Warung Filadelphia Kenalkan Kuliner Indonesia di Amerika Serikat

Newswire
Newswire Minggu, 12 Juli 2026 05:17 WIB
Warung Filadelphia Kenalkan Kuliner Indonesia di Amerika Serikat

Warung Filadelphia di Philadelphia mengenalkan kuliner dan keramahan Indonesia melalui aneka hidangan Nusantara serta pelayanan hangat. /Antara.

Harianjogja.com, PHILADELPHIA— Di tengah ramainya Kota Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat, sebuah restoran bernama Warung Filadelphia menjadi ruang perkenalan budaya Indonesia melalui kuliner khas Nusantara dan keramahan yang dibawa langsung oleh pemiliknya, Kristine Jauwana atau yang akrab disapa Cie Siang. Bagi perempuan asal Bondowoso, Jawa Timur, setiap hidangan yang disajikan bukan sekadar makanan, melainkan cara memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat setempat.

Setiap pelanggan yang datang hampir selalu disambut dengan senyum dan sapaan hangat. Salah satu pertanyaan yang kerap dilontarkan Cie Siang adalah, "Bagaimana, cocok makanannya?" Kebiasaan sederhana itu menjadi bagian dari upayanya membangun kedekatan sekaligus mendengar langsung penilaian pelanggan terhadap menu yang disajikan.

Kuliner Nusantara Jadi Jembatan Mengenalkan Indonesia

Menurut Cie Siang, makanan merupakan media yang efektif untuk memperkenalkan Indonesia. Kekayaan rempah-rempah yang menjadi ciri khas masakan Nusantara menghadirkan pengalaman rasa yang berbeda dibandingkan kuliner yang umum dinikmati masyarakat Amerika Serikat.

Beragam menu khas Indonesia tersedia di Warung Filadelphia, mulai dari nasi padang, tahu telur, sate, bakso, sayur asem, sop buntut, rujak cingur, urap, hingga aneka hidangan lainnya.

Pilihan minumannya juga cukup lengkap, seperti wedang jahe, jamu kunyit asem, es campur, dan teh hangat. Harga makanan dibanderol mulai 2 dolar AS hingga 22 dolar AS, sedangkan minuman dijual dengan harga 1 hingga 7 dolar AS.

Meski kini memiliki pelanggan tetap, Cie Siang mengakui cita rasa masakan Indonesia tidak langsung mudah diterima saat Warung Filadelphia pertama kali dibuka pada 2024.

Untuk menarik perhatian warga lokal, ia terlebih dahulu menawarkan menu chicken wings. Setelah pelanggan datang, mereka kemudian diperkenalkan dengan berbagai menu khas Indonesia.

"Begitu mereka masuk ke sini, kami menawarkan banyak pilihan makanan Indonesia. Mereka kemudian mencoba dan, puji Tuhan, ternyata suka," tutur Cie Siang.

Keramahan Indonesia Jadi Daya Tarik

Tak hanya mengandalkan makanan, Cie Siang juga membawa budaya pelayanan yang akrab ditemui di Indonesia. Ia ingin setiap tamu merasa nyaman dan memiliki pengalaman yang hangat selama berada di restoran.

Baginya, pelanggan tidak hanya datang untuk makan, tetapi juga membangun hubungan yang lebih akrab melalui percakapan sederhana.

"Saya tidak ingin mereka yang ke sini cuma makan. Kalau bisa, mereka dan saya bisa menambah kenalan dengan mengobrol," tutur Cie Siang.

Warung Filadelphia berlokasi di 1927 S 20th St, Philadelphia, PA 19145. Restoran yang berada di sudut persimpangan itu mampu menampung sekitar 20 pelanggan saat penuh dan beroperasi setiap hari mulai pukul 11.00 hingga 20.00 waktu setempat.

Berawal dari Usaha Katering

Perjalanan usaha Cie Siang dimulai jauh sebelum restoran berdiri. Perempuan berusia 47 tahun itu membuka layanan katering makanan Indonesia pada 2012, yang kemudian menjadi inspirasi angka "2012" pada papan nama Warung Filadelphia.

Cie Siang menetap di Amerika Serikat sejak 2002 setelah mengikuti tunangannya sekaligus mencari peluang memperbaiki kondisi ekonomi.

Selama tinggal di sana, ia melihat restoran Vietnam dan Thailand berkembang cukup pesat, sedangkan restoran Indonesia masih relatif sedikit. Kondisi tersebut mendorongnya membuka usaha katering yang kemudian mendapat sambutan positif dari pelanggan di berbagai wilayah Amerika Serikat.

Banyak pelanggan katering kemudian menyarankan agar ia membuka restoran sehingga masyarakat Indonesia di Philadelphia memiliki tempat menikmati masakan kampung halaman.

Seiring meningkatnya permintaan, Warung Filadelphia akhirnya resmi dibuka pada 2024. Menurut Cie Siang, proses mendirikan restoran berjalan lancar karena pemerintah setempat memberikan dukungan selama seluruh ketentuan dipenuhi.

"Apalagi saya perempuan. Mereka lebih menghargai saya," tutur Cie Siang.

Untuk menjaga cita rasa tetap autentik, sebagian bumbu masih didatangkan langsung dari Indonesia, terutama bahan utama untuk rendang.

"Kerupuk-kerupuk juga dari Indonesia," kata dia.

Jadi Tempat Obat Rindu Masakan Indonesia

Warung Filadelphia tidak hanya dikunjungi warga lokal, tetapi juga masyarakat Indonesia yang sedang berada di Amerika Serikat.

Salah satunya adalah Jessica. Ia mengaku sengaja datang karena ingin menikmati masakan Indonesia setelah bosan dengan makanan Amerika Serikat yang menurutnya cenderung hambar.

"Rasanya pun enak," kata dia.

Semakin dikenalnya Warung Filadelphia membuat sejumlah pelanggan mengusulkan agar restoran tersebut membuka cabang di New Jersey, Maryland, hingga Las Vegas.

Namun, Cie Siang mengaku belum dapat merealisasikan rencana tersebut karena keterbatasan tenaga kerja dan jarak yang cukup jauh dari Philadelphia. Saat ini restoran hanya dijalankan oleh tiga orang, termasuk dirinya dan sang ibu.

Dalam kondisi ramai, ia harus merangkap sebagai koki sekaligus kasir. Di sisi lain, Warung Filadelphia telah memperluas jangkauan usahanya melalui penjualan daring lewat laman web dan aplikasi makanan.

"Soal buka di tempat lain, kami masih melihat perkembangannya. Buat apa punya restoran besar, tetapi tidak ada pelanggan?" ujar dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online