Lebih dari 100.000 Orang di DIY Telah Disuntik Vaksin
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Suasana kedai Kopi Setjangkir, Kecamatan Wates, Kulonprogo, Kamis (18/7/2019). /Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, KULONPROGO-- Menikmati secangkir kopi sekarang sudah menjadi bagian dari gaya hidup kaum urban di Indonesia. Tak terkecuali di Kabupaten Kulonprogo. Jangan heran jika di setiap sudut kabupaten paling barat di DIY, itu kini mulai menjamur kedai-kedai yang khusus menyediakan sajian kopi.
Dari puluhan kedai, salah satu yang tersohor yakni Kedai Kopi Setjangkir. Berlokasi di jalan Bhayangkara no 2, eks Dusun Terbah, Kelurahan Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Kulonprogo, kedai ini selalu ramai dikunjungi para penikmat kafein.
Sejak buka pada siang hari hingga menjelang tutup selepas tengah malam, belasan bangku di kedai tersebut kerap kali jadi saksi bisu pertemuan para insan. Tak sekadar sebagai tempat bersantai dan berkumpul bersama sahabat, Setjangkir juga menjadi titik temu bagi kolega kerja untuk rapat bisnis.
Putri, 23, misalnya. Perempuan asal Purworejo, Jawa Tengah ini kerap datang ke Kedai Setjangkir hanya untuk menyesap secangkir kopi hangat bersama kawan-kawannya. "Kalau pas main ke Kulonprogo saya sering mampir ke sini, lumayan lah untuk melepas penat," ujarnya kepada Harianjogja.com, belum lama ini.
Putri mengungkapkan yang membuat Kedai Setjangkir berbeda dari kedai lainnya, karena di sini menyajikan beragam kopi lokal. Mulai dari jenis arabika maupun robusta, semua biji kopi yang diolah menjadi segelas minuman hangat merupakan hasil panenan petani kopi Nusantara. Salah satunya adalah biji Kopi Suroloyo.
Salah satu peracik kopi di Kedai Setjangkir Fandi Ahmad Fauzi mengungkapkan hidangan kopi asli Kulonprogo ini menjadi yang paling diburu pelanggan. Ada berbagai alasan yang membuat orang menyukai kopi ini, salah satunya rasa yang unik.
"Karena rasa dan aroma dari biji kopi ini berubah-ubah sesuai dengaj jenis tanaman yang tumbuh di dekatnya, bahkan pernah rasa kopi ini bercampur aroma stroberi," ujarnya.
Biji Kopi Suroloyo sendiri hanya bisa ditemukan di Kawasan obyek wisata Suroloyo, Pedukuhan Keceme, Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulonprogo. Di tempat inilah para petani kopi Suroloyo memproduksi biji kopi tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
BRIN meminta maaf setelah unggahan Hari Lahir Pancasila menampilkan Garuda Pancasila yang tidak sesuai ketentuan resmi.
15 ucapan selamat pulang haji penuh doa dan harapan haji mabrur untuk keluarga, sahabat, dan kerabat yang baru kembali dari Tanah Suci.
Krisis chip AI diperkirakan membuat pengiriman smartphone global anjlok 13,9% pada 2026. Apple dan Samsung dinilai paling siap bertahan.
Data BPS terbaru Februari 2026: NTT puncaki daftar provinsi dengan minat baca tertinggi di Indonesia. Simak daftar lengkap dan tips meningkatkan budaya literasi
Puntung rokok masih menjadi salah satu jenis sampah yang paling mudah ditemukan di ruang publik. Ukurannya yang kecil membuatnya sering luput dari perhatian