Program Bule Mengajar di Jogja Libatkan Wisatawan ke Kampung
Pemkot Yogyakarta kembangkan Program Bule Mengajar di kampung wisata untuk memperkuat pariwisata berbasis masyarakat dan UMKM lokal.
Ilustrasi cabut uban/Okezone
Harianjogja.com, TOKYO—Saat jalan-jalan ke Jepang, Anda bisa mencoba pengalaman unik yaitu menggunakan jasa pencabut uban. Coba datang ke Shiraganuki Main Store, toko khusus cabut uban yang ada di Tokyo, Jepang.
Di sana, ada orang yang bekerja khusus mencabut rambut uban dengan tangan kosong agar si konsumen dapat tampil lebih muda dan segar.
Toko Shiraganuki mematok harga 3.980 Yen (Rp505.000) per 30 menit untuk jasa pencabutan uban, 7.480 Yen (Rp949.000) selama 60 menit, dan 1.000 Yen (Rp127.000) untuk setiap 10 menit tambahan.
"Uban tidak menyebabkan stres besar, tetapi uban selalu mengganggu. Tidak mudah meminta seseorang untuk mencabutnya dan itu lebih sulit melakukannya sendiri. Karena itu, kami telah memulai toko ini yang memiliki spesialisasi dalam menghilangkan uban," tulis laman Shiraganuki Main Store, dikutip dari Oddity Central.
Shiraganuki, yang secara harfiah diterjemahkan sebagai "penghilang uban", mengatakan bahwa jumlah uban yang dapat ditarik dari kepala seseorang tergantung pada berbagai faktor, seperti panjang rambut dan apakah orang tersebut menggunakan produk penata rambut.
Tetapi rata-rata staf khusus toko berhasil mengambil rata-rata antara 30 sampai 70 uban per 10 menit.
Salah satu pertanyaan paling umum yang ditanyakan masyarakat kepada staf toko adalah \'apakah itu sakit?\', yang kemudian akan dijawab oleh Shiraganuki dengan "tergantung pada orangnya. Sebagian besar orang mengatakan ini tidak sakit, tetapi Anda tidak akan tahu sampai Anda mencobanya. Jangan khawatir karena kita akan berhenti di tengah jalan jika terlalu sakit."
Jadi kalau kamu sedang jalan-jalan ke Tokyo dan ingin mencabut uban, kamu tinggal membuat janji temu melalui formulir online yang tersedia di laman resmi Shiraganuki.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Pemkot Yogyakarta kembangkan Program Bule Mengajar di kampung wisata untuk memperkuat pariwisata berbasis masyarakat dan UMKM lokal.
Angin kencang di Klaten robohkan tower seluler dan ganggu listrik. Puluhan rumah rusak, BPBD pastikan tak ada korban jiwa.
Disdik Sleman temukan banyak sertifikat lomba belum dikurasi Puspresnas. Ini bisa gagalkan jalur prestasi SPMB 2026.
Solusi Bangun Indonesia Cilacap raih GMP Award 2026. Catat nol kecelakaan tambang dan reklamasi 110 hektare lahan.
PSBS Biak vs Arema FC berakhir 2-4 di babak pertama. Trio Brasil tampil ganas, ini jalannya laga dan susunan pemain.
Adhi Karya bagikan susu tiap bulan untuk siswa SDN Nglarang Sleman sebagai dukungan proyek Tol Jogja-Solo.