Prambanan Makin Mendunia, RI-India Kolaborasi Restorasi Candi

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Kamis, 09 Juli 2026 11:07 WIB
Prambanan Makin Mendunia, RI-India Kolaborasi Restorasi Candi

Perdana Menteri India Narendra Modi ke kompleks Candi Prambanan pada Rabu (8/7/2026). Ist

Harianjogja.com, JOGJA— Candi Prambanan kian mengukuhkan posisinya sebagai destinasi wisata budaya kelas dunia seiring kolaborasi strategis antara Indonesia dan India dalam program konservasi dan restorasi kawasan candi. Momentum ini tidak hanya mempererat hubungan bilateral, tetapi juga memperkuat daya tarik wisata heritage Indonesia di mata global.

Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri India Narendra Modi ke kompleks Candi Prambanan pada Rabu (8/7/2026) menjadi simbol kuat diplomasi budaya kedua negara. Dalam kesempatan tersebut, Modi menegaskan bahwa Prambanan merepresentasikan warisan budaya bersama yang telah terjaga lebih dari 1.200 tahun.

Program konservasi ini akan difokuskan pada restorasi 224 candi perwara di kawasan Prambanan. Prosesnya dilakukan dengan pendekatan modern berbasis ilmu pengetahuan, mulai dari riset arkeologi, digitalisasi, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI). Kolaborasi ini juga mencakup pertukaran pengetahuan serta peningkatan kapasitas tenaga konservasi.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menyebut langkah ini sebagai bagian penting dalam memperkuat positioning Indonesia sebagai destinasi wisata budaya berkelas dunia. Selain menjaga kelestarian warisan, kerja sama ini diyakini mampu mendorong pertumbuhan wisatawan mancanegara, khususnya dari India.

Pasar India dinilai sangat potensial, mengingat jumlah penduduknya mencapai lebih dari 1,4 miliar jiwa. Saat ini, kunjungan wisatawan India ke Prambanan tercatat rata-rata hampir 4.000 orang per tahun, dengan peluang pertumbuhan yang masih terbuka lebar.

Sementara itu, Direktur Utama InJourney Destination Management, Febrina Intan, menekankan bahwa kawasan Prambanan kini tidak hanya diposisikan sebagai objek wisata, tetapi juga ruang spiritual, edukasi, dan diplomasi budaya internasional. Sejak 2022, kawasan ini juga telah ditetapkan sebagai pusat ibadah umat Hindu.

Sebagai salah satu ikon pariwisata nasional, Candi Prambanan setiap tahun menarik sekitar 2,4 juta wisatawan domestik dan mancanegara. Tingginya angka kunjungan ini menunjukkan bahwa Prambanan bukan hanya aset budaya, tetapi juga motor penggerak ekonomi pariwisata.

Ke depan, kolaborasi Indonesia-India ini diharapkan mampu mendorong quality tourism, memperpanjang lama tinggal wisatawan, serta memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, termasuk pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.

Dengan pengelolaan berbasis konservasi berkelanjutan dan kolaborasi global, Candi Prambanan semakin siap tampil sebagai destinasi unggulan yang tidak hanya memikat secara visual, tetapi juga kaya nilai sejarah dan budaya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online