Jalan-Jalan ke Penang Sehari Cukup, Ini Destinasinya

Cheong Fatt Tze Mansion di George Town, Malaysia - Reuters
23 Januari 2019 08:35 WIB Newswire Wisata Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Penang, Malaysia sangat terkenal bagi turis Indonesia. Ada dua jalur untuk tiba di Pulau Penang, yakni melalui darat dan udara.

Rutenya dari Bandara terdekatmu langsung menuju Bandara Bayang Lepas. Atau jika sudah tiba di Kuala Lumpur, naik bus bisa jadi pilihan, harganya sekira 50 ringgit atau sekira Rp172.000. Tak punya banyak waktu di sana? Sehari keliling Penang cukup. Ini destinasinya:

George Town

Kawasan George Town terkenal dengan wisata kota tua bersejarah. Terdapat sejumlah bangunan tua bernuansa multikultur, seperti Inggris, China dan India.

Aneka lokal, coba melipir ke Jalan Masjid Kapital Keling atau Labuh Pasar. Ada banyak penjaja kaki lima berjualan makanan lokal seperti Nasi Kanda, Roti Jala, Roti Cane dan lain sebagainya. Atau bisa juga mampir ke Jalan Raya Penang, George Town untuk cari oleh-oleh atau souvenir.

"George Town banyak hostel dan makanan pinggir jalan murah. Area ini cocok untuk budget traveler. Satu tips kalau mau belanja, mendingan pakai uang tunai, karena penjual kebanyakan tidak menerima pembayaran lain kecuali uang tunai,” ujar James, Tour Guide dari Malaysia.

Vihara Kuan Im, Little India

Rumah ibadah bagi penganut agama Tao di Little India George Town sudah ada sejak tahun 1800. Ini merupakan vihara tertua di Pulau Penang. Bangunannya memang terlihat apik dan sakral.

Sehari-hari, Vihara Kuan Im didatangi pengunjung sebagai destinasi favorit di Penang. Tak sedikit pula bagi penganut agama Tao datang untuk sembahyang.

"Kuil ini masih digunakan untuk sembahyang. Biasanya mereka memohon untuk keselamatan, kesehatan dan lain sebagainya," kata James.

Pengunjung yang datang dapat menyaksikan masyarakat Tao beribadah namun tidak boleh mengganggu. Tak ada biaya yang harus dikeluarkan wisatawan untuk bisa masuk ke area ini. Namun jika mau ikut berdoa dan melihat isi di dalam Vihara, kamu hanya perlu mengeluarkan uang tiga sampai lima ringgit  atau Rp10.000-Rp17.000 untuk beli dupa.

Sri Maha Mariamman Indian Temple

Di kawasan Little India ini terdapat rumah ibadah bagi masyarakat India. Namanya Sri Maha Mariamman. Kuil ini juga merupakan kuil hindu tertua di Penang. Tempat ini dibangun sejak 1833.

"Kuil ini juga termasuk tapak warisan dunia George Town. Bangunannya direnovasi secara besar-besaran termasuk warna-warna yang cerah dan kubah, sejak 1933," ungkap James.

Chew Jetty

Kawasan ini bisa disebut sebagai kampung Nelayan atau Kampung China. Konon, warga asli ini memang imigran langsung dari Xinglinshe village, Tong an District dan Fujian sejak abad 19 dan masih bertahan sejak kini.

Rumah-rumah penduduk terasa unik dengan nuansa China yang cukup kental. Rata-rata terbuat dari kayu seperti rumah apung.

Dulunya, mayoritas adalah nelayan yang mencari ikan di perairan Penang hingga Malaka, namun seiring berjalannya waktu, hanya sedikit dari mereka yang masih bertahan.

Ibu-ibu rumah tangga atau bahkan satu keluarga kini menjajakan souvenir asli buatan tangan seperti batu giok, magnet kulkas, kipas, jajanan khas China seperti mi dan kwetiau goreng hingga souvenir lainnya untuk oleh-oleh.

"Sekarang sudah jadi kawasan wisata, bahkan sudah terdaftar dalam World Herritage Unesco juga. Profesi mereka seolah mengikuti zaman," katanya.  Kampung nelayan ini dibuka untuk pengunjung sejak pukul 09.00-21.00 waktu setempat.

Sumber : Okezone