anda seperti dilansir News, belum lama ini.
Tidak mempelajari kosa kata dasar
Sebelum mengunjungi suatu daerah atau negara baru, ada baiknya Anda mempelajari bahasa sehari-hari yang digunakan untuk mengucapkan salam atau berterima kasih. Usahakan jangan hanya melihat keindahan destinasi wisata saja, melainkan bercengkerama dengan penduduk setempat. Para penduduk pasti akan senang meskipun Anda hanya mengucapkan kata-kata dasar. Mereka bisa jadi merasa dihargai dan bersikap lebih ramah.
Memesan pada menit terakhir
Hindari kebiasaan memesan tiket atau tempat penginapan menjelang hari-hari Anda pergi. Hal itu membuat Anda kehilangan kesempatan untuk melihat pilihan lain yang bisa jadi harganya jauh lebih murah. Apalagi, di zaman perkembangan teknologi ini, banyak pemesanan yang bisa dilakukan dengan mudah secara online. Lakukan pemesanan paling tidak dua minggu sebelum pergi.
Menunda mengemas pakaian
Padatnya rutinitas mungkin membuat Anda malas untuk mengemasi pakaian karena terlanjur merasa lelah. Ubahlah kebiasaan ini karena dapat merugikan diri sendiri. Anda bisa melupakan barang-barang penting untuk dibawa. Kemasi pakaian beberapa hari sebelum Anda pergi. Siapkan waktu khusus atau kalau perlu membuat daftar barang yang ingin dibawa agar tidak terlupakan. Hal itu juga dapat mencegah Anda membawa barang-barang yang kurang diperlukan sehingga tas bepergian tidak kelebihan muatan.
Jangan terlalu “sayang” mengeluarkan uang
Pada saat bepergian tentu Anda memiliki anggaran tersendiri. Ada beberapa orang yang memilih untuk tidak menghambur-hamburkan uang karena anggaran yang dimilikinya terbatas. Akan tetapi, lihat kembali situasi dan kondisinya. Jangan sampai keputusan Anda mengurangi kualitas bepergian. Sebagai contoh, demi menghemat uang Anda memilih berjalan kaki ke destinasi wisata yang jaraknya mencapai 5 km dibanding menggunakan transportasi umum. Mungkin Anda menghemat, tapi tubuh sudah letih ketika mencapai destinasi wisata dan mengurangi waktu untuk mengeksplor tempat tersebut.
Tidak mengetahui nilai tukar
Saat berkunjung ke suatu negara, tentu mata uang di sana akan berbeda. Beberapa dari Anda mungkin sering bertanya-tanya apakah Anda mengeluarkan uang yang wajar untuk membayar atau membeli sesuatu. Hal itu tentunya membuat Anda kepikiran dan bisa mengurangi fokus untuk menikmati liburan. Atau bisa jadi sebenarnya jumlah uang yang dikeluarkan terlalu banyak untuk barang yang sebenarnya tidak begitu penting. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk mengetahui nilat tukar mata uang di negara yang Anda kunjungi. Kalau perlu download aplikasi nilai tukar di smartphone untuk menghitung harga sebelum membeli sesuatu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Kecelakaan maut di Boyolali, motor tertabrak truk LPG di lampu merah Penggung. Satu penumpang tewas di lokasi.
Jangan sembarangan menaruh HP. Kebiasaan ini bisa membuat baterai cepat rusak, HP overheat, hingga performa menurun drastis.
Isu pocong berkeliaran di Kulonprogo viral di media sosial. Polisi memastikan kabar tersebut hoaks dan meminta warga tidak panik.
Bareskrim Polri menyelidiki blackout massal di Sumatera setelah putusnya jaringan SUTET di Jambi memicu gangguan listrik luas.
Studi global ungkap gangguan mental kini menjadi penyebab utama kecacatan dunia dengan hampir 1,2 miliar penderita.
Timnas Iran resmi pindahkan markas latihan Piala Dunia 2026 dari Arizona ke Tijuana, Meksiko. Mehdi Taj sebut langkah ini imbas ketegangan geopolitik.