KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Ilustrasi kopi kemas/Reuters
Harianjogja.com, SEOUL—Jika berwisata ke luar negeri jangan lupa pelajari dulu aturan setempat. Seperti aturan minum kopi di Kota Seoul, Korea Selatan ini.
Pemerintah Kota Seoul memberlakukan peraturan yang telah direvisi untuk melarang orang membawa cup kopi yang dibawa pulang ke dalam bus umum.
Dilansir dari Kantor Berita Yonhap, hal tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk membuat perjalanan di dalam bus lebih aman dan mengurangi kasus perselisihan.
Peraturan, itu memungkinkan pengemudi bus umum untuk melarang penumpang naik ke dalam bus jika penumpang tersebut membawa minuman atau makanan yang di bawa pulang dan barang yang kotor atau berbau tajam yang dianggap dapat membahayakan keselamatan penumpang lain dan menimbulkan ancaman bagi mereka.
Anggota Dewan kota Seoul, Yoo Kwang-sang, yang mengusulkan revisi peraturan tersebut, mengatakan bahwa ada peningkatan jumlah kasus di mana orang menumpahkan minuman panas atau dingin.
"Kami telah melihat banyak perselisihan karena tumpahan kopi atau minuman tanpa disengaja dari cup yang dibawa pulang. Untuk mencegah perselisihan semacam ini, kami perlu membuat peraturan," kata Yoo, dilansir Yonhap belum lama ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Potensi perputaran ekonomi haji dan umrah Indonesia mencapai Rp80 triliun. Kemenhaj mendorong UMKM masuk rantai pasok pasar Arab Saudi.
BMKG memprakirakan gelombang hingga 4 meter di pantai selatan DIY pada 28 September 2026. Wisatawan diminta tidak berenang.
Kemenhub memperkuat pengawasan tiga lapis keselamatan penerbangan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan bencana di seluruh sektor operasional.
UPNVY mewisuda 1.436 lulusan. Rektor Mohamad Irhas Effendi menekankan kompetensi, adaptabilitas, karakter, dan kolaborasi di era AI.
Sukasto kalah dalam Pilur Ngoro-Oro Patuk dengan 855 suara, sementara Paryoto meraih 1.399 suara. Ia mengaku legawa menerima hasil.