Ternyata, Ini Kota dengan Sinyal Video Streaming Paling Lancar di Indonesia
Kota dengan sinyal video streaming paling lancar justru bukan Jakarta
Ilustrasi backpacker/Adobe
Harianjogja.com, JAKARTA - Siapa bilang berpelesir hanya bisa dilakukan dengan fasilitas serba mewah? Kini, justru gaya pelesiran backpacker kian diminati.
Founder Bima Travel, Hani Hanifa mengatakan banyak kliennya yang memilih untuk berpelesir tanpa memikirkan fasilitas premium. Lengkap dengan tas punggung besar, bujet terbatas tak menghalangi tujuan untuk melepas penat di tempat wisata.
"Tren liburan sekarang ala-ala backpacker-an," ujarnya belum lama ini.
Para pelancong yang rata-rata berusia 20 tahun sampai 30 tahun ini justru terbilang nekat. Pasalnya, ongkos terbatas ternyata bisa mengantarkan mereka ke tempat indah di timur Indonesia yang terkenal membutuhkan biaya lebih mahal.
Tempat-tempat pantai Gili di Lombok, Nusa Tenggara Barat bukan lagi menjadi destinasi wisata premium karena bisa dikunjungi tanpa merogoh kocek terlalu dalam. Kian banyaknya pilihan penyedia jasa pariwisata kian meningkatkan gairah pelancong-pelancong muda yang tertantang berwisata dengan dana minim tapi tetap memberi pengalaman wisata maksimal.
"Biasanya banyak pejalan itu anak muda yang nekat dengan budget murah tapi bisa jelajah Indonesia sampai ke timur," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Kota dengan sinyal video streaming paling lancar justru bukan Jakarta
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.
Lima weton diprediksi perlu ekstra waspada pada Rabu Kliwon 13 Mei 2026, mulai konflik hingga persoalan finansial.
Jadwal misa dan ibadah Kenaikan Yesus 2026 di Jogja lengkap dari Kotabaru, Ganjuran hingga GKJ Ambarrukmo.
Kemudahan akses investasi digital yang kian masif justru memicu meningkatnya risiko bagi generasi muda, sehingga literasi keuangan dinilai menjadi kebutuhan.