Peneliti UPN Veteran Yogyakarta Kembangkan Model Branding Kopi Berbasis Kearifan Lokal
Peneliti UPN Veteran Yogyakarta mengembangkan model branding kopi berbasis kearifan lokal untuk memperkuat daya saing kopi Indonesia di pasar global.
Ilustrasi/Tripdesigners
Pergi berlibur ke luar negeri memang sangat menyenangkan, apalagi bila Anda mendapatkan harga tiket pesawat yang murah hasil pencarian promo 2019. Namun, ada beberapa hal penting yang perlu kamu ketahui sebelum berpergian ke luar negeri. Walaupun Anda merasa sudah siap untuk berpergian, ada hal yang patut kamu perhatikan dan jangan sampai terjadi bila Anda sudah menginjakkan kaki di negara tersebut. Berikut delapan hal yang patut Anda hindari saat pergi ke luar negeri:
Itinerary yang Terlampau Padat
Biasanya ketika Anda sudah sampai ke sebuah negara tujuan Anda, pasti rasanya Anda ingin mengunjungi semua tempat wisata yang ada di negara tersebut. Namun, ada baiknya bila Anda menyortir dan memilih tempat terbaik. Jangan sampai jadwal perjalanan Anda menjadi terlampau penuh agar liburan Anda bisa lebih santai dan memanfaatkan kesempatan lainnya.
Bawa Barang Bawaan yang Banyak
Sepertinya hal ini dapat dikatakan sebagai dua bilah mata pisau karena ada beberapa barang yang mungkin memang Anda butuhkan selama perjalanan. Tetapi ada baiknya bila Anda membuat daftar barang yang perlu Anda bawa selama liburan. Selain merepotkan, bila Anda membawa barang terlalu banyak juga akan membuat Anda lebih lelah karena membawa barang Anda sendiri.
Tidak Mencari Informasi Mengenai Budaya Negara Tujuan
Ini merupakan hal yang sangat penting ketika Anda sudah berencana untuk pergi melancong ke luar negeri. Hal yang patut Anda lihat adalah mencari tahu budaya negara tujuan Anda. Setiap negara mempunyai kebiasaan dan pola kehidupan yang berbeda dengan Indonesia, sehingga mengharuskan Anda untuk menggali pengetahuan lebih tentang negara tujuan Anda. Jangan sampai Anda katidaktahuan Anda menjadi sumber masalah.
Tidak Membawa Dokumen Penting
Tidak membawa dua barang tersebut sama saja Anda kehilangan indentitas di tengah bejana warga asing. Membawa paspor kemana pun sangat dianjurkan agar bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Anda akan tetap merasa aman karena dapat melaporkannya ke kedutaan.
Tidak Membawa Obat Pribadi
Jangan sampai perjalanan Anda tidak lancar karena penyakit tertentu sedang kambuh. Obat-obatan khusus sangat wajib Anda bawa saat traveling ke luar negeri agar perjalanan Anda terasa nyaman. Bila Anda tidak memiliki penyakit khusus, ada baiknya Anda membawa obat-obat generik sebagai antisipasi seperti obat batuk, obat demam, dan obat alergi.
Tidak Berkomunikasi dengan Warga Lokal
Rasanya “malu bertanya, tersesat di jalan” sangat menggambarkan hal ini. Bila Anda tidak mencoba untuk berbaur dan berkomunikasi dengan warga lokal, rasanya sulit untuk mendapatkan informasi yang ingin Anda cari. Selain informasi, mencoba untuk berkomunikasi dengan warga lokal dapat menambah pengalaman tersendiri. Bila Anda kesulitan untuk berbicara dengan bahasa lokal, Anda dapat menggunakan bahasa Inggris sebagai alat berkomunikasi.
Tidak Mempersiapkan Uang di Negara Asal
Bagi Anda yang sedang merencanakan perjalanan ke luar negeri, ada baiknya untuk mempersiapkan uang dari negara asal. Jadi tukarkan semuanya di negara asal agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di negara tujuan. Selain itu, Anda jangan melakukan tarik tunai di ATM negara tujuan karena ada beberapa bank yang tidak melayani penarikan uang dengan mata uang berbeda.
Tidak Menggunakan Aplikasi Penerjemah
Terkadang Anda berpikir bahwa semua hal yang ada di luar negeri terlampir juga dalam bahasa Inggris. Berpikiran seperti itu tidaklah salah karena memang sudah banyak negara yang melampirkan bahasa Inggris sebagai penjelasan untuk wisatawan asing. Namun, ada beberapa negara yang tidak menyantumkan bahasa Inggris sama sekali. Oleh karena itu, ada baiknya bila Anda mengunduh aplikasi penerjemah agar informasi dapat tersampaikan dengan baik kepada Anda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Peneliti UPN Veteran Yogyakarta mengembangkan model branding kopi berbasis kearifan lokal untuk memperkuat daya saing kopi Indonesia di pasar global.
Korban pengeroyokan Kebon Bawang, EY (28), sempat diculik dan dianiaya di dua lokasi sebelum meninggal setelah tiga hari dirawat.
Budidaya louhan masih punya potensi ekonomi. Harga ikan berkualitas bisa mencapai Rp25 juta-Rp30 juta, tergantung kualitas dan hasil kontes.
Prabowo membahas tiga bantuan Kuartal IV 2026, mulai beras 10 kg, pembukaan rekening hingga subsidi upah Rp300.000 per bulan.
Danantara mengungkap rencana kepemilikan 5%-10% saham BEI dalam proses demutualisasi. Porsi konsorsium bisa mencapai 30%-40%.
Marc Marquez menghadapi GP Indonesia 2026 dengan bayang-bayang kutukan Mandalika dan persaingan ketat perebutan gelar juara dunia MotoGP.