KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Marni, pengelola Gudeg Mercon Bu Tinah/Harian Jogja-Lajeng Padmaratri
Harianjogja.com, JOGJA—Makanan khas Jogja biasanya memiliki citarasa utama yang manis. Mulai dari gudeg, bakpia, hingga geplak, seluruhnya mengutamakan rasa legit. Namun, kuliner khas Jogja juga berinovasi tak melulu tersaji manis.
Misalnya saja, gudeg dengan olahan nangka mudanya tak hanya bisa dinikmati penyuka kuliner manis. Penggemar kuliner pedas bisa tetap menyantap kelezatan gudeg melalui olahan gudeg mercon. Di pusat Kota Jogja, ada satu warung gudeg mercon yang selalu ramai dikunjungi penikmat pedas, yaitu Gudeg Mercon Bu Tinah.
Gudeg Mercon Bu Tinah tergolong kuliner malam karena sang pengelola baru membuka lapaknya pada pukul 21.00 WIB. Para pelanggan banyak yang mengantre sejak sebelum lapak dibuka. Kuliner yang sudah ada sejak 1992 ini selalu jadi incaran wisatawan penikmat gudeg pedas.
Kini, warung Gudeg Mercon Bu Tinah dikelola oleh putrinya, Marni. Setiap hari ia menjual gudeg mercon di Jalan Asem Gede No.8 Cokrodiningratan, Jetis, Jogja. Tepatnya berada di kawasan belakang Pasar Kranggan Jogja. Umumnya, pelanggannya didominasi wisatawan dan mahasiswa yang sengaja mencari kuliner malam hari. Warungnya baru tutup sekitar pukul 02.00 WIB.
Marni membuka lapaknya di pinggir jalan dekat perempatan. Warungnya terdiri dari tenda yang tidak begitu tinggi, penerangan seadanya dan meja rendah dengan beberapa baskom di atasnya. Pada masing-masing baskom, berisi menu-menu pendukung gudeg mercon. Mulai dari olahan nangka muda, telur semur, ceker semur, ayam kampung, serta sate ayam.
Marni juga menyediakan satu baskom terpisah yang berisi sambal mercon. Sambal ini terdiri dari krecek, tempe dan cabai yang diolah hingga menghasilkan sambal mercon yang super pedas. Dalam satu harinya, Marni membutuhkan cabai sebanyak lima kilogram untuk memenuhi permintaan pelanggan atas gudeg mercon.
Sambal mercon olahan Marni tetap mempertahankan resep ibunya. Ketika dilahap dengan sesendok nasi gudeg, rasa pedas dari sambal mercon akan beradu dengan manisnya gudeg. Bagi penyuka pedas, sambal mercon ini sangat nikmat karena level pedasnya tidak main-main. Namun, disarankan bagi yang tidak begitu menyukai kuliner pedas untuk tidak terlalu banyak memakan sambal mercon ini.
"Ini biasanya ada krecek, tapi sudah habis," tutur Marni di sela-sela melayani pelanggan pada Rabu (5/12/2018) tengah malam. Dalam satu hari, Marni membutuhkan cabai sebanyak lima kilogram untuk memenuhi permintaan pelanggan atas gudeg mercon.
Untuk melengkapi menu nasi gudeg mercon, pelanggan juga bisa menambah lauk gorengan seperti ceker krispi, bakwan, dan mendoan. Pelanggan yang datang bisa meminta lauk dan porsi nasi sesuai keinginan mereka. "Harganya menyesuaikan. Tapi yang paling sering itu paket nasi gudeg mercon pakai telur sama sate. Itu Rp20.000," ujar Marni
Sate ayamnya tak kalah enak. Meski jarang sekali warung gudeg yang menyediakan sate ayam, namun Marni konsisten menawarkan sate ayam sebagai pelengkap menu kepada pelanggan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Jorge Jesus masih membuka peluang Cristiano Ronaldo kembali ke timnas Portugal setelah meninggalkan pemusatan latihan.
Harga emas Pegadaian hari ini 5 Oktober 2026 untuk Antam, UBS dan Galeri 24 lengkap dengan harga jual dan buyback.
Prakiraan cuaca BMKG Senin didominasi hujan ringan dan berawan, dengan potensi gelombang 4 meter serta banjir rob.
HUT TNI ke-81, Prabowo memimpin upacara dan meresmikan 6 Kodam, 30 Brigif TP, 150 Yonif TP serta sejumlah satuan baru.
BPJS Kesehatan tidak menanggung 21 kategori layanan dan kondisi pada 2026. Simak daftar lengkap serta pengecualiannya.