NTT Kembali Diguncang Gempa M4,0, Rumah Rusak Capai 53.971
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Ilustrasi traveling/fluentu
Harianjogja.com, JOGA—Siapa bilang berlibur sendirian alias menjadi solo traveler itu melulu karena tak ada teman yang diajak, atau karena tak punya pasangan? Banyak yang melakukannya karena memang menyenangkan. Yang paling penting tidak ribet dan sangat fleksibel.
Hal itu juga yang mendorong Association of British Travel Agents (ABTA) di Inggris menggelar survei hasilnya hampir satu dari enam orang atau 15% memilih pergi berlibur sendiri alias solo traveling dalam 12 bulan hingga bulan Agustus. Jumlah ini naik 12% pada tahun 2017 dan 6% pada tahun 2011.
Seperti dilansir Mirror, 76% orang mengatakan memiliki kesempatan untuk memilih apa yang ingin mereka lakukan adalah alasan paling umum mengapa banyak orang melakukan solo traveling. Jumlah ini pun mengalami peningkatan menjadi 92% untuk usia 35-44 tahun.
Alasan tersebut diikuti oleh kesempatan untuk mengambil waktu istirahat sebesar 63% dan mengunjungi destinasi baru 37%. Sedangkan, kurang dari sepertiga atau 31% mengatakan kesempatan untuk bertemu orang baru bukan menjadi prioritas solo traveling.
Berdasarkan alasan tersebut, sebanyak 41% orang memilih solo traveling dibandingkan tahun lalu.
Meningkatkan Kesehatan Mental
Chief Executive ABTA, Mark Tanzer menjelaskan banyak orang memilih berlibur seorang diri karena untuk meningkatkan kesehatan mental mereka.
Sedangkan, konvensi tahunan organisasi di Seville, Spanyol mengungkapkan bahwa satu alasan paling umum seseorang pergi berlibur sendiri adalah menjauh dari semua orang. "Liburan telah menjadi bagian utama dari strategi kami untuk tetap waras," kata Tanzer.
Di samping alasan tersebut, meningkatnya jumlah solo traveler tak lain karena beberapa hal. Di antaranya karena ketersediaan Wifi yang lebih besar sehingga lebih mudah untuk tetap berhubungan dengan orang-orang di rumah dan pertumbuhan ponsel pintar serta aplikasi perjalanan yang dapat memandu perjalanan.
Tren solo traveling pun diperkirakan akan terus berlanjut dan memperluas jangkauan perjalanan hingga tahun depan dengan memasukkan tujuan seperti India, Jepang, Vietnam dan Kamboja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya Selasa 25 Agustus 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 25 Agustus 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 25 Agustus 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
BPS DIY menjelaskan penyebab perubahan desil DTSEN, mekanisme pemeringkatan, serta cara warga mengajukan pemutakhiran data.
Okupansi hotel DIY naik 5%-15% selama libur Maulid Nabi 2026. Asita juga mencatat permintaan perjalanan wisata naik sekitar 5%.