59 Calhaj Embarkasi Solo Tertunda Berangkat karena Sakit
Sebanyak 59 calon haji dan pendamping di Embarkasi Solo tertunda berangkat ke Tanah Suci akibat masalah kesehatan dan masih menjalani pemulihan.
Ilustrasi traveling/fluentu
Harianjogja.com, JOGA—Siapa bilang berlibur sendirian alias menjadi solo traveler itu melulu karena tak ada teman yang diajak, atau karena tak punya pasangan? Banyak yang melakukannya karena memang menyenangkan. Yang paling penting tidak ribet dan sangat fleksibel.
Hal itu juga yang mendorong Association of British Travel Agents (ABTA) di Inggris menggelar survei hasilnya hampir satu dari enam orang atau 15% memilih pergi berlibur sendiri alias solo traveling dalam 12 bulan hingga bulan Agustus. Jumlah ini naik 12% pada tahun 2017 dan 6% pada tahun 2011.
Seperti dilansir Mirror, 76% orang mengatakan memiliki kesempatan untuk memilih apa yang ingin mereka lakukan adalah alasan paling umum mengapa banyak orang melakukan solo traveling. Jumlah ini pun mengalami peningkatan menjadi 92% untuk usia 35-44 tahun.
Alasan tersebut diikuti oleh kesempatan untuk mengambil waktu istirahat sebesar 63% dan mengunjungi destinasi baru 37%. Sedangkan, kurang dari sepertiga atau 31% mengatakan kesempatan untuk bertemu orang baru bukan menjadi prioritas solo traveling.
Berdasarkan alasan tersebut, sebanyak 41% orang memilih solo traveling dibandingkan tahun lalu.
Meningkatkan Kesehatan Mental
Chief Executive ABTA, Mark Tanzer menjelaskan banyak orang memilih berlibur seorang diri karena untuk meningkatkan kesehatan mental mereka.
Sedangkan, konvensi tahunan organisasi di Seville, Spanyol mengungkapkan bahwa satu alasan paling umum seseorang pergi berlibur sendiri adalah menjauh dari semua orang. "Liburan telah menjadi bagian utama dari strategi kami untuk tetap waras," kata Tanzer.
Di samping alasan tersebut, meningkatnya jumlah solo traveler tak lain karena beberapa hal. Di antaranya karena ketersediaan Wifi yang lebih besar sehingga lebih mudah untuk tetap berhubungan dengan orang-orang di rumah dan pertumbuhan ponsel pintar serta aplikasi perjalanan yang dapat memandu perjalanan.
Tren solo traveling pun diperkirakan akan terus berlanjut dan memperluas jangkauan perjalanan hingga tahun depan dengan memasukkan tujuan seperti India, Jepang, Vietnam dan Kamboja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Sebanyak 59 calon haji dan pendamping di Embarkasi Solo tertunda berangkat ke Tanah Suci akibat masalah kesehatan dan masih menjalani pemulihan.
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Prediksi Bournemouth vs Man City Liga Inggris 2026, laga penentu gelar. The Citizens wajib menang demi menjaga peluang juara.
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.
UGM dan KAGAMA berupaya manfaatkan rumah Prof Sardjito untuk kegiatan akademik di tengah isu penjualan aset bersejarah.
Kasus penembakan pemuda di Candisari Semarang terungkap. Polisi beberkan kronologi, motif pelaku, hingga peluang restorative justice.