Harga Biodiesel dan Bioetanol Naik September 2026
ESDM menetapkan HIP biodiesel Rp15.025 dan bioetanol Rp11.814 per liter pada September 2026, keduanya naik dari bulan sebelumnya.
Rendang/Antara
Harianjogja.com, PADANG—Siapa yang tak tahu rendang, makanan khas Minang ini terkenal hingga mendunia. Pemerintah Provinsi Sumatra Barat pun tak menyia-nyiakan potensi rendang dan akan menjadikannya sebagai komoditas ekspor unggulan.
Gubernur Sumatra Barat, Irwan Prayitno, mengatakan animo pecinta kuliner luar negeri yang cukup tinggi terutama Eropa. "Ide ini muncul karena masukan dari sejumlah mitra di luar negeri yang menginginkan rendang, namun cukup sulit didapat," katanya, di Padang, belum lama ini.
Ia menyampaikan hal tersebut menanggapi pertumbuhan ekonomi provinsi itu yang mencapai 5,1% hingga 5,5% atau mengalami penguatan setelah melambat sejak 2013.
Menurut dia, saat ini pemerintah provinsi sedang melakukan kajian kuliner rendang yang bertahan hingga 1,5 tahun. Masa kedaluwarsa yang lama memang dibutuhkan untuk menjangkau pasar dunia.
Importir luar negeri, ujar dia sudah menyampaikan minatnya kepada pemprov sehingga ekspor rendang ini menjadi salah satu fokus utama untuk menjangkau pasar luar negeri.
"Saya sudah beberapa kali melakukan penjajakan untuk mendapatkan investor dalam dunia ekspor, salah satunya rendang," kata dia.
Ia menyampaikan pamor rendang semakin mendapatkan tempat di hati masyarakat luar negeri setelah dinobatkan sebagai olahan kuliner terlezat di dunia.
Rendang, lanjutnya mengalahkan sajian kuliner yang terlebih dahulu terkenal seperti sushi dari Jepang dan kimchi Korea. "Rendang makanan terlezat, namun stok di negera lain tidak ada," ujar dia.
Namun untuk dalam negeri, kata dia, pendistribusian rendang sudah lancar dan gencar dilakukan.
Rendang yang dimasak langsung di restoran maupun pusat oleh-oleh Minang, kata dia kini mulai dilirik oleh wisatawan yang berkunjung ke Sumatra Barat.
"Kemasan rendang saat ini juga sudah mulai bagus sehingga dapat menjadi buah tangan bagi wisatawan," katanya.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumbar, Zaimar, mengatakan, terus berupaya meningkatkan rendang melalui pelatihan dan pembinaan kepada pelaku usaha sehingga produk makanan khas masyarakat Minang itu bisa menjadi peluang ekspor .
Disperindag sedang menyiapkan dan mendorong usaha kecil menengah melalui pelatihan dan pembinaan dalam pengembangan seperti kemasan dan syarat-syarat produk rendang siap dipasarkan, kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
ESDM menetapkan HIP biodiesel Rp15.025 dan bioetanol Rp11.814 per liter pada September 2026, keduanya naik dari bulan sebelumnya.
Sebanyak 500 peserta dari 30 tim mengikuti lomba tarik lokomotif 84 ton di Balai Yasa Jogja dalam rangka HUT ke-81 KAI.
Timnas Indonesia dinilai punya keuntungan di FIFA ASEAN Cup 2026 karena bisa menurunkan skuad penuh dan berstatus tuan rumah.
Warga Padukuhan Karang, Tuksono, Kulonprogo, kembali memprotes tambang pasir Sungai Progo. CV BKS menyebut seluruh perizinan telah lengkap.
Jenazah Sukarman, kru KM Arupadatu I, tiba di Soetta dari Bengkulu dan langsung dibawa ke rumah duka di Pandeglang.
Harga BBM hari ini 24 September 2026 masih mengikuti penyesuaian awal September. Pertamax tetap Rp15.950 per liter.