Lebih dari 100.000 Orang di DIY Telah Disuntik Vaksin
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Seorang pengunjung tengah menikmati susur sungai oya menggunakan kano di sekitar wisata Wulenpari, Desa Beji, Kecamatan Patuk. /Ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Keasrian alam yang berpadu dengan bangunan tradisional khas Jawa menjadi andalan obyek wisata Wulenpari, Desa Beji, Kecamatan Patuk Gunungkidul.
Sejumlah pesona alam yang bakal dinikmati wisatawan salah satunya rerimbunan pohon yang berjejer rapi di sepanjang Sungai Oya. Di antara pepohonan tersebut terselip sebuah bangunan tradisional khas Jawa yang sebagian besar terbuat dari kayu. Fungsi bangunan tersebut sebagai restoran dan tempat penginapan.
Pemilik Wulenpari, Aminuddin Aziz mengatakan, tempat ini mulai dibuka pada pertengahan 2018. Tepatnya beberapa hari usai Hari Raya Idul Fitri.
Diungkapkan Aziz di wisata Wulenpari ini pengunjung bisa merasakan sensasi menyusuri Sungai Oya menggunakan perahu kecil ataupun kanno. Tarifnya Rp25.000 per perahu.
Selain menikmati sensasi bermain air, pengunjung juga bisa merasakan kuliner tradisional yang disajikan di restoran yang lokasinya tepat di pinggir sungai Oya.
Adapun menu yang disajikan meliputi sayur lodeh, tempe goreng, sambel, dan hidangan tradisional lainnya. Harga satu paket kuliner ini berkisar Rp15.000-Rp25.000.
"Menu tersebut berubah tiap hari menyesuaikan dengan suasana alam dan kehidupan masyarakat di dusun ini, kalau ada yang request menu lain kami juga menyediakan," kata Aziz kepada Harianjogja.com, Jumat (10/8/2018).
Aziz mengatakan bagi pengunjung yang datang malam hari terutama saat bulan purnama maka akan bisa menyaksikan hiburan tari dan musik tradisional. Para talentnya didatangkan langsung dari sanggar seni di Jogja.
Dia mengungkapkan dirinya sengaja mengkonsep restoran dan tempat penginapan tersebut berada di pinggir sungai Oyo agar pengunjung bisa merasakan sensasi menyatu dengan alam.
Dampak perekonomian dari berkembangnya Wulenpari tidak hanya dinikmati oleh satu dua orang saja, tapi juga pada masyarakat sekitar. Sebab, Aziz turut mengajak warga kerjasama. Salah satunya dengan ikut serta menyajikan hidangan tradisional.
"Ke depan kami juga akan membuka pasar tradisional yang menyajikan sayur dan buah hasil panen warga sini yang dibuka tiap hari Minggu pagi," kata Aziz.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Persis Solo menang 1-0 atas Dewa United di Manahan, jaga peluang bertahan di BRI Super League 2025/2026.
Rusia menyerahkan 528 jenazah tentara kepada Ukraina dalam proses repatriasi terbaru di tengah perang yang masih berlangsung.
Erupsi Gunung Semeru disertai awan panas guguran, kolom abu 1.000 meter, status tetap Level III Siaga.
Pakar Hukum Tata Negara Unej meminta BK DPRD Jember memberi sanksi tegas kepada legislator yang bermain gim saat rapat.
Tiket laga kandang terakhir PSIM Jogja vs Madura United di SSA Bantul habis terjual, 8.500 suporter siap padati stadion.