Asian Games 2026: Indonesia Koleksi 13 Medali, Ini Rinciannya
Update medali Asian Games 2026, Indonesia telah mengoleksi 13 medali, terdiri dari 1 perak dan 12 perunggu.
Es Legen Siwalan Gor Amongraga, Jogja/Harian Jogja-Lajeng Padmaratri
Harianjogja.com, JOGJA—Es legen menjadi minuman yang pas dinikmati di siang hari yang panas. Meskipun masih kurang populer dibandingkan saudara satu famili pohon palem yaitu es kelapa muda, tetapi kesegaran es legen tidak kalah nikmat.
Di seberang Gedung Olahraga (Gor) Among Raga Jogja dapat dijumpai pedagang es legen yang ramai dikunjungi pembeli, terutama pada siang hari yang panas.
Istilah legen berasal dari bahasa Jawa yang berarti legi. Meski begitu, minuman legen justru tidak menonjolkan manis sebagai rasa utama, melainkan berpadu dengan rasa asam ketika diminum. Rasa segar es legen ini bahkan menyerupai minuman soda jika diminum dalam keadaan dingin. Disajikan dalam segelas cangkir besar dengan tambahan es batu, es legen dapat menjadi penawar dahaga yang murah meriah, yaitu seharga Rp2.000.
Pak Sam mulai berjualan es legen siwalan sejak 2006. Istrinya yang akrab disapa Bu Tin kini yang meneruskan usaha tersebut. “Sejak sebelum gempa 2006 itu sudah jualan,” tutur Bu Tin. Ia dibantu oleh kedua anaknya berjualan.
Setiap harinya, Bu Tin berjualan es legen mulai pukul 11.00-17.00 WIB. Sembari melayani pembeli, kepada Harian Jogja ia menuturkan es legen merupakan minuman tradisional yang berasal dari Tuban, Jawa Timur. “Saya ambil dari Tuban, dikirim dari sana. Soalnya orang Jogja jarang yang bisa nderes,” jelas perempuan yang juga kelahiran Tuban, Jawa Timur ini.
Menurut penuturan Bu Tin, legen merupakan air hasil deresan dari bunga pohon siwalan yang berbentuk sulur bulat panjang. Untuk mendapatkan airnya, sulur tersebut disayat dan disadap supaya getahnya dapat ditampung dalam tabung bambu.
Ketika dijual, Bu Tin tak hanya menyajikan es legen tersebut dalam seporsi gelas, tetapi pembeli juga dapat membeli legen dalam kemasan botol untuk dibawa pulang. Untuk air legen dengan kemasan botol berukuran 600 ml dijual seharga Rp3.000 sedangkan ukuran 1,5 liter dijual seharga Rp7.000.
Dalam sehari, sebanyak 50 botol ukuran 1,5 liter berisi es legen siwalan mampu terjual. Tak hanya disajikan dengan gelas dan diminum langsung di warung, pembeli es legen dengan kemasan botol juga tak kalah banyak. Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan tersebut Bu Tin mempersiapkan stok sebanyak 500 botol air legen untuk jangka waktu satu minggu, terlebih di musim panas di mana banyak orang mencari minuman segar.
Es legen siwalan Pak Sam tidak hanya dinikmati oleh pengguna Gor Among Raga, tetapi juga dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga orang kantoran. Meski begitu, pembeli es ini didominasi oleh laki-laki. “Banyak itu mahasiswa UST, kadang UIN juga. Sambil makan nasi bungkus dan gorengan juga,” kata Bu Tin.
Sesekali, jika pohon siwalan sedang musim berbuah, Bu Tin akan menambahkan potongan-potongan siwalan ke segelas es legennya. “Sekarang siwalannya belum ada, belum musimnya. Baru ambil dari Tuban. Kalau legen tiap hari ada,” jelas dia.
Selain menambahkan potongan buah siwalan ke es legen, Bu Tin juga menjual buah siwalan muda secara terpisah. Untuk satu bungkus plastik berisi lima buah siwalan ia jual seharga Rp7.000.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Update medali Asian Games 2026, Indonesia telah mengoleksi 13 medali, terdiri dari 1 perak dan 12 perunggu.
Polri menetapkan 196 tersangka dari 245 laporan karhutla hingga 28 September 2026. Kasus yang melibatkan korporasi juga terus didalami.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Jadwal PSIM Jogja vs Persija pada 10 Oktober 2026 dimajukan ke pukul 15.30 WIB di Stadion Sultan Agung karena pertimbangan keamanan.