Medvedev: AS Harus Berunding, Bukan Unjuk Kekuatan di Iran
Dmitry Medvedev menyebut serangan AS ke Iran menaikkan harga minyak dan membebani pembayar pajak AS.
Bunga Sakura bermekaran/Ilustrasi-linxinjapan.wordpress.com
Harianjogja.com, JAKARTA - HIS Travel Indonesia mengungkap bahwa destinasi wisata "Golden Route" di Jepang masih menjadi pilihan favorit tahun ini bagi wisatawan Indonesia yang baru pertama berkunjung ke sana.
"Masih destinasi wisata Golden Route, yang terdiri dari Tokyo, Gunung Fuji, Kyoto-Osaka," kata General Manager Operation Officer HIS Travel Indonesia Arief Kurnia di Jakarta, Kamis.
Menurut Arief, faktor yang membuat destinasi Golden Route ini masih menarik bagi wisatawan pemula, karena mereka bisa mengetahui semua hal tentang Jepang mulai dari budaya hingga kemajuan teknologi.
Di Tokyo, wisatawan akan mengenal semua kemajuan teknologi sampai dengan kebudayaan tradisional Jepang.
"Bagi mereka, kalau belum pernah ke Gunung Fuji dianggap belum pernah berkunjung ke Jepang," tuturnya.
Sedangkan destinasi wisata Kyoto sendiri menawarkan sejarah Jepang kuno melalui kuil dan istana dari era 300-400 tahun lalu yang masih berdiri hingga sekarang.
Di Osaka, wisatawan Indonesia akan merasakan pengalaman wisata kuliner mengingat Osaka merupakan dapurnya kuliner Jepang.
"Jadi pengalaman itu adalah yang utama di Jepang," ujar Arief.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia/Antara
Dmitry Medvedev menyebut serangan AS ke Iran menaikkan harga minyak dan membebani pembayar pajak AS.
Gempa mengguncang Sukabumi dan Malang pada Minggu malam. Simak data BMKG serta panduan mitigasi gempa sebelum, saat, dan sesudah bencan
Kevin Diks meminta Timnas Indonesia tetap fokus dan tak terbawa emosi saat menghadapi Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026.
Densus 88 menangkap 11 tersangka dugaan terorisme di enam provinsi. Penyidik menemukan keterhubungan jaringan melalui pertemuan daring.
Gempa Sumba Barat Daya M6,1 merusak 20 rumah dan sejumlah fasilitas. Satu orang luka, 173 personel disiagakan untuk penanganan.
Hari Jadi Gunungkidul ke-196 mengusung tema Gayeng Guyub, Waras Ragane, Tentrem Atine dengan pesan kebersamaan dan kemandirian daerah.